Sukses

Cacar Air dan Cacar Api, Kenali Perbedaannya

Kenalilah perbedaan antara cacar air dengan cacar api.

Klikdokter.com, Jakarta Cacar air dan cacar api. Namanya memang hampir sama, tapi keduanya sebenarnya merupakan penyakit yang berbeda. Yuk, kenali perbedaannya!

Penyakit cacar merupakan salah satu gangguan pada kulit. Ciri khas dari cacar adalah adanya bentol berisi cairan yang berjumlah multipel. Dalam beberapa waktu, bentol tersebut akan pecah dan kering. Terkadang, cacar dapat menimbulkan bekas pada kulit.

Ada beberapa jenis cacar yang dikenal di masyarakat, antara lain cacar air dan cacar api. Berikut ini uraian lengkapnya:

Cacar air

Cacar air merupakan kelainan kulit yang disebabkan oleh virus varicella-zoster. Virus ini menyebar melalui udara atau sentuhan kulit, dan sangat mudah menular. Jika seseorang mengalami cacar air lalu terjadi sentuhan kulit dengan orang sehat, maka virus dapat ditularkan kepada orang sehat tersebut.

Setelah tertular, biasanya akan muncul demam dan bentol yang dimulai dari daerah perut. Bentol kemudian akan keluar di tempat lain di seluruh tubuh. Penyakit ini akan sembuh sendiri dalam waktu satu minggu, tetapi proses penyembuhan luka cacar berlangsung hingga dua minggu.

Cacar air diobati dengan antivirus untuk mengurangi keparahan penyakit. Akan tetapi, antivirus bermanfaat jika diberikan pada awal munculnya bentolan (48 jam pertama setelah munculnya bentol).

Setelah sembuh, virus varicella-zoster tidak seluruhnya mati. Sebagian akan tetap bersembunyi pada serabut saraf tertentu pada tubuh. Jika daya tahan tubuh sedang turun seperti saat lelah, saat sakit, atau pada usia tua, virus dapat bangkit kembali dan menyebabkan cacar ular.

Cacar ular dalam dunia kedokteran disebut juga dengan istilah herpes zoster. Cacar ular terjadi pada satu bagian tubuh saja.

Cacar api

Selain cacar air, ada jenis cacar lain yang sering terjadi, yaitu cacar api. Berbeda dengan cacar air yang disebabkan oleh virus, cacar api disebabkan oleh bakteri (bakteri S. Aureus atau S. pyogenes).

Bakteri ini dapat menular terutama melalui sentuhan kulit. Bakteri ini kemudian akan menyebabkan munculnya bentol berisi air yang dikenal dengan cacar api, atau dalam istilah medis disebut bullous impetigo.

Berbeda dengan cacar air yang terjadi di seluruh tubuh, cacar api umumnya muncul pada daerah wajah, yakni sekitar mulut dan hidung. Mereka juga dapat timbul pada bagian lain, seperti ketiak, lipatan paha, kaki, dan tangan. Dalam beberapa hari, bentol akan pecah dan meningkalkan bekas keropeng berwarna kekuningan yang akan menghilang dalam beberapa hari.

Dari segi bentuk dan ukuran, cacar api berbeda dengan cacar air. Cacar api memiliki ukuran yang lebih besar daripada cacar air. Selain itu, bentol pada cacar api biasanya terlihat kendur dan tidak tegang seperti cacar air.

Karena penyebabnya adalah bakteri, cacar api harus diobati dengan antibiotik: antibiotik minum dan antibiotik oles pada kulit. Jika cacar api tersebar di banyak tempat, diperlukan penanganan berupa antibiotik suntik.

Nah, kini Anda telah mengetahui perbedaan cacar air dan cacar api. Memahami perbedaan kedua penyakit ini sangat penting karena penanganan mereka pun berbeda. Semoga bermanfaat!

[RS/ RVS]

1 Komentar