Sukses

Cacar Air dan Cacar Api, Kenali Perbedaannya

Kenalilah perbedaan antara cacar air dengan cacar api.

Muncul bintik-bintik merah bergerombol di sejumlah bagian tubuh Anda? Pasti yang pertama kali ada dipikiran Anda adalah cacar. Penyakit ini sudah tidak asing di telinga masyarakat Indonesia tentunya.

Penyakit cacar merupakan salah satu gangguan pada kulit. Cacar menular lewat infeksi virus yang dikenal dengan varicella. Umumnya, akan muncul ruam yang terasa menyakitkan, gatal, atau geli. Gejala-gejala ini dapat mendahului timbulnya ruam beberapa hari hingga beberapa minggu.

Ciri khas dari cacar adalah adanya bentol berisi cairan yang berjumlah multipel. Dalam beberapa waktu, bentol tersebut akan pecah dan kering. Terkadang, cacar dapat menimbulkan bekas pada kulit. Seperti yang kita ketahui, ada beberapa jenis cacar yang dikenal masyarakat, yaitu cacar api dan cacar air. Simak yuk perbedaan cacar air dan cacar api pada penjelasan di bawah ini.

Artikel Lainnya: Penyakit Cacar Ular Bisa Sebabkan Kematian, Mitos atau Fakta?

1 dari 2 halaman

Perbedaan Cacar Api dan Cacar Air

Meskipun cacar air dan cacar api berasal dari virus yang sama, namun ada perbedaan yang jelas dari kedua cacar ini. Ketika virus cacar air (varicella zoster) menginfeksi Anda untuk pertama kali, setelah sembuh virus menjadi tidak aktif dan tidak hilang sepenuhnya dari tubuh (dorman).

Namun akan reaktivasi (muncul kembali), jika virus varicella zoster yang awalnya dorman dalam tubuh ini kembali aktif dan menginfeksi sehingga disebut sebagai cacar api. Simak perbedaan lengkap antara cacar air dan cacar api berikut ini:

Cacar Api

Cacar api disebabkan oleh bakteri (bakteri S. Aureus atau S. pyogenes). Bakteri ini dapat menular terutama melalui sentuhan kulit. Bakteri ini kemudian akan menyebabkan munculnya bentol berisi air yang dikenal dengan cacar api, atau dalam istilah medis disebut bullous impetigo.

Cacar api umumnya muncul pada daerah wajah, yakni sekitar mulut dan hidung. Mereka juga dapat timbul pada bagian lain, seperti ketiak, lipatan paha, kaki, dan tangan. Dalam beberapa hari, bentol akan pecah dan meningkalkan bekas keropeng berwarna kekuningan yang akan menghilang dalam beberapa hari.

Dari segi bentuk dan ukuran, cacar api berbeda dengan cacar air. Cacar api memiliki ukuran yang lebih besar daripada cacar air. Selain itu, bentol pada cacar api biasanya terlihat kendur dan tidak tegang seperti cacar air.

Karena penyebabnya adalah bakteri, cacar api harus diobati dengan antibiotik: antibiotik minum dan antibiotik oles pada kulit. Jika cacar api tersebar di banyak tempat, diperlukan penanganan berupa antibiotik suntik.

Artikel Lainnya: Langkah Tepat Mengobati Cacar Air pada Orang Dewasa

Cacar Air

Berbeda dengan cacar api, Cacar air merupakan kelainan kulit yang disebabkan oleh virus varicella-zoster. Virus ini menyebar melalui udara atau sentuhan kulit, dan sangat mudah menular. Jika seseorang mengalami cacar air lalu terjadi sentuhan kulit dengan orang sehat, maka virus dapat ditularkan kepada orang sehat tersebut.

Setelah tertular, biasanya akan muncul demam dan bentol yang dimulai dari daerah perut. Bentol kemudian akan keluar di tempat lain di seluruh tubuh. Penyakit ini akan sembuh sendiri dalam waktu satu minggu, tetapi proses penyembuhan luka cacar berlangsung hingga dua minggu.

Cacar air diobati dengan antivirus untuk mengurangi keparahan penyakit. Akan tetapi, antivirus bermanfaat jika diberikan pada awal munculnya bentolan (48 jam pertama setelah munculnya bentol).

Setelah sembuh, virus varicella-zoster tidak seluruhnya mati. Sebagian akan tetap bersembunyi pada serabut saraf tertentu pada tubuh. Jika daya tahan tubuh sedang turun seperti saat lelah, saat sakit, atau pada usia tua, virus dapat bangkit kembali dan menyebabkan cacar ular.

Nah, kini Anda telah mengetahui perbedaan cacar air dan cacar api. Memahami perbedaan kedua penyakit ini sangat penting karena penanganan mereka pun berbeda. Semoga bermanfaat!

[RS/ RVS]

1 Komentar