Sukses

Ini Kriteria Gigi yang Boleh dan Tidak Boleh Veneer

Veneer gigi demi deretan gigi putih dengan senyum cemerlang boleh-boleh saja. Namun nyatanya, tak semua orang boleh melakukannya.

Klikdokter.com, Jakarta Memiliki gigi putih cemerlang dengan bentuk, ukuran dan posisi sempurna merupakan impian hampir semua orang. Dengan kemajuan teknologi, kesempurnaan tersebut bisa didapat melalui perawatan veneer gigi.

Veneer gigi adalah tindakan untuk melapisi permukaan luar gigi dengan suatu bahan, seperti porselen atau komposit, yang berfungsi untuk membuat gigi terlihat lebih putih, membentuk ukuran gigi menjadi ideal, sehingga senyum Anda terlihat sempurna.

Veneer gigi dapat digunakan untuk mengatasi berbagai masalah gigi. Seperti gigi yang mengalami perubahan warna gelap, hipokalsifikasi enamel yang menyebabkan munculnya bercak putih pada gigi, gigi renggang, gigi depan yang memiliki kelainan bentuk konus (peg shape), gigi yang patah sebagian, gigi depan yang posisinya mundur ke belakang, serta gigi yang miring namun tidak terlalu miring yang tidak memerlukan perawatan kawat gigi.

Meski veneer populer sebagai perawatan untuk mendapatkan gigi yang sempurna, namun tidak orang boleh melakukannya. Hal ini dipengaruhi kondisi gigi seseorang, antara lain:

  1. Gigi dengan dengan lapisan enamel tinggal sedikit.  Kondisi ini tidak bisa dipasangkan veneer karena kurangnya area untuk pemasangan lem atau bonding. Jika dipaksakan maka veneer akan mudah lepas.
  1. Gigi yang posisinya cenderung maju ke depan. Posisi gigi seperti ini akan memerlukan pengasahan yang cukup banyak. Karena merupakan bagian saraf, dikhawatirkan gigi akan ngilu. Untuk mengatasi hal ini, gigi memerlukan perawatan saraf dan saraf gigi dimatikan. Sungguh sebuah konsekuensi yang besar demi mendapatkan gigi putih.
  1. Gigi renggang yang jaraknya terlalu jauh. Jika dipaksakan, gigi akan terlihat sangat lebar, sehingga tampak tidak natural dan mudah lepas.
  1. Gigi dengan kondisi rongga mulut yang buruk. Misalnya saja terdapat banyak gigi berlubang, karang gigi, bahkan sisa akar gigi yang tidak dicabut. Kondisi seperti ini sangat tidak ideal untuk dipasangkan veneer, karena veneer yang kotor dapat menyebabkan bau mulut dan karies baru di bawah veneer.
  1. Pasien dengan kebiasaan buruk seperti clenching dan bruxism. Sudah terbukti bahwa mereka yang memiliki kebiasaan ini berpotensi membuat veneer mudah lepas dan patah dibandingkan dengan pasien yang tidak memiliki kebiasaan tersebut.
  1. Pasien yang memiliki gigi berjejal atau posisi gigi yang ekstrem. Yang dibutuhkan adalah perawatan kawat gigi, bukan veneer.
  1. Orang yang punya kebiasaan menggigit benda-benda keras. Misalnya es batu, pensil atau kuku, hal-hal tersebut cenderung membuat veneer goyang dan terlepas. 

Penting sekali untuk diketahui bahwa pembuatan veneer tidak menjadikan gigi Anda lebih sehat dan bebas penyakit separti karies gigi. Karena itu bagi pengguna veneer, diwajibkan untuk selalu melakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali.

Untuk Anda yang memiliki gigi sensitif, sebaiknya lakukan perawatan dulu sebelum melakukan veneer yang dimulai dari pemilihan pasta gigi khusus untuk gigi sensitif, yang memiliki beberapa kandungan penting seperti potassium nitrate, aluminium lactate, isopropyl methylphenol (IPMP), dan dipotassium glycyrrhizin (GK2).

Potassium nitrate atau disebut juga kalium nitrat, dapat mengurangi rasa ngilu dengan cara masuk ke pori-pori tempat bawah saraf. Aluminium lactate berfungsi menyumbat pori-pori gigi sehingga mencegah ngilu datang kembali. Isopropyl methylphenol (IPMP) merupakan antibakteri untuk cegah radang gusi tahap dini, menghilangkan plak serta meredakan peradangan di jaringan periodontal, sedangkan dipotassium glycyrrhizin punya kandungan isomer thymol yang berperan sebagai antibakteri.

Perawatan gigi veneer pada dasarnya cukup berisiko. Bagi Anda yang memiliki kondisi normal dan (khususnya) Anda yang memiliki gigi sensitif, jangan pikir dua kali untuk mendiskusikan hal ini dengan dokter gigi Anda sebelum melakukan perawatan apapun dan yang pasti untuk mencegah terjadinya gangguan mulut dan gigi yang tidak diinginkan.

(RN)

1 Komentar

  • Devitra Riskiya A.

    Veneer selain bisa untuk memutihkan gigi jg bisa merapikan gigi yang patah, terkikis atau pecah. Btw, aku suka banget sama hasil veneer sama dr. Ajeng di The Clinic Beautylosophy. Dokter&perawat nya juga ramah dan reponsif.