Sukses

Kenali Bahaya Cacar Air yang Terjadi pada Ibu Hamil

Hati-hati, cacar air yang terjadi saat kehamilan bisa membahayakan ibu hamil dan janin.

Klikdokter.com, Jakarta Ibu hamil cenderung memiliki daya tahan tubuh yang lebih rendah, dibandingkan orang normal. Ini menyebabkan ibu hamil lebih rentan mengalami infeksi, salah satunya adalah infeksi cacar air.

Infeksi yang disebabkan oleh virus varicella zoster ini sangat infeksius karena penularannya terjadi melalui udara. Jadi, berdekatan dengan penderita cacar air saja sudah bisa menyebabkan ibu hamil tertular penyakit ini.

Kenali bahaya cacar air pada ibu hamil

Cacar air yang terjadi selama kehamilan bisa membahayakan ibu dan janin. Ibu yang mengalami cacar air lebih rentan mengalami komplikasi berupa pneumonia (radang paru), hepatitis (radang hati), dan ensefalitis (radang otak). Cacar air juga bisa menyebabkan ibu hamil mengalami kontraksi dan persalinan sebelum waktunya.

Sementara itu, bahaya cacar air pada janin tergantung pada usia kehamilan saat ibu mengalami cacar. Jika cacar air terjadi saat usia kehamilan kurang dari 20 minggu, maka janin memiliki risiko mengalami kecacatan yang disebut sebagai sindrom varisela kongenital.

Kecacatan akibat cacar air dalam kehamilan bisa berupa gangguan penglihatan, ukuran kepala lebih kecil dari normal, timbul jaringan parut di kulit, pertumbuhan terhambat, gangguan pendengaran, dan retardasi mental. Kemungkinan terjadi kecacatan ini sebesar 0,5-2 persen.

Bila cacar air dialami pada bulan akhir kehamilan, maka janin akan berisiko mengalami cacar air segera setelah lahir, disebut juga varisela neonatorum. Cacar air yang dialami bayi baru lahir merupakan kondisi yang butuh penanganan serius, karena rentan mengalami komplikasi ke berbagai organ.

1 dari 3 halaman

Segera periksa ke dokter

Dampak dari cacar air sangat berbahaya. Karena itu, ibu hamil yang mengalaminya harus segera memeriksakan diri ke dokter kandungan. Pengobatan yang diberikan dokter tergantung pada seberapa berat gejala cacar air yang terjadi.

Umumnya, obat antivirus seperti asiklovir akan diberikan dengan pengawasan ketat. Selain itu, dokter akan melakukan pemantauan janin secara intensif untuk melihat kesehatan dan tumbuh kembang janin.

Bila cacar air terjadi menjelang proses persalinan, umumnya dokter akan mempersiapkan imunoglobulin varisela zoster untuk diberikan pada bayi sesaat setelah lahir. Tindakan tersebut untuk mengobati cacar air dan mencegah komplikasi berat.

Tidak semua ibu hamil berisiko mengalami cacar air. Jika ibu hamil sudah pernah terkena cacar air atau cacar api, maka ia tidak akan mengalami cacar air lagi. Demikian juga ibu hamil yang sudah pernah mendapat vaksinasi cacar air secara lengkap sebelum hamil, berarti ia telah memiliki proteksi terhadap infeksi cacar air.

Lantas ibu hamil yang seperti apa yang berisiko mengalami cacar air? Ibu hamil yang berisiko terkena cacar air adalah ibu hamil yang belum pernah mengalami cacar air, dan belum mendapat vaksinasi cacar air dengan lengkap.

2 dari 3 halaman

Mencegah cacar air saat kehamilan

Cara yang paling efektif untuk mencegah cacar air adalah dengan melakukan imunisasi varisela. Imunisasi ini harus dilakukan sebelum mempersiapkan kehamilan.

Imunisasi varisela diberikan sebanyak dua kali dengan jarak 1-2 bulan. Imunisasi ini harus dilakukan paling lambat tiga bulan sebelum merencanakan kehamilan. Selain itu, imunisasi varisela juga tidak boleh diberikan pada ibu hamil.

Jika sudah terlanjur hamil namun belum pernah mengalami cacar air dan belum mendapatkan vaksin varisela, maka satu-satunya cara untuk mencegah cacar air adalah menghindari berdekatan dengan pasien cacar air.

Jika ibu hamil tidak sengaja berdekatan dengan penderita cacar air, segeralah berkonsultasi dengan dokter kandungan. Dokter kemungkinn akan memberikan imunoglobulin varisela zoster untuk memperkuat daya tahan tubuh, agar ibu hamil tidak mengalami gejala cacar air.

Penyakit cacar air pada ibu hamil memicu beragam komplikasi. Karena itu, jangan anggap sepele penyakit cacar air selama kehamilan. Anda harus segera melakukan tindakan pencegahan, agar terhindar dari berbagai risiko akibat cacar air selama masa kehamilan.

[BA/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar