Sukses

Waspada Bahaya Dehidrasi akibat Diare

Jika tidak mendapatkan penanganan tepat, penderita diare berisiko mengalami dehidrasi.

Klikdokter.com, Jakarta Diare merupakan peningkatan jumlah (tiga kali atau lebih) atau penurunan konsistensi dari tinja (menjadi lunak atau cair) dalam waktu 24 jam. Diare yang berlangsung secara terus-menerus dapat menyebabkan tubuh kehilangan cairan dan dehidrasi. Jika dibiarkan, dehidrasi dapat berbahaya bagi tubuh Anda.

Dehidrasi dapat terjadi ketika tubuh kehilangan cairan dan tidak dapat berfungsi secara normal. Setiap orang dapat mengalami dehidrasi, namun kondisi ini berbahaya apabila terjadi pada anak-anak dan orang lanjut usia (lansia).

Penyebab tersering dehidrasi pada anak adalah diare dan muntah yang parah. Sedangkan pada orang lansia, penurunan kadar air di dalam tubuh dan dehidrasi dapat dipicu oleh kondisi medis tertentu (misalnya, infeksi), atau obat-obatan. Dehidrasi juga dapat terjadi pada setiap orang yang tidak cukup minum saat berada di tengah cuaca terik, atau ketika berolahraga secara intens.

Jika dibiarkan, dehidrasi dapat memicu komplikasi yang serius seperti:

  • Heat injury JIka tidak cukup minum saat berolahraga yang berat, Anda berisiko mengalami heat injury. Tandanya, ada gejala kram, pingsan, hingga penurunan kesadaran (koma).
  • Gangguan ginjal dan berkemih Dehidrasi yang berlangsung secara berkepanjangan dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih, batu ginjal, dan bahkan gagal ginjal.
  • Kejang Orang yang mengalami dehidrasi (misalnya karena diare) biasanya mengalami ketidakseimbangan atau gangguan elektrolit seperti potasium dan sodium. Ketidakseimbangan ini dapat menyebabkan kontraksi otot hingga kehilangan kesadaran.
  • Syok hipovolemik Komplikasi ini merupakan salah satu dampak dehidrasi yang sangat serius. Syok hipovolemik adalah ketika terjadi penurunan volume darah yang menyebabkan penurunan tekanan darah dan jumlah oksigen di dalam tubuh. Akibat yang paling fatal adalah kematian.

Untuk itu, Anda perlu mengenali tanda-tanda dehidrasi agar tidak terjadi komplikasi. Gejala dehidrasi pada bayi atau anak-anak adalah mulut dan lidah kering, tidak ada air mata saat menangis, popok kering selama tiga jam terakhir, mata dan pipi cekung, fontanel (bagian dari tulang tengkorak) cekung dan melunak, serta rewel dan mengantuk.

Sedangkan pada orang dewasa, dehidrasi bisa menimbulkan keluhan rasa haus hebat, berkurangnya frekuensi buang air kecil, warna urine menjadi gelap, lemah, lesi, pusing berputar, disorientasi, hingga penurunan kesadaran.

Untuk mencegah dehidrasi, Anda perlu cukup minum air putih dan mengonsumsi makanan yang tinggi kadar air seperti buah dan sayur. Anda juga perlu meningkatkan jumlah konsumsi cairan, terutama dalam kondisi:

  • Muntah atau diare Jika anak muntah atau diare, Anda dapat memberikan air putih atau larutan oralit. Jangan menunggu hingga terjadi dehidrasi.
  • Olahraga yang intens Sebelum berolahraga, pastikan Anda terhidrasi dengan baik. Indikator mudahnya yaitu melalui warna urine. Urine yang berwarna putih jernih merupakan tanda bahwa Anda sudah cukup minum. Anda juga perlu cukup minum sebelum, selama, dan sesudah berolahraga.
  • Udara panas atau dingin Saat berada di cuaca yang panas atau lembap, Anda perlu cukup minum air putih untuk mengganti cairan yang hilang dari keringat. Sedangkan saat berada di udara dingin, Anda perlu cukup minum untuk mengganti kelembapan yang hilang oleh udara yang kering.
  • Penyakit tertentu Kebanyakan orang lansia rentan mengalami dehidrasi saat mengalami penyakit tertentu seperti flu, bronkitis, atau infeksi saluran kemih. Jadi, pastikan asupan cairan pada orang lansia tercukupi.

Agar terhindar dari bahaya dehidrasi akibat diare, Anda dapat melakukan beberapa kiat di atas. Jangan anggap sepele asupan cairan harian Anda. Ada beragam risiko yang mengintai bila tubuh terlanjur dehidrasi.

[BA/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar