Sukses

Kenali Gejala HIV lewat Kondisi Kulit

Ternyata gejala HIV dapat dikenali melalui kelainan kulit yang terjadi. Apa saja kelainan kulit yang paling umum ditemui?

HIV atau Human Immunodeficiency Virus adalah penyakit yang menyerang sistem imun tubuh manusia. Gejala HIV dan maniestasinya dapat bermacam-macam, mulai dari infeksi, gangguan pencernaan, sampai gangguan kulit. Penderita HIV dapat menunjukkan berbagai gangguan kulit yang menunjukkan adanya keadaan penurunan sistem imunitas. 

Melalui kulit, gejala berbagai infeksi HIV juga dapat dikenali. Sering kali, gejala-gejala yang terlihat pada kulit merupakan sebagai tanda gejala awal HIV. Beberapa gangguan kulit berikut ini dapat menjadi petunjuk adanya gejala HIV pada seseorang:

1 dari 4 halaman

Infeksi Oportunistik

Dengan tertekannya sistem imun seseorang, maka akan muncul banyak gangguan kulit seperti infeksi jamur. Pasien akan mengeluhkan adanya gatal pada selangkangan, atau pada daerah lipatan.

Selain itu, pasien juga dapat mengeluhkan adanya perubahan warna pada kulit menjadi kecoklatan dengan bagian yang lebih gelap pada tepi lesi. Tak hanya itu, pasien juga dapat mengeluhkan adanya keputihan pada daerah kemaluan. Pasien akan mengeluh keluarnya duh tubuh, yang biasanya berupa cairan keputihan dan menyerupai susu kental manis.

Jamur tidak hanya menyebabkan gangguan pada kulit dan kelamin, namun juga dapat menyebabkan gangguan pada mukosa seseorang. Pasien dapat mengeluh adanya plak putih pada mulutnya yang menyebabkan keluhan nyeri pada saat menelan.

Artikel Lainnya: Kenali Gejala HIV dan AIDS Berdasarkan Fase Infeksi

Herpes Zoster 

Pasien dengan infeksi HIV juga memiliki peningkatan risiko mengalami herpes zoster, yakni infeksi yang disebabkan oleh reaktivasi infeksi Varicella zoster. Penyakit ini ditandai dengan timbulnya gangguan kulit berupa vesikel yang tersebar secara dermatomal unilateral dan sering disertai dengan nyeri kulit yang berat. Dermatom yang sering terserang dari saraf Torakal 3 sampai Lumbal 3.

Zoster Oftalmikus terjadi jika nervus trigeminal cabang oftalmikus terlibat. Pada kondisi ini lesi zoster dapat muncul pada wajah, di dalam mulut, di mata atau pada lidah. Pada kondisi seperti ini bisa terjadi kebutaan jika tidak diobati dengan antiviral.

Awitan penyakit ini biasanya dicirikan dengan nyeri dermatomal yang biasanya 48-72 jam mendahului munculnya lesi kulit. Durasi total penyakit ini sekitar 5-7 hari tetapi kembalinya kulit menjadi normal dapat berlangsung 2-4 minggu.

Ramsay Hunt Syndrome adalah sebuah kondisi dimana nyeri dan vesikel muncul di kanalis auditori eksternal dan pasien kehilangan sensasi rasa kecap pada 2/3 anterior lidah serta mengalami parese wajah ipsilateral.

Artikel Lainnya: Ini Beda Gejala HIV pada Wanita dan Pria

2 dari 4 halaman

Moluskum Kontagiosum

Pasien dengan HIV juga lebih mudah mengalami infeksi kulit oleh virus. Moluskum kontagiosum adalah gangguan kulit yang ditandai adanya papul pada kulit, yang jika ditekan akan mengeluarkan materi keputihan seperti nasi. Gangguan kulit ini dapat terjadi pada berbagai daerah tubuh, mulai dari daerah kelamin sampai ekstremitas. https://www.klikdokter.com/penyakit/moluskum-kontagiosum

Kondiloma Akuminata

Kondiloma akuminata adalah gangguan kulit berupa kutil pada kelamin. Salah satu faktor risiko dari infeksi HIV adalah hubungan seksual yang tidak aman, Karena itu berbagai penyakit infeksi menular sekual juga dapat ditemukan pada penderita HIV, salah satunya adalah kondilama akuminata. Penyakit kelamin ini dapat menyebabkan keluhan berupa kutil yang dapat menyerupai jengger ayam pada kelamin penderitanya.

Artikel Lainnya: Adakah Perbedaan Gejala HIV yang Muncul Saat Wanita Hamil?

3 dari 4 halaman

Sarkoma Kaposi (Kaposi’s sarcoma)

Ditambahkan oleh dr. Sara Elise Wijono MRes. Di seluruh dunia, prevalensi terjadinya sarkoma Kaposi, yaitu tumor yang disebabkan oleh virus human herpesvirus 8, pada penderita AIDS dapat mencapai 34 persen. Sarkoma Kaposi adalah suatu bentuk keganasan (kanker) yang muncul pada kulit dan membran mukosa.

Gejala Kaposi sarkoma berupa lesi berwarna gelap, kecokelatan, atau keunguan pada kulit. (Lesi merupakan istilah kedokteran yang merujuk pada keadaan jaringan yang abnormal pada tubuh akibat proses beberapa penyakit seperti trauma fisik, kimiawi, dan elektis, infeksi, masalah metabolisme, dan autoimun) Pada awal penyakit, lesi cenderung datar setinggi permukaan kulit.

Namun, lama-kelamaan cenderung akan meninggi melebihi permukaan kulit. Sarkoma Kaposi dapat berjumlah satu hingga ratusan buah, berukuran beberapa milimeter hingga 10 cm, tersebar jauh, dan berkelompok atau zosteriform.

Dermatitis Seboroik

dr. Sara Elise Wijono MRes melanjutkan bahwa Dermatitis seboroik adalah peradangan pada kulit yang terdapat kelenjar sebasea atau area kulit yang berminyak, umumnya terjadi di area kepala, wajah, dada, punggung atas, dan selangkangan. Lesi yang muncul biasanya berupa ruam berwarna merah muda dengan batas yang tidak tegas dan bersisik.

Selain penyakit-penyakit yang disebutkan di atas, masih banyak lagi manifestasi kulit dari infeksi HIV. Pada kebanyakan kasus, terdapat berbagai cara penanganan penyakit yang perlu disesuaikan dengan penyebab penyakitnya. Namun, menangani infeksi HIV dengan memperhatikan keadaan sistem kekebalan tubuh yang baik juga menjadi kunci penanganan berbagai manifestasi kulit ini.

Jika ingin berkonsultasi mengenai penyakit HIV dan AIDS, kamu dapat chat langsung dokternya, caranya hanya dengan install aplikasi Klikdokter, kalian dapat berkonsultasi sepuasnya dengan dokter-dokter profesional.

[NP/RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar