Sukses

Wajah Putih dengan Suntik Vitamin C, Mitos atau Fakta?

Suntik vitamin C bisa dilakukan dengan pengawasan dokter dan indikasi yang sesuai, tidak serta-merta demi wajah putih.

Klikdokter.com, Jakarta Kulit putih masih menjadi idaman kebanyakan wanita. Karena itu, banyak yang menempuh berbagai cara untuk mendapatkan kulit atau wajah putih. Salah satu cara yang dilakukan yaitu suntik vitamin C. Namun, benarkah tindakan ini dapat memutihkan wajah?

Setiap orang memang lahir dengan jenis dan warna kulit yang berbeda. Setiap ras dan etnik juga memiliki warna kulit yang khas, dengan spektrum yang bervariasi. Misalnya, orang India identik, yang identik dengan kulit gelap, memiliki variasi individu berkulit terang. Orang Eropa, yang identik dengan kulit putih, juga memiliki variasi individu berkulit gelap.

Sedangkan wanita Indonesia terkenal dengan kecantikan kulit kuning langsat. Meski demikian, ada variasi warna kulit yang luas mulai dari putih, sawo matang, dan hitam. Semua itu ditentukan oleh sebuah sel di dalam tubuh, namanya melanin.

Faktor genetik memiliki peran penting dalam menentukan jenis dan warna kulit setiap orang. Faktor lain yang juga tidak boleh dikesampingkan adalah paparan sinar matahari. Bila terpapar sinar matahari setiap hari, warna kulit yang terang dapat berubah menjadi lebih gelap, atau kemerahan.

Memutihkan kulit dengan suntik vitamin C

Berusaha mengubah warna kulit asli menjadi lebih terang atau gelap secara permanen berarti melakukan intervensi pada level seluler tubuh. Dalam dunia medis, memutihan kulit dengan cara menghambat aktivitas melanin tidak disarankan. Sebab, melanin memiliki fungsi penting untuk melindungi kulit dari kerusakan akibat paparan sinar ultraviolet.

Yang dianjurkan dan dapat dilakukan adalah mencerahkan kulit dan mengembalikan warna kulit ke aslinya. Mencerahkan berbeda dengan memutihkan, karena tujuan mencerahkan adalah mendapatkan warna kulit seperti saat kulit belum banyak terpapar lingkungan. Sedangkan memutihkan berarti mengincar warna kulit yang lebih putih dari warna asli.

Salah satu cara yang sering dilakukan dalam usaha mendapatkan kulit putih adalah suntik putih. Suntik putih yang banyak beredar yaitu suntikan yang mengandung gluthathione dan vitamin C.

Gluthathione merupakan agen antioksidan kuat yang sering digunakan untuk pengobatan kanker dan AIDS. Antioksidan memang baik untuk kulit, namun melalui jalur pemberian dan dosis yang sesuai dengan kebutuhan untuk merawat kulit. Efek samping yang dapat terjadi akibat suntikan yang mengandung gluthathione tanpa indikasi yang sesuai yaitu mual, muntah, dan sakit lambung.

Sedangkan terkait vitamin C, yang aman untuk kesehatan kulit adalah asupan melalui suplementasi makanan atau topikal dalam bentuk olesan. Ada beberapa contoh penyakit dan kondisi yang merupakan indikasi untuk pemberian suntikan vitamin C, seperti kondisi defisiensi vitamin C, gangguan perdarahan, dan lain-lain.

Pemberian vitamin C melalui injeksi tanpa indikasi medis yang jelas sangat tidak disarankan, apalagi jika dilakukan tanpa pengawasan dokter. Suntikan vitamin C di luar indikasi justru dapat menimbulkan bahaya efek samping, seperti reaksi alergi anafilaktik, kerusakan lambung, ginjal, dan hati. Pada prinsipnya, suntikan vitamin C tidak membuat kulit menjadi lebih putih secara literal.

Cantik tidak harus putih, sama seperti cantik tidak harus kurus, atau berambut panjang dan lurus. Yang lebih penting dari itu adalah menjaga kulit tetap sehat.

Anda bisa mendapatkan kulit sehat dengan makan makanan bergizi seimbang, memenuhi kebutuhan air, dan olahraga secara teratur agar sirkulasi darah menjadi lancar dan metabolisme menjadi baik.

Jangan lupa juga untuk tidur cukup dan hindari stres. Kulit yang sehat akan nampak bersih dan bercahaya serta tidak kusam. Dengan demikian, Anda tentu dapat tampil percaya diri.

Suntik vitamin C memang sedang marak di kalangan wanita. Suntik vitamin C bisa dilakukan dengan pengawasan dokter dan indikasi yang sesuai. Jadi, tidak serta-merta untuk mendapatkan wajah putih.

[BA/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar