Sukses

Penyebab Sering Keputihan pada Remaja

Apa sebenarnya penyebab keputihan pada usia remaja?

Klikdokter.com, Jakarta Tak hanya wanita dewasa, remaja perempuan juga dapat mengalami keputihan. Mungkin Anda memiliki putri yang sudah menginjak remaja yang mengeluhkan kondisi ini. Sebelum terbawa rasa khawatir, ada baiknya bagi Anda untuk mengenal lebih dalam soal keputihan.

Keputihan merupakan salah satu kondisi terkait sistem reproduksi yang umum dialami oleh wanita. Sebenarnya, keputihan sendiri bisa menjadi salah satu mekanisme pembersihan dari sistem reproduksi wanita.

Cairan keputihan dihasilkan oleh kelenjar di dalam vagina dan leher rahim. Ketika keputihan terjadi, cairan yang keluar melalui vagina dapat membawa keluar sel-sel mati dan bakteri dari dalam. Dengan demikian, vagina tetap bersih dan terhindar dari berbagai infeksi.

Biasanya keputihan yang normal terjadi akibat beberapa hal, seperti adanya rangsangan seksual, kehamilan, penggunaan kontrasepsi hormonal, dan saat menjelang menstruasi. Ciri-ciri keputihan yang normal, yaitu berwarna jernih hingga putih, bertekstur kenyal seperti lendir, tidak berbau, dan tidak menimbulkan keluhan lainnya.

Sementara itu, keputihan yang tidak normal bisa disebabkan oleh infeksi jamur, bakteri, atau parasit di dalam vagina. Dalam kondisi ini, keputihan dikatakan tidak normal jika terdapat perubahan warna, misalnya menjadi kekuningan atau kehijauan. Begitu juga bila bentuknya bergumpal-gumpal dan beraroma menyengat seperti bau amis atau bahkan bau busuk. 

Keputihan tidak normal juga bisa dilihat dari produksi cairan yang dihasilkan, yakni menjadi jauh lebih banyak dari biasanya. Beberapa keluhan dapat menyertai keputihan yang tidak normal, di antaranya gatal, nyeri pada area kewanitaan, dan nyeri atau sensasi terbakar saat buang air kecil.

1 dari 2 halaman

Penyebab keputihan pada remaja

Keputihan juga bisa menjadi salah satu masalah kesehatan yang sering dialami oleh remaja perempuan. Pada remaja, ada beberapa faktor risiko yang dapat memicu keputihan yang lebih sering, di antaranya:

  • Posisi area alat kelamin dengan area dubur yang cenderung masih berdekatan, sehingga meningkatkan kemungkinan kuman yang keluar melalui dubur menginfeksi area alat kelamin.
  • Pada usia remaja awal, belum terbentuknya alat kelamin secara sempurna dapat meningkatkan risiko mengalami keputihan. Belum terbentuknya labia atau bibir vagina dan rambut pubis dapat mengurangi mekanisme perlindungan area kemaluan.
  • Kulit area kemaluan remaja perempuan mungkin lebih sensitif terhadap goresan ataupun gesekan, sehingga akan lebih muda terkena paparan dari luar (contohnya zat iritan seperti sabun mandi).
  • Mukosa vagina pada awal remaja yang masih tipis dan kondisi rongga vagina yang memiliki tingkat keasaman (pH) yang netral, hangat, dan lembap, dapat menyediakan lingkungan yang baik untuk bakteri berkembang.
  • Beberapa remaja belum benar-benar paham mengenai cara menjaga kebersihan area kemaluan saat buang air besar dan buang air kecil, sehingga dapat meningkatkan risiko terinfeksi berbagai kuman.
  • Penggunaan pakaian yang ketat dan tidak menyerap keringat pada remaja juga dapat meningkatkan risiko mengalami keputihan.

Keputihan merupakan hal wajar yang dialami oleh setiap wanita, serta bisa juga terjadi pada remaja. Namun, bila ada tanda-tanda keputihan abnormal, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter agar dapat memperoleh penanganan yang sesuai.

[RS/ RVS]

1 Komentar

  • Mainah

    assalamu'alaikum wr.wb. sya mau nanya bahaya tidak memakai obat plagystatin untuk yg masih remaja?