Sukses

Dapatkah Fetal Surgery Mengancam Nyawa Ibu dan Anak?

Prosedur fetal surgery ternyata memiliki risiko yang mengancam nyawa janin dan ibunya. Ini fakta risiko kematian janin dan ibu akibat fetal surgery.

Fetal surgery atau bedah janin merupakan tindakan yang dilakukan oleh dokter bedah untuk bertindak lebih awal bila janin terdeteksi mengalami kelainan bawaan tertentu. Kelainan ini diharapkan dapat dikoreksi dengan tindakan pembedahan.

Meskipun istilah fetal surgery jarang terdengar, nyatanya prosedur ini bukanlah hal baru. Tindakan ini cukup sering dilakukan oleh dokter kebidanan dan kandungan yang telah mengambil sub-spesialisasi feto-maternal atau ahli dalam hal kesejahteraan ibu dan janin.

Data yang dihimpun oleh Encyclopedia of Surgery menunjukkan bahwa sekitar tiga persen anak yang lahir di Amerika Serikat setiap tahun, memiliki cacat lahir yang kompleks. Salah satunya disebabkan oleh kesehatan janin yang kurang baik. 

Artikel Lainnya: Waspada Pertumbuhan Janin Terhambat, Penuhi Nutrisi Ini!

Teknik bedah janin fetal surgery ini pun biasa digunakan untuk mengobati risiko cacat tersebut sebelum kondisinya menjadi semakin serius.

Ketersediaan fasilitas kesehatan yang komprehensif dapat membantu mengatasi kelainan cacat bawaan pada janin dengan menggunakan prosedur fetal surgery

Beberapa kelainan bawaan pada janin yang bisa diterapi, antara lain spina bifida, Twin-twin transfusion syndrome (TTTS), congenital diaphragmatic hernia (CDC), dan amniotic band syndrome

Bermanfaat untuk ibu dan janin, mungkin masih banyak yang mempertanyakan risiko di balik operasi ini. Adapun yang khawatir jika fetal surgery bisa sebabkan kematian janin dalam kandungan. Untuk mengetahui fakta terkait hal tersebut, simak ulasan berikut ini.

Artikel Lainnya:  Ketahui Penyebab Umum Keguguran pada Ibu Hamil

Risiko Kematian di Balik Fetal Surgery 

Tidak berbeda dari tindakan medis pada umumnya, prosedur fetal surgery juga tetap memiliki banyak risiko, baik pada janin maupun ibu. Sebab, tindakan bermanfaat untuk janin, bisa saja membahayakan ibu. 

Begitu juga sebaliknya, tindakan yang bermanfaat bagi sang ibu, juga dapat berdampak negatif terhadap proses kehamilan dan janin.

Adapun risiko yang dapat muncul pada ibu yang melakukan fetal surgery antara lain berupa ketuban pecah lebih awal, kelahiran prematur, infeksi pada luka operasi infeksi selaput ketuban, pendarahan, dan lepasnya plasenta. 

Artikel Lainnya: Tanda Perdarahan Saat Hamil yang Membahayakan Janin

Selain itu juga dapat menimbulkan komplikasi yang menyebabkan pengangkatan rahim, kerusakan organ sekitar rahim, hingga kematian.

Sedangkan risiko yang dapat terjadi pada janin adalah kematian janin dan kemungkinan adanya kegagalan dalam mengatasi kelainan yang ada pada janin. 

Oleh sebab itu, para ibu hamil yang akan memutuskan untuk melakukan fetal surgery, perlu benar-benar mempertimbangkan antara risiko dan manfaatnya.

Bisakah Dihindari?

Prosedur fetal surgery memang dapat membantu mendeteksi dan mengatasi kelainan bawaan tertentu pada janin. Meski demikian, tindakan ini juga memiliki risiko baik pada janin maupun sang ibu. 

Untuk meminimalisir terjadinya risiko yang tidak diinginkan, akan lebih baik jika Anda berdiskusi terkait kondisi Anda dan janin dengan dokter yang memang ahli dalam bidang ini. 

Ini penting, mengingat kondisi setiap ibu dan janin dapat berbeda-beda. Pastikan pula Anda memilih fasilitas kesehatan yang terpercaya dan menyediakan peralatan yang mendukung tindakan fetal surgery

Sebagian besar kelainan bawaan bisa terdiagnosis di masa kehamilan dan fetal surgery bisa menjadi pilihan untuk membantu mengatasi kelainan bawaan tersebut. Namun, perjalanan penyakit bawaan yang dimiliki mungkin bisa saja mempengaruhi hasilnya. 

Apabila Anda ingin mengetahui lebih lanjut seputar fetal surgery, konsultasikan dengan dokter spesialis kandungan dan kebidanan melalui fitur Live Chat di Aplikasi KlikDokter.

(PUT)

Referensi: 

Mayo Clinic. Diakses 2022. Fetal surgery.

2 Komentar