Sukses

Kapan Fetal Surgery Perlu Dilakukan?

Dunia hiburan berduka. Baru-baru ini artis cantik Marissa Nasution kehilangan salah satu dari janin kembarnya usai menjalani operasi fetal surgery.

Klikdokter.com, Jakarta Tepat pada Selasa (13/2) lalu, Marissa Nasution mengunggah sebuah foto di akun instagram @marissaln miliknya. Lewat foto tersebut, Marissa menyampaikan berita duka di mana detak jantung salah satu janin kembarnya telah berhenti usai melakukan prosedur fetal surgery.

On the 7thFebruary 2018 our daughter Moana’s heart stopped beating after undergoing fetal surgery,” tulis Marissa di akun instagramnya.

Menangani kelainan janin dalam kandungan

Peningkatan kemampuan di bidang pemeriksaan prenatal dan pencitraan pada janin memungkinkan semakin banyak kondisi kesehatan yang dapat didiagnosis pada saat janin masih berada di dalam kandungan.

Kemampuan tersebut telah membantu para pakar kesehatan untuk tidak hanya menentukan diagnosis, namun juga melakukan penanganan dengan lebih cepat pada saat janin masih berada di dalam kandungan. Tentu saja hal ini dilakukan bila dinilai dibutuhkan.

Lewat tindakan pembedahan yang mutakhir dan berteknologi tinggi, beberapa kelainan bawaan yang mengancam jiwa dan bisa menyebabkan kecatatan dapat ditindaklanjuti. Tindakan tersebut bisa dilakukan tanpa harus menunggu kelahiran bayi terlebih dahulu. Hal ini tentunya memberikan harapan baru bagi banyak keluarga.

Fetal surgery atau bedah janin itu sendiri merupakan tindakan yang dilakukan oleh dokter bedah untuk bertindak lebih awal bila janin terdeteksi mengalami kelainan bawaan tertentu. Kelainan ini diharapkan dapat dikoreksi dengan tindakan pembedahan.

Pada dasarnya, fetal surgery merupakan prosedur yang tergolong kompleks dan rumit. Tindakan ini juga membutuhkan tenaga ahli dan penanganan yang komprehensif bagi ibu maupun janin.

Oleh sebab itu, tim yang menangani pasien pun harus mencakup pakar dari berbagai disiplin ilmu. Seiring dengan terus berkembangnya bidang fetal medicine atau ilmu kedokteran yang mendalami kesehatan janin, semakin banyak calon bayi yang dapat memperoleh penanganan sebelum kelahiran.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

Kondisi yang memerlukan fetal surgery

Salah satu kelainan bawaan yang telah berhasil ditangani dengan fetal surgery adalah spina bifida. Ini adalah kondisi di mana tulang belakang tidak menutup dengan sempurna pada saat perkembangan janin.

Kondisi ini umumnya dapat terdeteksi pada awal kehamilan dan dikaitkan dengan kurangnya asupan asam folat pada wanita yang mengandung. Untuk menangani kondisi ini, dapat dilakukan operasi pada saat kelahiran. Akan tetapi, beberapa kasus dikaitkan dengan adanya masalah kehamilan seperti kesulitan berjalan dan berbagai masalah kesehatan lain.

Oleh sebab itu, para pakar di bidang bedah berspekulasi bahwa bila operasi dilakukan lebih dini, dampak klinis yang terjadi pada bayi di masa pertumbuhan dapat diminimalkan.

Kapan waktu ideal dilakukan fetal surgery?

Dari berbagai penelitian yang dilakukan, dikemukakan bahwa waktu yang paling ideal untuk dilakukan fetal surgery pada spina bifida adalah pada usia kehamilan 24–26 minggu.

Hal ini dikarenakan bahwa pada usia tersebut, kemungkinan untuk menghindari cedera saraf lebih tinggi. Kemungkinan untuk bayi dapat tertolong bila terdapat komplikasi dan harus dilahirkan segera juga tinggi.

Namun di beberapa negara maju, fetal surgery juga sudah dilakukan untuk mengatasi berbagai kasus lain. Misalnya hernia diafragmatika kongenital, obstruksi saluran kemih bawah, transfusi intrauterin, beberapa jenis tumor, dan sebagainya.

Fetal surgery merupakan salah satu bagian dari ilmu kedokteran yang terus berkembang dengan pesat. Diharapkan bahwa seiring dengan berjalannya waktu, semakin banyak janin yang dapat tertolong dengan berbagai teknik fetal surgery.

[NP/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar