Sukses

Saat Gejala HIV Ini Muncul, Segeralah Ke Dokter

Hati-hati! Bila terdapat gejala HIV, segera periksa ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Klikdokter.com, Jakarta Selama ini, HIV mendapat stigma sebagai penyakit yang mengerikan dan tak dapat disembuhkan. Padahal, hal ini tak sepenuhnya benar. Pasalnya, jika gejala HIV dikenali sejak dini, penyakit HIV AIDS tak lagi menjadi hal yang mengerikan dan penderitanya bisa hidup sehat layaknya orang normal.

HIV dapat menular dari satu orang ke orang lain melalui cairan tubuh, baik itu berupa darah, air mani, cairan dari anus, cairan vagina, atau bahkan air susu ibu. Oleh karena itu, seseorang dapat terkena penyakit tersebut apabila:

  • Berhubungan seks (baik penis-vagina, maupun penis-anus) dengan penderita HIV
  • Bertukar jarum suntik (biasanya pada pengguna narkoba suntik)
  • Bayi yang dikandung, dilahirkan, atau disusui oleh ibu HIV
  • Melakukan seks oral dengan penderita HIV

Pentingnya deteksi dini

Tak perlu menunggu gejala HIV muncul. Bila seseorang memiliki salah satu risiko yang telah disebutkan atau menduga bahwa dirinya telah berkontak dengan penderita HIV, maka orang tersebut sangat dianjurkan untuk segera berkonsultasi dengan dokter.

Studi membuktikan bahwa pengobatan yang dilakukan sebelum munculnya gejala HIV menunjukkan hasil yang lebih baik. Artinya, banyak penderita HIV yang bisa hidup layak seperti orang normal, dengan kadar virus yang sangat rendah di dalam tubuhnya.

Di Indonesia, tindakan yang digunakan sebagai standar untuk memastikan adanya penyakit HIV adalah pemeriksaan antibodi HIV menggunakan enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA). Seseorang dianggap positif menderita HIV bila tiga serial pemeriksaan antibodi HIV dengan ELISA menunjukkan hasil positif.

Selain pemeriksaan tersebut, pemeriksaan CD4 dari darah juga penting. CD4 merupakan jenis sel darah putih yang diserang oleh virus HIV. Semakin rendah kadar CD4 di dalam tubuh, maka semakin rendah pula daya tahan tubuh seseorang.

Penderita HIV dengan CD4 yang rendah (di bawah 350/mm3) biasanya sudah mengalami berbagai macam infeksi, dan membutuhkan pengobatan infeksi serta pengobatan HIV dengan antiretroviral therapy (ART).

1 dari 2 halaman

Mengenal gejala HIV

Banyak orang yang khawatir dirinya mengalami HIV, tetapi enggan melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Selain karena alasan tersebut, banyak pula yang berpikir “kan tidak ada gejalanya, untuk apa periksa HIV?”

Perlu diketahui, gejala HIV itu seringkali mirip dengan gejala penyakit lain, sehingga umumnya tidak disadari oleh penderitanya. Maka dari itu, penderita HIV AIDS biasanya baru ke dokter saat muncul gejala berat dan tidak lazim–seperti penurunan kesadaran, kejang, atau sesak napas. Padahal, apabila kondisi sudah seperti ini, pengobatan akan menjadi lebih sulit dan angka kesembuhannya pun rendah.

Beberapa gejala awal HIV yang perlu diwaspadai dan membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut, di antaranya:

  • Badan terlihat semakin kurus
  • Berat badan turun drastis
  • Sakit kepala hilang timbul
  • Kram perut, atau mual-muntah berulang
  • Diare selama dua minggu atau lebih
  • Terdapat pembesaran kelenjar getah bening di leher, ketiak, atau selangkangan
  • Infeksi jamur di kulit yang tak kunjung sembuh
  • Batuk pilek yang sangat sering berulang
  • Banyak sariawan di mulut
  • Bercak putih seperti susu yang melekat di mulut (oral thrush)
  • Cacar api (herpes zoster)

Bila terdapat salah satu gejala tersebut atau pernah berkontak dengan cairan tubuh seseorang yang diduga HIV, sebaiknya segeralah periksakan diri ke dokter. Jangan tunggu hingga gejala HIV bertambah parah. Ingat, semakin dini dideteksi, semakin besar pula kemungkinan untuk pulih kembali.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar