Sukses

Kapan Anak Perlu Mendapatkan Vaksin Cacar Air?

Penyakit cacar air dapat dicegah dengan melakukan vaksinasi. Lalu di usia berapa anak sebaiknya mendapat vaksin cacar air?

Klikdokter.com, Jakarta Cacar air atau varicella termasuk penyakit yang sering ditemui. Data internasional menyebutkan ada 80-90 juta kasus cacar air terjadi di dunia setiap tahunnya. Sebagian besar penderitanya adalah anak-anak yang kekebalan tubuhnya belum sempurna. Oleh sebab itu Anda perlu tahu waktu yang tepat anak diberikan vaksin cacar air.

Cacar air disebabkan oleh virus Varicella zoster. Virus ini banyak terdapat dalam air ludah dan bintil kemerahan pada tubuh penderitanya, sehingga penularannya mudah dan sangat cepat. Cacar air umumnya menunjukkan gejala yang tidak terlalu berat, seperti:

  • Demam yang tidak terlalu tinggi
  • Batuk dan pilek
  • Sakit kepala
  • Ruam kemerahan yang muncul di wajah dan badan selama 3-5 hari, yang kemudian menjadi bintik kecil berisi air (vesikel), lalu mengering menjadi seperti keropeng (krusta) dalam 6 hari.

Namun, pada kondisi tertentu, cacar air bisa menimbulkan komplikasi yang berat, seperti infeksi paru (pneumonia), infeksi kulit sekunder, infeksi darah (sepsis), hingga radang otak (ensefalitis). Bila cacar air terjadi pada ibu hamil, janinnya dapat mengalami congenital varicella syndrome.

Bayi dengan congenital varicella syndrome akan mengalami berbagai kelainan atau cacat bawaan seperti infeksi retina mata (korioretinitis), katarak bawaan, mikrosefali (ukuran kepala kecil), dan berat lahir rendah.

Sebagian besar masyarakat masih meyakini bahwa setiap orang harus dan pasti akan mengalami cacar air sekali dalam seumur hidupnya. Meski demikian, ada cara untuk mencegah cacar air yakni dengan vaksinasi.

Kapan sebaiknya diberikan?

Berdasarkan jadwal imunisasi yang direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia tahun 2017, vaksin cacar air (varicella) diberikan sebanyak satu kali sejak anak berusia 12 bulan. Waktu terbaik adalah sebelum anak mulai sekolah dasar atau sekitar usia 4-6 tahun.

Bila anak berusia >13 tahun atau pada dewasa, vaksin diberikan sebanyak 2 kali dengan interval pemberian 4-8 minggu. Tidak ada kata terlambat untuk pemberian vaksin cacar air. Jadi, selama anak Anda berusia lebih dari satu tahun, kapanpun itu Anda dapat membawanya untuk mendapat vaksin ini.

Meski setiap anak di atas 12 bulan  boleh mendapat vaksin cacar air, ada kondisi tertentu dimana vaksin sebaiknya ditunda bahkan tidak diberikan, di antaranya adalah:

  • Memiliki riwayat alergi terhadap gelatin
  • Mengalami penyakit yang menurunkan kekebalan tubuh, seperti HIV/AIDS
  • Sedang mengonsumsi obat steroid jangka panjang
  • Sedang menjalani kemoterapi untuk penyakit kanker
  • Mengalami demam dan memiliki riwayat kejang demam.
  • Wanita hamil

Setelah menjalani vaksinasi, anak dapat mengalami beberapa reaksi pasca imunisasi seperti nyeri, bengkak, dan kemerahan di daerah bekas suntikan, demam, dan muncul ruam merah yang ringan. Ada pula reaksi yang berat seperti reaksi alergi berat dan kejang.

Namun, Anda tidak perlu khawatir, karena kejadian-kejadian tersebut sangat jarang terjadi dan kemungkinannya hanya kurang dari 5%. Apabila terjadi, semuanya dapat ditangani dengan baik. Jangan sampai ketakutan akan efek samping tersebut membuat Anda urung membawa anak untuk vaksinasi. 

Tak hanya itu, satu hal yang penting untuk diingat orang tua adalah saat anak mendapat vaksin cacar air, ia memang dapat terlindungi dari infeksi virus Varicella zoster yang menjadi penyebabnya. Namun, masih tetap ada kemungkinan anak terkena cacar air. Hal ini bukan berarti vaksinasi yang diberikan gagal atau tidak efektif.

Dengan mendapat vaksinasi, sekalipun anak mengalami cacar air, ia akan terlindung dari berbagai komplikasi penyakit yang berat dan pemulihannya pun akan lebih cepat. 

Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Yuk, lindungi anak dari bahaya penyakit ini dengan melakukan vaksinasi untuk pemberian vaksin cacar air.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar