Sukses

Awas, Ini Dampak Buruk Selingkuh bagi Kesehatan

Selain merusak citra dan menyakiti perasaan pasangan, selingkuh juga berdampak buruk kepada kesehatan. Jangan coba-coba ya! Ini dampaknya bagi kesehatan.

Definisi selingkuh bagi setiap orang berbeda-beda. Namun, selingkuh sering dianggap sebagai perilaku yang menjurus ke arah seksual. Selingkuh juga erat kaitannya dengan pornografi, menggoda orang lain yang bukan pasangannya, atau adanya hubungan emosional dengan orang lain (dengan atau tanpa kontak seksual).

Menurut survei yang dilakukan American Association for Marriage and Family Therapy, 15 persen wanita dan 25 persen pria yang telah menikah dilaporkan pernah selingkuh. 

Tak hanya itu, perselingkuhan juga bisa berdampak buruk bagi kesehatan pelaku maupun pasangannya.

Penelitian lain juga pernah mengungkapkan, korban yang diselingkuhi tak hanya mengalami stres secara psikis. Orang tersebut cenderung melakukan perilaku, seperti penyalahgunaan alkohol, obat-obatan terlarang, dan melakukan seks yang berisiko.

Selain itu, orang yang diselingkuhi juga dapat mengalami gangguan makan seperti anoreksia, bulimia, atau bahkan olahraga secara berlebihan. Berikut beberapa dampak kesehatan bagi pasangan yang selingkuh atau diselingkuhi:

1 dari 4 halaman

1. Stres Emosional

Selingkuh dapat membawa dampak serius bagi kesehatan mental dan fisik seseorang. Misalnya saja, korban perselingkuhan dapat menyalahkan dirinya sendiri atau menjadi tidak percaya diri. 

Lama-kelamaan, kondisi ini bisa menyebabkan stres, gangguan kecemasan, depresi, gangguan makan, hingga Post Traumatic Disorder Syndrome (PTSD). Dilansir dari Journal of Social and Personal Relationships, dibandingkan dengan pria, wanita cenderung mengalami stres yang lebih berat saat diselingkuhi.

Artikel Lainnya: Dampak Orang Tua Selingkuh terhadap Perkembangan Anak

2. Gangguan Jantung

Ketika tahu diselingkuhi, kita dapat mengalami stres emosional mendadak. Jangan diremehkan, kondisi ini dapat meningkatkan risiko serangan jantung, aritmia (gangguan irama jantung), bahkan kematian mendadak. 

Risiko ini sebenarnya sering terjadi kepada orang dengan riwayat penyakit jantung. Akan tetapi, masih banyak orang yang tidak sadar bahwa mereka memiliki penyakit jantung sampai mengalami stres mendadak.

Sejumlah penelitian juga menemukan, pria yang selingkuh lebih berisiko mengalami serangan jantung. Selain itu, broken heart syndrome yang dipicu stres juga dapat menyebabkan kondisi kardiomiopati (lemah jantung). 

Faktor risiko tersebut umum terjadi kepada wanita berusia lebih tua dan mengalami trauma emosional mendalam yang berkelanjutan.

2 dari 4 halaman

3. Nyeri Kepala Kronis

Penelitian yang dilansir dari jurnal Annual Review of Psychology mengatakan hampir 50 persen responden yang stres dan sakit hati karena perselingkuhan dilaporkan sering  mengalami nyeri kepala kronis. 

Stres kronis yang berlangsung lama dapat memicu depresi atau meningkatkan angka risiko kejadian penyakit jantung dan pembuluh darah.

Artikel Lainnya: Akibat Karantina, Selingkuh Virtual Menjadi Marak

4. Gangguan Tidur (Insomnia)

Menurut survei dari American Psychological Association tahun 2012, sebanyak 40 persen orang yang sakit hati dan merasa stres karena perselingkuhan cenderung mengalami gangguan tidur. 

Gangguan tersebut bisa berupa susah tidur dan sulit merasa rileks pada malam hari. Akibatnya, tingkat konsentrasi seseorang di siang hari akan menurun, tidak fokus beraktivitas, serta badan jadi lelah dan kurang berenergi.

3 dari 4 halaman

5. Penyakit Kronis

Stres yang dirasakan terus menerus akibat perselingkuhan dapat menyebabkan seseorang mengidap penyakit kronis. Misalnya saja, seperti mengalami tekanan darah tinggi, obesitas, dan diabetes.

Masalah kesehatan ini berhubungan dengan efek domino yang menyerang gangguan psikis. Kondisi tersebut terjadi saat perselingkuhan membuat seseorang memiliki gaya hidup tak sehat. Contohnya, pola makannya jadi terganggu atau waktu istirahat dan tingkat aktivitas fisik jadi tak ideal. 

Tidak dimungkiri juga, perselingkuhan dapat membuat seseorang mengonsumsi alkohol atau obat-obatan terlarang. Efeknya, masalah kesehatan serius atau kronis bisa terjadi.

Artikel Lainnya: 5 Cara Mengatasi Sakit Hati setelah Diselingkuhi

6. Infeksi Menular Seksual

Pada kasus “one-night stand” dalam keadaan mabuk dan tidak menggunakan kondom, infeksi menular seksual bisa saja terjadi. Dampak perselingkuhan ini tidak hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga pasangan Anda di rumah!

Ada sebuah studi yang membandingkan antara orang-orang dalam hubungan monogami (hanya punya satu pasangan) dengan mereka yang punya banyak pasangan seksual. Peneliti membandingkan untuk tahu siapa yang lebih berisiko terkena Infeksi Menular Seksual (IMS).

Hasilnya ditemukan, kedua kelompok tersebut memiliki risiko IMS yang sama. Sebab, perselingkuhan yang dilakukan oleh pelaku monogami sering kali tidak diketahui oleh pasangannya. Gejala IMS sering tidak disadari oleh masyarakat. Maka, kondisi ini cukup berbahaya jika tidak didiagnosis dan ditangani secara tepat.

Rasa sedih, marah, kecewa, atau merasa dikhianati, merupakan respons alami ketika Anda tahu pasangan telah berselingkuh. Meski demikian, peristiwa selingkuh jangan sampai menimbulkan dampak serius bagi kesehatan fisik atau mental Anda.

Cobalah untuk meluapkan emosi negatif yang Anda rasakan. Caranya, konsultasi ke dokter, psikiater, atau psikolog agar Anda mampu mengendalikan stres yang dirasakan. 

Agar lebih mudah, Anda bisa berkonsultasi langsung dengan dokter atau psikolog kami lewat fitur Live Chat di aplikasi Klikdokter

(OVI/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar