Sukses

Segudang Bahaya Melakukan Tato di Vagina

Pernahkah terbesit di pikiran untuk melakukan tato di vagina? Hati-hati, baca ini sebelum melakukannya.

Klikdokter.com, Jakarta Zaman dahulu, tato identik dengan perilaku negatif. Namun pada masa kini, beberapa orang menganggap bahwa tato adalah bagian dari kreativitas dan seni. Tak heran, banyak yang berpikiran untuk membuat tato di tubuh, salah satunya di bagian genitalia alias vagina.

Memang, membuat tato di bagian vagina adalah hak seseorang yang melakukannya. Namun bukan berarti tindakan ini tidak memiliki risiko kesehatan tersendiri.

Dinilai dari segi medis, pembuatan tato di bagian tubuh mana pun sebenarnya sangat berisiko bagi kesehatan. Ini karena tindakan tersebut dapat menimbulkan beberapa kondisi berikut ini:

  • Reaksi alergi terhadap tinta tato. Keadaan ini dapat langsung muncul saat itu juga, atau beberapa tahun kemudian.
  • Infeksi pada kulit, baik pada permukaan atau bagian dalam kulit. Proses pembuatan tato akan menimbulkan luka pada kulit, sehingga berisiko menimbulkan infeksi.
  • Munculnya benjolan akibat jaringan kulit yang meradang. Kondisi ini dikenal dengan sebutan granuloma.
  • Bekas luka alias keloid akibat proses penyembuhan luka yang terjadi saat pembuatan tato.

Tertular beberapa jenis penyakit, misalnya hepatitis B, hepatitis C, tetanus, dan lainnya.Selain yang disebutkan di atas, seseorang yang membuat tato di tubuhnya juga berpotensi mengalami masalah kesehatan lain––yaitu bengkak dan rasa terbakar jika dilakukan dengan pemeriksaan MRI. Hal ini terjadi akibat reaksi dengan metallic ferric acid pada pigmen tinta tato.

Tak hanya itu, beberapa studi melaporkan bahwa tato juga dapat menimbulkan keganasan pada area kulit yang ditato. Namun demikian, keadaan ini masih belum diketahui secara pasti, apakah terjadi secara kebetulan atau diakibatkan langsung oleh prosedur saat pembuatan tato.

Bahaya tato di vagina

Terdapat banyak mikroorganisme yang hidup di area genitalia alias vagina. Hal ini membuat risiko infeksi akibat proses pembuatan tato menjadi lebih tinggi. Pasalnya, kulit di sekitar vagina cenderung lebih tipis, sehingga berisiko tinggi untuk meninggalkan bekas luka.

Di samping itu, kulit di sekitar vagina juga mengandung banyak pembuluh darah, sehingga risiko terjadinya trauma pada pembuluh darah meningkat berlipat ganda. Lebih jauh, area sekitar vagina juga kaya akan serabut saraf, karenanya pembuatan tato di bagian tubuh tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya cedera saraf.

Mengetahui bahwa tato di vagina merupakan tindakan yang sangat berisiko, Anda sebaiknya berpikir dua kali sebelum melakukan tindakan ini. Anda tidak ingin perilaku yang dianggap sebagai seni tersebut sampai mendatangkan bahaya bagi kesehatan, bukan?

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar