Sukses

Jika Bayi Diare, Anda Perlu Melakukan Ini

Jangan panik saat bayi diare. Lakukan beberapa hal ini sebagai penanganan awal.

Klikdokter.com, Jakarta Orang tua mana yang tidak senewen saat anak atau bayi diare? Diare memang masih menjadi salah satu penyakit yang paling sering terjadi pada si Kecil. Data menyebutkan bahwa anak, terutama usia di bawah lima tahun, dapat mengalami diare 3-6 kali per tahun.

Seorang anak dikatakan mengalami diare bila buang air besar cair, dengan frekuensi mencapai lebih dari tiga kali per hari, selama minimal tiga hari berturut-turut. Selain itu, anak diare juga dapat mengalami keluhan pencernaan lain, seperti mual, muntah, dan nyeri perut, serta keluhan umum seperti demam. Selain buang air besar cair, bayi yang mengalami diare akan tampak rewel dan kehausan.

Ada banyak hal yang bisa menjadi penyebab diare, mulai dari infeksi virus, bakteri, dan parasit, intoleransi atau alergi bahan makanan tertentu, diare karena obat, hingga keracunan makanan. Pada anak, terutama di bawah usia lima tahun, penyebab diare tersering adalah virus, yaitu Rotavirus.

Bayi dehidrasi karena diare

Salah satu hal yang paling ditakutkan saat bayi mengalami diare adalah risiko terjadinya kekurangan cairan atau dehidrasi. Dehidrasi bisa terjadi pada siapa saja dengan berbagai derajat keparahan, yaitu ringan, sedang, dan berat.

Tanda dehidrasi pada bayi yaitu bayi tampak rewel, gelisah, kehausan dan ingin minum terus, mata tampak cekung, air mata sedikit saat menangis, serta buang air kecil berkurang. Pada kondisi yang berat, dehidrasi bisa menyebabkan penurunan kesadaran, hingga yang paling fatal yaitu kematian.

Sayangnya, banyak orang tua membawa anak yang diare ke fasilitas kesehatan, saat kondisi anak sudah berat dan terjadi dehidrasi. Hal tersebut tentu tetap dapat diatasi, tetapi akan jauh lebih baik bila tidak sampai pada kondisi dehidrasi.

1 dari 2 halaman

Menangani bayi diare

Untuk penanganan di rumah dan sebagai langkah pencegahan dehidrasi, Anda dapat melakukan hal-hal berikut saat si Kecil mengalami diare:

1.    Cairan

Bayi akan kehilangan banyak cairan dan elektrolit saat diare. Karena itu, sangat penting untuk memastikan kebutuhan cairan bayi terpenuhi. Bila bayi masih berusia di bawah enam bulan, berikan ASI kapan pun bayi menginginkannya, tanpa membatasinya.

Untuk usia di atas enam bulan, Anda dapat memberikan air matang, larutan oralit, kuah sayur, atau air tajin sebagai pengganti cairan. Berikan sesuai keinginan anak. Bila anak muntah atau buang air besar cair, berikan  minum sebanyak cairan yang keluar, biasanya sekitar 50-100 mL tiap kali buang air besar cair.

Tidak perlu memaksa anak minum dalam jumlah banyak sekaligus. Anda dapat memberikan secara bertahap dan perlahan-lahan menggunakan sendok.

2.    Makanan yang dapat diberikan (BRAT diet)

Saat anak diare, ia tetap dapat makan. Ada beberapa jenis makanan yang telah terbukti dapat mengurangi gejala diare. Jenis makanan ini dikenal dengan “BRAT: Bread, Rice, Applesauce, Toast” yaitu roti tawar, beras atau nasi putih, apel, dan roti panggang.

Selain itu, buah dan sayur seperti pisang, wortel, dan edamame (green beans), juga dapat dikonsumsi untuk membantu pemulihan.

3.    Makanan yang perlu dihindari

Beberapa makanan dan minuman yang perlu dihindari atau dibatasi saat anak diare adalah sayuran seperti kembang kol, brokoli, sayuran hijau, dan minuman ringan berkarbonasi. Semua itu dapat meningkatkan produksi gas dalam saluran cerna dan memperburuk kondisi diare.

4.    Jangan memberikan obat antidiare

Hindari memberikan obat antidiare pada bayi atau anak yang mengalami diare. Obat anti-diare seperti kaolin-pectin, tidak terbukti bermanfaat bagi anak. Obat ini juga dapat menimbulkan penyakit lain, seperti rasa kantuk berlebihan, mual, muntah, dan menurunnya gerakan usus (ileus).

Berbekal informasi di atas, Anda tidak perlu panik saat bayi diare. Dengan penanganan awal yang tepat, bayi akan terhindar dari risiko dehidrasi ketika diare. Namun bila anak masih diare dan menunjukkan gejala yang semakin berat, Anda perlu segera membawanya ke fasilitas kesehatan.

[BA/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar