Sukses

Jika Bayi Diare, Anda Perlu Melakukan Ini

Jangan panik ketika bayi Anda mengalami diare. Lakukan beberapa kiat berikut ini!

Diare pada bayi terjadi ketika tinja menjadi lebih cair atau berair. Umumnya kasus diare pada bayi disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, dan parasit pada saluran pencernaan.

Selain infeksi, penyebab bayi diare dapat berupa perubahan pada makanan ibu (bila minum ASI) atau makanan bayi (bila minum susu formula), obat-obatan, suplemen, alergi susu, intoleransi susu, atau lainnya.

Bila Anda tidak mengatasi diare tersebut dengan baik, efek samping berupa dehidrasi dapat terjadi. Kondisi ini tentu membahayakan, mengingat tubuh bayi yang masih kecil. Oleh karena itu, sebaiknya Anda mengenali cara mengatasi diare pada bayi agar si Kecil terhindar dari bahaya yang mengancam.

1 dari 2 halaman

Cara Mengatasi Diare pada Bayi

Apabila sudah mengalami gejala dehidrasi, segeralah bawa bayi Anda ke dokter. Sebaliknya, ketika bayi Anda diare dan tidak membutuhkan pertolongan medis segera, terdapat beberapa cara untuk mengatasi diare pada bayi.

Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan di rumah:

1. Amati Tanda Diare pada Bayi

Cara mengatasi bayi yang diare bisa dilakukan dengan mengamati terlebih dahulu kondisi diare yang dialami. Perhatikan kemungkinan efek samping serius seperti dehidrasi.

Dehidrasi adalah sebuah risiko bila bayi mengalami diare, muntah, atau mengalami demam. Beberapa gejala dehidrasi dari diare yang harus segera ditangani oleh tenaga medis, antara lain:

  • Mulut kering
  • Kulit kering
  • Menolak makan atau makan sedikit
  • Lebih rewel dari biasanya
  • Menangis tanpa mengeluarkan air mata
  • Menangis lemah
  • Mata terlihat cekung
  • Terlihat sering mengantuk
  • Tidak mudah untuk dibangunkan
  • Lemas
  • Popok yang kering selama 8 hingga 12 jam

Artikel Lainnya: Bahaya Ketika Bayi Alami Dehidrasi

2. Pastikan Kebutuhan Cairan Bayi Terpenuhi

Bayi akan kehilangan banyak cairan dan elektrolit saat diare. Karena itu, cara mengobati bayi yang mengalami diare adalah dengan memastikan kebutuhan cairannya terpenuhi.

Bila bayi masih berusia di bawah enam bulan, berikan ASI kapanpun bayi menginginkannya, tanpa membatasinya. Bila sudah di atas enam bulan, berikan air matang, larutan oralit, kuah sayur, atau air tajin sebagai pengganti cairan. Berikan sesuai keinginan anak.

Bila anak muntah atau buang air besar cair, berikan minum sebanyak cairan yang keluar, biasanya sekitar 50-100 mL tiap kali buang air besar cair.

Perlu diketahui, Anda tidak perlu memaksa anak minum dalam jumlah banyak sekaligus. Anda dapat memberikan secara bertahap dan perlahan-lahan menggunakan sendok.

Artikel Lainnya: Bayi Jarang Menangis, Apakah Wajar?

3. Berikan Makanan untuk Membantu Pemulihan

Ada beberapa jenis makanan yang telah terbukti dapat mengurangi gejala diare. Jenis makanan ini dikenal dengan BRAT (Bread, Rice, Applesauce, Toast), atau roti tawar, nasi putih, apel, dan roti panggang.

Selain itu, berikan buah dan sayur seperti pisang, wortel, dan edamame (green beans). Konsumsi jenis makanan tersebut dapat menjadi cara mengatasi bayi yang diare.

4. Hindari Makanan dan Minuman Tertentu

Cara mengatasi diare pada bayi bisa dilakukan dengan menghindari atau membatasi beberapa makanan dan minuman tertentu, di antaranya sayuran seperti kembang kol, brokoli, sayuran hijau, dan minuman ringan berkarbonasi.

Jenis makanan dan minuman tersebut dapat meningkatkan produksi gas dalam saluran cerna dan memperburuk kondisi diare pada anak.

Hindari juga makanan yang dapat memperparah diare seperti susu sapi, jus buah, makanan yang digoreng atau yang pedas, dan minuman olahraga untuk orang dewasa.

Artikel Lainnya: Mengenali Tanda Sembelit pada Bayi

5. Hindari Pemberian Obat Antidiare

Hindari memberikan obat antidiare pada bayi atau anak yang mengalami diare. Cara mengobati bayi yang diare menggunakan obat antidiare seperti kaolin-pectin, tidak terbukti bermanfaat. Obat ini juga dapat menimbulkan penyakit lain, seperti:

  • Rasa kantuk berlebihan
  • Mual
  • Muntah
  • Menurunnya gerakan usus (ileus)

6. Ganti Popok Bayi secara Rutin

Selain memperhatikan gejala diare, jagalah agar popok bayi tetap kering untuk menghindari ruam popok. Anda juga dapat melihat apakah bayi Anda dehidrasi dari keringnya popok bayi Anda.

7. Konsultasikan kepada Dokter

Tanyakan kepada dokter mengenai perlu atau tidaknya memberikan minuman elektrolit untuk bayi Anda. Minuman elektrolit khusus dapat membantu menggantikan cairan dan garam tubuh ketika bayi diare.

Namun, perlu diperhatikan bahwa tidak semua bayi diare membutuhkannya. Pada kebanyakan kasus, ASI atau susu formula sudah cukup untuk menggantikan cairan yang hilang.

Diare pada bayi adalah masalah kesehatan yang dapat disebabkan oleh banyak hal. Selalu waspada terhadap tanda dan gejala dehidrasi pada bayi yang dapat membahayakan kondisi mereka. Anda dapat menerapkan cara mengatasi diare pada bayi di atas.

Bila terdapat tanda dan gejala dehidrasi, segeralah bawa bayi ke dokter dan jangan menundanya. Konsultasikan juga masalah diare si Kecil kepada dokter lewat fitur Live Chat 24 jam di aplikasi KlikDokter.

[WA]

3 Komentar

  • Kholifa Rahmah

    Umurnya 4bulan dok

  • Kholifa Rahmah

    Assalamu'alaikum dok,,anak saya sudah 3 hari BAB terus,mencret,kadang kalau mau selesai keluar cairan merah sedikit,apa itu darah dok ? Bagaimana cara mengatasinya dok ? Maaf kepanjangan 🙏🙏 Trimakasih dok

  • Kaum Koruptor

    Assalamualaikum Dok, anak saya berusia 2 bln. udah 2 hari BAB terus menerus nyampe 12 kli BAB ! Masalahnya apa ya Dok?? Dan cara mengatasinya Bagaimana?? 🙏🙏🙏Trimakasih