Sukses

Tren Penis Whitening, Amankah Bagi Kesehatan?

Tren baru penis whitening dilakukan dengan memutihkan area penis menggunakan laser. Tapi amankah metode ini?

Klikdokter.com, Jakarta Saat ini penis whitening sedang menjadi tren di kalangan masyarakat Bangkok, Thailand. Seperti diketahui, Thailand telah lama dipandang sebagai benteng toleransi LGBT (Lesbian Gay Biseksual Transgender) di Asia Tenggara. Negara ini bahkan telah melegalkan perkawinan LGBT sejak tahun 1956.

Dengan adanya peraturan tersebut, maka pasangan homoseksual yang ada di Thailand pun menjamur dan berlomba-lomba untuk menyempurnakan diri. Dari operasi muka hingga terapi untuk memutihkan penis atau penis whitening.

Memutihkan kulit ternyata tidak hanya bisa diaplikasikan di bagian wajah saja. Dengan teknologi yang semakin maju, penis pun bisa diputihkan, demi memuaskan dan ingin tampil sempurna di depan pasangannya.

Dilaporkan, setiap bulan di sebuah rumah sakit di Thailand, terdapat 100 orang pasien yang datang dengan tujuan untuk memutihkan alat kelaminnya.

Pasien tidak hanya berasal dari Thailand saja, bahkan mereka datang dari negara tetangga seperti Myanmar, Hongkong dan Kamboja. Mereka rela datang ke rumah sakit tersebut untuk menjalankan terapi pemutihan kulit penis.

Cara memutihkan penis yang sedang viral di Bangkok ini dilakukan dengan menghambat aktivitas melanin dengan menggunakan laser. Ada tiga macam laser yang biasanya digunakan untuk terapi pada kulit, yaitu terapi laser dengan pancaran sinar hijau, laser dengan pancaran sinar merah dan laser dengan pendekatan infra merah.

Kulit mengandung pigmen melanin tak terkecuali kulit penis. Pigmen melanin berfungsi memberikan warna pada kulit. Kulit putih mengandung lebih sedikit pigmen melanin daripada yang memiliki kulit gelap. Dengan menghambat aktifitas melanin, secara otomatis kulit pun akan semakin lebih putih. Itu yang terjadi pada proses penis whitening.

Walaupun melanin sering tidak diinginkan bagi para pemburu kulit putih karena dianggap sebagai penyebab warna kulit gelap, fungsi melanin tidak dapat dianggap sebelah mata. Pasalnya melanin berperan sebagai tameng kulit terhadap buruknya efek radiasi sinar matahari.

Oleh karena itu semakin banyak melanin yang terkandung dalam kulit, maka akan semakin baik pula perlindungan yang dimiliki oleh kulit. Karenanya, berbagai penelitian menunjukkan bahwa orang yang berkulit putih lebih cepat mengalami keriput dan lebih rentan terkena kanker kulit daripada mereka yang memiliki kulit lebih gelap.

Belum lagi jika Anda sebelumnya telah memiliki kulit sensitif terhadap sinar matahari, karena berkurangnya kadar melanin kulit, hal ini dapat mengakibatkan kulit Anda menjadi lebih sensitif terhadap sinar matahari. Kondisi ini mengakibatkan iritasi kulit dan kemerahan karena meradang.

Pemutihan penis yang dilakukan dengan laser ini akan merusak atau membunuh sel melanin sebagai pemberi warna kulit. Untuk mencapai hasil yang diinginkan, pasien harus menjalani beberapa sesi laser dan setiap sesi memakan waktu 10-15 menit. Bahaya dari pemutihan penis ini adalah adanya risiko infeksi jaringan parut di area penis.

Dengan harga yang tidak murah, perlu dipikirkan dampak positif dan negatif dari penis whitening ini. Oleh sebab itu perlu dilakukan pemeriksaan medis yang mendalam dan teliti bagi Anda yang ingin melakukan terapi ini, sebelum Anda mengalami dampak yang merugikan.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar