Sukses

Benarkah Diet Pengaruhi Penyebaran Sel Kanker?

Menurut sebuah studi, diet dapat memengaruhi penyebaran sel kanker dalam tubuh. Ketahui penjelasannya di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Menurut sebuah studi multicenter, yang diterbitkan di jurnal Nature, protein sel tunggal yang ditemukan pada beberapa makanan, ternyata dapat berperan untuk mencegah penyebaran kanker. Dalam hal ini, lebih spesifiknya adalah kanker payudara. Studi multicenter merupakan uji klinis yang dilakukan di lebih dari satu pusat kesehatan.

Para peneliti menemukan bahwa membatasi makanan-makanan yang mengandung asam amino atau yang biasa disebut asparagina, dapat secara drastis mengurangi kemampuan kanker untuk melakukan penyebaran ke bagian tubuh yang lain.

Untuk diketahui, makanan yang kaya asparagina di antaranya adalah, susu, daging sapi, unggas, telur, ikan, makanan laut, asparagus, kentang, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Sementara makanan yang rendah asparagina terdiri dari buah dan sayuran.

“Studi kami menunjukkan bahwa diet dapat memengaruhi jalannya penyakit ini,” kata Simon Knott, PhD, dari Center for Bioinformatics and Functional Genomics, Pusat Layanan Kesehatan Cedars-Sinai.

Perubahan pola makan ikut berpengaruh

Para peneliti mempelajari sel kanker payudara triple-negative, yang mana sel ini tumbuh dan menyebar lebih cepat daripada kebanyakan jenis sel kanker lainnya. Kanker jenis ini juga memiliki tingkat kematian yang lebih tinggi.

Para periset menemukan bahwa asparagine synthetase, enzim yang digunakan untuk membuat asparagina, terdapat di pusat tumor. Hal ini sangat terkait dengan penyebaran kanker di kemudian hari. 

“Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan pola makan dapat memengaruhi bagaimana seseorang merespons terapi dan kemungkinan penyebaran penyakit mematikan ini di kemudian hari,” kata penulis studi, Gregory J. Hannon, PhD, dari Cancer Research UK Cambridge Institute, University of Cambridge.

Para peneliti juga tengah mempertimbangkan untuk melakukan uji klinis fase awal yang melibatkan partisipan yang sehat, untuk menerapkan pola makan yang rendah asparagina. Jika hasil penelitian nantinya menunjukkan penurunan tingkat asparagina, maka langkah ilmiah berikutnya adalah dengan percobaan klinis yang melibatkan pasien dengan kanker. Percobaan ini kemungkinan akan menerapkan diet khusus serta kemoterapi dan imunoterapi.

 “Studi ini mungkin berimplikasi tidak hanya untuk kanker payudara, tapi juga untuk banyak metastasis (penyebaran) kanker,” kata Ravi Thadhani, MD, MPH, wakil dekan di Research and Graduate Research Education, Pusat Layanan Kesehatan Cedars-Sinai.

1 dari 2 halaman

Deteksi dini kanker

Sementara menanti hasil penelitian, salah satu langkah awal pencegahan kanker adalah dengan melakukan deteksi dini. Kanker timbul dari satu sel yang berkembang biak secara tidak terkendali, dari sangat kecil, makin lama makin banyak, hingga membesar, dan umumnya setelah menimbulkan gangguan, barulah terdeteksi. Dan itu butuh waktu cukup panjang. Jika kanker terdeteksi secara dini, maka kanker bisa diatasi dengan terapi yang tepat.

Untuk mengenali gejala awal kanker, perhatikan tanda-tanda berikut ini:

1. Benjolan

Walaupun tidak semua benjolan mengarah pada keganasan ataupun kanker, tapi jika Anda mendapati benjolan yang tiba-tiba timbul pada area tubuh, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Terlebih bila benjolan tersebut membesar dengan cepat, tidak dapat digerakkan, ataupun terasa nyeri.

2. Perubahan pada buang air besar (BAB)

Perubahan BAB dapat bermacam-macam, bisa menjadi sulit BAB, diare, BAB berdarah dan lain sebagainya. Perubahan dalam frekuensi, jumlah dan konsistensi feses biasanya dipengaruhi oleh makanan dan/atau obat-obatan dikonsumsi. Namun, jika sering terjadi dan berulang, waspadalah, bisa jadi itu merupakan gejala dari kanker usus besar.

3. Penurunan berat badan

American Cancer Society menyebutkan bahwa penurunan berat badan secara drastis dan tiba-tiba bisa jadi merupakan gejala awal kanker. Bisa jadi kanker pankreas, lambung, paru, hingga esofagus.

4. Perdarahan

Batuk yang disertai darah bisa jadi merupakan gejala kanker paru. BAB yang berdarah bisa jadi merupakan gejala dari kanker usus besar. Sedangkan perdarahan dari vagina bisa jadi merupakan tanda dari kanker serviks. Perdarahan yang tidak biasa dapat terjadi pada kanker, walaupun tidak selalu merupakan gejala dari kanker.

Untuk sebisa mungkin terhindar dari kanker, lindungi diri Anda dengan pola hidup sehat. Cara yang bisa Anda lakukan seperti, menjalankan diet yang sudah Anda konsultasikan dengan dokter, serta berolahraga secara rutin. Jika Anda menemui satu atau dua gejala yang disebutkan di atas, segera konsultasikan dengan dokter, agar bisa ditangani lebih dini. 

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar