Sukses

Benarkah Polusi Udara Bisa Pengaruhi Perilaku Seseorang?

Polusi udara berdampak buruk terhadap kesehatan. Benarkah juga bisa memengaruhi perilaku seseorang?

Klikdokter.com, Jakarta Banyak penelitan mengungkapkan, bahwa polusi udara bisa membawa banyak dampak buruk bagi kesehatan. Namun selain itu, ternayata polusi udara juga disinyalir bisa memengaruhi perilaku seseorang.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan oleh jurnal Psychological Science mengungkapkan, bahwa paparan polusi udara tidak hanya berpengaruh terhadap kondisi fisik, tetapi juga mental, seperti kecenderungan melakukan kecurangan hingga melakukan tindak kejahatan.

“Penelitian ini mengungkapkan bahwa polusi udara mungkin memiliki dampak etis, melampaui biaya yang dikeluarkan untuk kesehatan dan lingkungan,” kata Jackson G. Lu seorang behavioral scientist dari Columbia Business School.

“Ini penting karena polusi udara adalah isu global yang serius yang memengaruhi miliaran orang. Bahkan, di Amerika Serikat, sekitar 142 juta orang masih tinggal di negara dengan udara yang sangat tercemar,” imbuhnya.

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa paparan terhadap polusi udara dapat meningkatkan perasaan cemas. Kecemasan ini diketahui berkorelasi dengan perilaku buruk. Lu dan rekannya berhipotesis bahwa polusi udara pada akhirnya dapat meningkatkan aktivitas kriminal dan perilaku tidak etis.

Untuk hipotesis ini, para peneliti memeriksa data polusi udara dan tingkat kejahatan di 9.360 kota di Amerika Serikat yang dilakukan selama 9 tahun. Data polusi udara diperoleh dari Environmental Protection Agency, yang memasukkan informasi tentang beberapa polutan utama seperti karbon monoksida, nitrogen dioksida dan sulfur dioksida.

Sementara untuk data kejahatannya, peneliti mendapatkannya dari US Federal Bureau of Investigation, yang memasukkan informasi pelanggaran dalam beberapa kategori utama termasuk pembunuhan, penyerangan dan perampokan.

Hasil penelitian ini menemukan kota dengan tingkat polusi udara yang tinggi cenderung memiliki tingkat kejahatan yang tinggi juga. Kesimpulan ini didapat bahkan sebelum peneliti memperhitungkan faktor potensial lainnya, seperti jumlah penduduk, usia, gender, tingkat kemiskinan, tingkat pengangguran, dan lain sebagainya.

1 dari 2 halaman

Menguji penelitian

Dalam salah satu percobaan, 256 peserta melihat foto yang menampilkan adegan tercemar dan pemandangan yang bersih. Mereka membayangkan tinggal di lokasi itu dan merenungkan bagaimana perasaannya saat mereka berjalan dan menghirup udara.

Setelah itu, para peneliti melakukan penelitian pada mahasiswa di Amerika Serikat, dengan mengukur seberapa sering mereka melakukan perselingkuhan. Pada eksperimen lain, penelitian dilakukan terhadap orang dewasa di India dengan mengukur kesanggupannya melakukan negosiasi yang tidak etis.

Hasilnya, peserta yang membayangkan tinggal di lokasi yang tercemar, terlibat dalam perilaku tidak etis daripada mereka yang membayangkan tinggal di lokasi yang bersih. Mereka yang tinggal di lokasi yang tercemar juga dilaporkan memiliki tingkat kecemasan yang berlebihan.

Meski begitu, Lu dan tim mencatat mungkin ada mekanisme lain yang menghubungkan kecemasan dan perilaku tidak etis. Dengan segala keterbatasan penelitian yang dilakukan, mereka berharap penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengungkap penyebab lain dari perubahan perilaku.

“Temuan kami menunjukkan bahwa polusi udara tidak hanya merusak kesehatan masyarakat, tapi juga dapat mencemari moralitas seseorang,” Lu menyimpulkan.

Selain membahayakan saluran pernapasan, ternyata polusi udara juga dapat memberikan pengaruh negatif terhadap perilaku. Untuk mengurangi dampaknya, gunakan masker setiap Anda melakukan  aktivitas di luar ruangan.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar