Sukses

4 Penyebab Rahim Tipis

Dinding rahim yang tipis diketahui dapat menurunkan peluang kehamilan. Temukan berbagai penyebabnya di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Dinding rahim terdiri dari tiga lapisan. Lapisan terluar adalah perimetrium, lalu lapisan tengah adalah miometrium, dan lapisan yang terdalam disebut dengan endometrium. Endometrium inilah tempat terjadinya penebalan dan penipisan dinding rahim mengikuti siklus haid, lalu kemudian meluruh sebagai darah haid.

Dinding rahim yang tebal dan subur sangat penting dalam siklus haid dan kehamilan. Endometrium yang sehat memungkinkan implantasi sel telur yang telah dibuahi (embrio) sehingga kehamilan bisa berlanjut. Selama kehamilan, endometrium juga membantu membentuk plasenta, yang menyediakan oksigen dan zat gizi ke janin yang sedang berkembang.

Endometrium yang normal memiliki ketebalan 8-13 mm. Bila kurang dari itu, endometrium dianggap kurang 'subur' sehingga peluang hamil pun menurun. Kemungkinan penyebabnya adalah sebagai berikut:

1.    Kadar hormon estrogen yang rendah

Estrogen yang dihasilkan oleh ovarium wanita membuat lapisan endometrium menebal. Kadarnya yang rendah bisa terjadi akibat olahraga yang berlebihan, gangguan makan seperti anoreksia dan bulimia, gangguan fungsi kelenjar pituitari otak yang memicu ovarium untuk menghasilkan estrogen, serta kelainan ovarium akibat defek genetik atau penyakit autoimun.

Kadar hormon estrogen dapat diperiksa melalui pemeriksaan darah. Jika kadarnya rendah, hormon estrogen oral diberikan sebagai terapi lini pertama. Bila gagal, baru digunakan alternatif lain seperti patch estrogen, injeksi estrogen, atau estrogen intravagina.

2.    Aliran darah ke rahim kurang

Beberapa studi menemukan bahwa endometrium bisa gagal menebal akibat menurunnya aliran darah ke rahim. Salah satu manifestasinya berupa haid yang tidak teratur. Beberapa penyebab menurunnya aliran darah ini yaitu gaya hidup sedenter, yaitu gaya hidup yang sebagian besar waktunya digunakan untuk duduk-duduk (seperti nonton dan istirahat) dalam waktu lama, mioma uteri, serta peningkatan kadar hormon stres tubuh yang secara umum menyebabkan pembuluh darah menyempit. Baik tidaknya aliran darah ke rahim ini bisa diperiksa melalui USG kandungan.

3.    Obat klomifen dan kontrasepsi yang mengandung progestin

Klomifen merupakan obat yang digunakan untuk menginduksi pengeluaran sel telur pada wanita yang sulit hamil. Obat ini membuat tubuh seolah-olah kekurangan estrogen, dan oleh karena itu dapat menghambat estrogen dalam menebalkan dinding rahim. Sedangkan kontrasepsi hormonal yang mengandung progestin secara langsung berefek menipiskan endometrium.

4.    Kerusakan jaringan endometrium

Jaringan endometrium dapat rusak akibat penyakit radang panggul atau tindakan pembedahan kandungan seperti laparoskopi, operasi caesar, dan kuret. Bekas peradangan dan pembedahan ini dapat menimbulkan jaringan parut pada dinding rahim, yang akan memengaruhi fungsinya.

Selain keempat penyebab tersebut, faktor risiko seperti diabetes melitus, hipertensi, asma, dan epilepsi juga akan meningkatkan peluang seorang wanita mengalami dinding rahim yang tipis.

Lantas, adakah cara untuk mencegahnya? Sebagian dari penyebab dan faktor risiko rahim tipis dapat dicegah. Utamanya yang terkait dengan pola makan, gaya hidup, kebersihan pribadi, dan pemilihan jenis kontrasepsi. Akan tetapi, sebagian lagi sulit dihindari karena berkaitan dengan risiko pembedahan pada organ kandungan.

Wanita dengan dinding rahim yang tipis umumnya tidak menunjukkan gejala atau tanda tertentu yang spesifik. Meski demikian, biasanya terdapat masalah seperti sulit hamil atau gangguan haid. Gangguan haid dapat berupa siklus haid yang tidak teratur, haid hanya berupa flek, perdarahan haid lebih singkat dan lebih sedikit dari biasanya, atau nyeri haid yang tidak wajar.

Bila Anda merasa mengalami masalah-masalah yang berkaitan dengan rahim tipis, segeralah berkonsultasi dengan dokter kandungan. Sebagian besar penyebab rahim tipis dapat dikoreksi bila ditemukan secara dini.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar