Sukses

Atasi Keputihan dengan Bahan Alami Ini

Keputihan sering menimbulkan rasa tidak nyaman. Anda bisa mengatasinya dengan bahan-bahan alami ini.

Klikdokter.com, Jakarta Keputihan adalah masalah umum yang dihadapi banyak wanita di seluruh dunia, pada segala usia. Keputihan adalah keluarnya cairan berupa lendir dari vagina, yang berkaitan dengan hormon kesuburan wanita (estrogen).

Keputihan yang normal biasanya terjadi dua minggu menjelang masa haid berikutnya. Hal ini juga bisa terjadi pada wanita hamil dan wanita yang menggunakan pil KB.

Pada keputihan normal (keputihan fisiologis), cairan yang keluar berwarna bening hingga keputih-putihan. Teksturnya kental atau seperti lendir dan tidak berbau. Jika sudah mengering, keputihan yang akan tampak seperti bercak kekuningan.

Jika keputihan yang Anda alami seperti yang dijabarkan di atas, jangan khawatir karena itu adalah normal. Lalu, kapan keputihan berubah menjadi abnormal (keputihan patologis)?

Nah, Anda perlu waspada ketika keputihan yang terjadi disertai tanda-tanda sebagai berikut:

  • Berwarna abu-abu, kehijauan, kekuningan, atau disertai bercak darah
  • Berbau tak sedap seperti berbau amis atau seperti daging busuk
  • Konsistensinya menjadi sangat padat atau bergumpal-gumpal seperti keju
  • Jumlahnya banyak
  • Disertai keluhan seperti gatal-gatal, perih di sekitar mulut vagina, nyeri saat berkemih, nyeri di bagian perut bawah, nyeri saat berhubungan intim, perdarahan di luar siklus haid atau setelah berhubungan intim

Perawatan dengan bahan alami

Jika Anda mengalami keputihan yang membuat Anda tidak nyaman, Anda dapat melakukan beberapa perawatan sederhana dengan bahan-bahan alami ini di rumah. Beberapa di antaranya adalah kunyit, delima dan yoghurt. Kandungan-kandungan yang terdapat pada bahan-bahan ini dipercaya dapat mengatasi dan menghilangkan keputihan.

Meskipun demikian, sebenarnya, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai efek resep rumahan untuk keputihan. Selain itu, penyebab keputihan yang tidak normal berbeda-beda pada setiap wanita, sehingga penanganannya tidak bisa disamaratakan. Jika hendak melakukannya, sebaiknya  Anda perlu rekomendasi dokter, untuk mengurangi dampak terjadinya infeksi.

Di bawah ini adalah beberapa bahan alami yang bisa Anda gunakan:

1.    Kunyit

Kunyit mengandung senyawa berkhasiat obat yang disebut kurkumioid, terdiri atas kurkumin, desmetoksikumin, bisdesmetoksikurkumin. Selain itu, kunyit juga mengandung minyak atsiri, protein, pati, dan karbohidrat. Inilah sebabnya kunyit berkhasiat mengatasi keputihan, haid yang tak lancar, dan perut mulas saat haid.

Menurut dr. Dyah Novita Anggraini, atau akrab disapa dengan dr. Vita, ada sejumlah penelitian yang menyebutkan bahwa kunyit memang dapat mencegah infeksi bakteri dan digunakan saat keputihan yang disebabkan oleh bakteri. Saat berbincang dengan KlikDokter, dr. Vita menyampaikan bahwa pada saat haid kunyit juga bisa digunakan untuk mengurangi gejala kram perut saat haid.

Lakukan ini:

Untuk mengobati bacterial vaginosis (BV) sekaligus vagina yang kering, campurkan 1 sendok teh bubuk kunyit (5 gram) dengan segelas susu hangat. Minum selagi hangat dan lakukan sekali sehari untuk mendapatkan hasil maksimal.

2.    Delima

Bagian akar, buah, kulit batang, bunga, dan kulit buah delima mengandung saponin dan flavonoida. Akarnya juga mengandung polifenol, dan bagian kulit batang, bunga, dan buah juga mengandung tanin. Karena inilah buah delima banyak dimanfaatkan untuk mengobati keputihan karena zatnya berkhasiat sebagai pembunuh bakteri.

Dalam beberapa jurnal menurut dr. Vita, buah delima memang memiliki fungsi untuk mengatasi infeksi jamur, namun khusus untuk mengatasi keputihan tidak ada jurnal yang pasti. Namun salah satu penyebab keputihan ada yang disebabkan infeksi jamur.

Lakukan ini:

Rebus 30 gram kulit buah delima pada 1 liter air hingga air tersisa setengahnya. Minum air rebusan selagi hangat. Lakukan dua kali sehari.

3.    Cuka apel

Cuka apel, menurut beberapa penelitian, digunakan untuk mencuci vagina dan mampu mengatasi infeksi bakteri penyebab vaginosis bakterialis, vaginitis dan kandidiasis.

Ketika Anda mengalami keputihan, sangat penting untuk menyeimbangkan pH pada vagina. Cuka apel bisa menjadi pilihan yang baik karena mengandung antiseptik dan asam yang dimilikinya dapat menurunkan, bahkan menghilangkan bau tak sedap, sekaligus memperbaiki kualitas asam pada vagina.

Lakukan ini:

Campurkan cuka apel dengan air, lalu gunakan campuran tersebut untuk membasuh vagina satu atau dua kali dalam sehari, selama beberapa hari. Anda juga meminum campuran tersebut sekali sehari.

4.    Plain yoghurt

Plain yoghurt atau yogurt tawar mengandung konsentrasi bakteri lactobacillus yang tinggi, yang  berkhasiat untuk menjaga pH area kewanitaan. Selain itu, bakteri baik ini dapat memulihkan area yang terinfeksi jamur atau bakteri penyebab keputihan, dan membuat lingkungan vagina menjadi 'tidak ramah' terhadap patogen.

5.    Pisang

Kandungan glikemik pada pisang cukup tinggi, sehingga mampu menggantikan kebutuhan gula sehari-hari. Untuk Anda yang mengalami keputihan, makanan yang mengandung gula sebaiknya dihindari karena gula yang berlebih dapat memicu pertumbuhan jamur penyebab keputihan.

Lakukan ini:

Konsumsi 2 buah pisang setiap hari selama mengalami keputihan. Pisang dapat dikonsumsi secara langsung atau dibuat jus dengan tambahan yoghurt.

6.    Cranberry

Buah cranberry mengandung antibiotik, anti-jamur, dan antioksidan yang dapat mencegah bakteri menempel ke dinding vagina serta melawan masalah keputihan.

Lakukan ini:

Minum satu gelas jus cranberry tanpa gula, 2-3 kali sehari hingga masalah keputihan hilang.

Nah, itulah sejumlah bahan alami yang bisa Anda manfaatkan untuk mengatasi masalah keputihan. Namun jika kondisi ini terus berlanjut, bahkan memburuk, seperti tanda-tanda pada keputihan patologis, segera konsultasikan dengan dokter spesialis kulit dan kelamin untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut. Karena keputihan yang disebabkan oleh infeksi memerlukan pengobatan sesuai dengan kuman penyebabnya. 

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar