Sukses

Panduan Flossing Gigi yang Baik dan Benar

Tidak sedikit yang masih belum mengetahui bagaimana cara flossing gigi yang baik dan benar. Anda salah satunya?

Klikdokter.com, Jakarta Menjaga kebersihan gigi tak cukup hanya dengan menyikat gigi saja. Anda juga perlu melakukan flossing gigi, agar sisa makanan dan plak di sela-sela gigi bisa bersih sepenuhnya.

Flossing gigi merupakan prosedur pembersihan gigi menggunakan benang khusus. Menurut The American Dental Association, tindakan ini dapat membersihkan plak di antara sela-sela gigi hingga 80% bila dilakukan dengan cara yang tepat.

Sedangkan, bila dilakukan dengan cara yang salah, flossing gigi dapat menyebabkan sisa makan malah terdorong ke dalam saku gusi. Hal ini dapat menyebabkan karies pada akar gigi, karena makanan lebih mudah tersangkut pada bagian tersebut.

Cara flossing gigi yang tepat

Sebelum mengetahui cara tepat melakukan flossing gigi, Anda perlu tahu bahwa benang yang digunakan pada prosedur ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu:

  • Nilon

Benang gigi jenis ini terbuat dari nilon halus yang disatukan, dan tersedia dengan lapisan lilin maupun tidak. Benang floss berbahan nilon memiliki kelemahan, yaitu mudah sobek.

  • PTFE

Benang floss berbahan PTFE terdiri atas satu helai yang sangat tipis, mudah masuk ke sela-sela gigi, bahkan yang sempit sekalipun. Harganya lebih mahal, karena bersifat lebih efektif, tidak mudah sobek, dan dapat digunakan dalam waktu yang lama.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

Terlepas dari benang floss pilihan Anda, prosedur flossing gigi yang baik dan benar tetap harus diperhatikan. Lantas, bagaimana prosedur flossing gigi yang tepat?

1.    Pertama, siapkan benang floss sepanjang 46–61 cm, yang dililitkan 3 kali di jari tengah.

2.    Pegang benang tersebut dengan ibu jari dan jari telunjuk pada kedua tangan. Beri jarak sekitar 7,5–9 cm.

3.    Gunakan ibu jari untuk mengendalikan pembersihan gigi atas. Sedangkan untuk membersihkan gigi bawah, gunakanlah jari telunjuk. Anda juga bisa memodifikasi langkah ini, agar sesuai dengan tingkat kenyamanan.

4.    Perlahan, masukkan benang ke sela gigi. Jangan menekannya terlalu keras, karena dapat merusak gusi di sela gigi dan membuatnya berdarah. Lakukan gerakan seperti menggesek-gesekkan ke permukaan gigi, secara perlahan. Boleh dimulai dari gigi mana saja.

5.    Buat gerakan membentuk huruf "C", dengan arah gerak turun ke gusi menyusuri dinding gigi sampai bawah gusi kurang lebih 2–3 mm. Lalu, beri sedikit gerakan agar posisi benang menyentuh dinding gigi yang berhadapan. Kemudian, bergerak naik menyusuri dinding gigi tersebut. Bila sudah selesai, tarik kembali benang floss melalui jalur masuk sebelumnya.

6.    Ulangi tahap-tahapnya pada setiap gigi. Pastikan setiap tahapnya Anda lakukan secara perlahan. Gunakan selalu bagian benang floss yang masih bersih.

7.    Setelah itu, berkumurlah agar plak gigi dan sisa makanan bisa ikut terbuang.

American Dental Association menyarankan untuk flossing gigi sebanyak satu kali sehari, selama dua hingga tiga menit. Tidak perlu terlalu sering melakukan tindakan ini, karena bisa menyebabkan terlepasnya serat-serat di dalam gusi.

Jika setelah melakukan salah satu prosedur menemukan kejadian gusi berdarah, Anda dapat mencurigai adanya penyakit gusi ringan. Untuk ini, Anda dapat berkumur dengan larutan kumur yang mengandung chlorhexidine agar keluhan bisa segera teratasi.

Flossing gigi merupakan pelengkap sikat gigi, yang jika dilakukan dengan baik dan benar dapat menjaga kesehatan rongga mulut secara menyeluruh. Hal ini akan membuat Anda semakin terhindar dari penyakit gusi, karies gigi, dan juga bau mulut.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar