Sukses

Masih Lelah Setelah Tidur Nyenyak? Ini Alasannya

Sudah tidur cukup tapi badan bisa saja masih terasa lelah. Cari tahu penyebabnya di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Pada umumnya, setiap orang yang bangun dari tidur dalam durasi yang cukup,pasti mendapatkan perasaan segar dan mampu berpikir jernih. Tapi, ada pula kondisi dimana seseorang sudah tidur nyenyak namun saat bangun tidur, badan justru lelah, dan lesu.

Berikut ini adalah beberapa alasan kenapa Anda terbangun dari tidur dengan perasaan yang sangat lelah:

1. Anda memiliki sleep apnea

Sleep apnea adalah kondisi yang sering ditandai dengan mendengkur keras. Saat hal ini terjadi, maka Anda bisa berhenti bernapas dalam sesaat. Menurut W. Christopher Winter, MD, penulis buku The Sleep Solution, gangguan tidur sleep apnea merupakan kondisi yang membuat otak Anda membuat keputusan sulit, antara tidur atau bernapas.

Jika hal ini terus terjadi, menurut Winter, sleep apnea bisa menganggu siklus tidur yang pada akhirnya membuat seseorang sangat mengantuk di keesokan harinya.

2. Anda mengakhiri malam dengan minuman beralkohol

Winter mengungkapkan, minum beralkohol bisa mengurangi tidur nyenyak dan menganggu fase Rapid Eye Movement (REM). Tidak hanya itu, minuman beralkohol juga membuat Anda lebih sering pergi ke kamar mandi. Karena alkohol dapat membuat tidur Anda tidak nyenyak dan sering terbangun, maka waktu tidur Anda menjadi terbagi-bagi.

3. Minuman berkafein

Kafein bisa menyebabkan masalah tidur karena mengandung zat stimulan yang membuat Anda sulit untuk tidur nyenyak. Tidak hanya itu, kafein juga membuat Anda sering pergi ke kamar mandi pada malam hari.

Saat Anda terlalu sering pergi ke kamar mandi, hal itu membuat Anda lebih dehidrasi di pagi hari. Pada akhirnya, hal ini membuat Anda terbangun dengan perasaan tidak enak.

4. Paparan cahaya yang berlebihan

Benda-benda elektronik yang berada di sekitar tempat tidur bisa menjadi salah satu faktor yang menyebabkan memburuknya kualitas tidur Anda. Paparan cahaya yang berlebihan dapat mengganggu kemapuan otak untuk menghasilkan melatonin, yakni hormon yang membuat Anda cepat untuk tidur. 

5. Menggemeretakkan gigi

Dalam istilah medis, hal ini biasa disebut bruxism. Sebuah kondisi dimana seseorang seringkali menggemeretakkan, menekan, atau menggesekkan giginya ke atas dan ke bawah maupun ke kanan dan ke kiri secara tidak sadar. Menggemeratakkan gigi adalah salah satu aktivitas yang bisa mengganggu kualitas tidur seseorang

Saat Anda menggemeretakkan gigi, hal ini bisa menutup saluran pernapasan dan mencegah Anda mendapatkan oksigen yang cukup, yang pada akhirnya membuat Anda terbangun di malam hari.

6. Olahraga sebelum tidur

Jika Anda berolahraga dua sampai tiga jam sebelum tidur, hal itu bisa mengganggu kualitas tidur. Menurut Winter, olahraga bisa meningkatkan hormon kortisol dan mengurangi sekresi melatonin. Pada akhirnya hal ini membuat Anda membutuhkan waktu tidur yang lebih lama. 

7. Menonton film di tempat tidur

Sebuah studi tahun 2017 yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Sleep Medicine menemukan bahwa menonton televisi sebelum tidur telah dikaitkan dengan insomnia. Kenapa hal ini bisa terjadi? Gairah kognitif  yang ditimbulkan saat menonton  ternyata dapat mengganggu persiapan tubuh menjelang tidur.  

Demikianlah beberapa hal yang bisa menghambat Anda mendapatkan kualitas tidur yang baik. Pola tidur yang baik merupakan pencegahan termudah yang bisa dilakukan untuk terhindar dari berbagai macam penyakit.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar