Sukses

Tumbuh Jerawat di Vagina? Mungkin Ini Sebabnya

Jerawat di vagina dapat menjadi pertanda adanya gangguan kesehatan tertentu.

Klikdokter.com, Jakarta Jerawat merupakan keluhan yang identik dengan masalah penampilan. Ini karena kondisi tersebut umumnya muncul di wajah atau punggung. Namun pada beberapa kasus, seseorang juga dapat mengalami keluhan jerawat di vagina, lho!

Meski tidak tergolong sebagai kondisi gawat, jerawat di vagina tentu dapat mengganggu kualitas hidup penderitanya. Apalagi bila wanita yang memiliki keluhan ini sudah bersuami, maka bukan tidak mungkin kehidupan seksualnya akan ikut terganggu.

Penyebab jerawat di vagina

Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan tumbuhnya jerawat di vagina, antara lain:

1.    Dermatitis kontak

Dermatitis kontak merupakan eksim yang terjadi akibat paparan sesuatu yang bersifat kimiawi (iritan) maupun non-kimiawi (alergen). Sabun pembersih vagina, pelumas kelamin, kondom, dan detergen adalah beberapa hal yang bisa menjadi pencetusnya.

Pada kasus ini, cara terbaik untuk mencegah dan mengatasi keluhan jerawat di vagina adalah dengan menghindari kontak dengan penyebab. Contohnya, jika jerawat di vagina disebabkan oleh sabun pembersih vagina, maka Anda harus menghindari penggunaan sabun tersebut.

2.    Folikulitis

Penyebab lain yang juga dapat menyebabkan jerawat di vagina adalah folikulitis. Ini adalah infeksi dan peradangan folikel rambut sekitar vagina, yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus.

Folikulitis bisa terjadi akibat area sekitar vagina mengalami perlukaan. Beberapa hal yang menjadi penyebab dari kondisi ini, yaitu mencukur rambut kemaluan dengan cara yang salah atau menggunakan pakaian dalam terlalu ketat.

Jerawat vagina yang timbul akibat folikulitis dapat dicegah dengan menjaga kebersihan daerah kewanitaan. Sedangkan untuk mengatasinya, Anda wajib berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan salep antibiotik khusus.

3.    Hidraadenitis supurativa

Hidraadenitis supurativa atau sering disebut acne inversa merupakan peradangan kulit kronis yang menyebabkan timbulnya benjolan merah mirip jerawat dan terasa nyeri di area sekitar vagina. Benjolan yang muncul akibat kondisi ini mengandung suatu cairan, yang jika pecah akan mengeluarkan bau tak sedap.

Penyebab dari hidraadenitis supurativa masih belum diketahui dengan pasti. Para ahli menduga bahwa kondisi ini disebabkan oleh sumbatan pada folikel rambut di area sekitar vagina akibat keringat berlebih, gangguan hormon, obesitas atau kelebihan berat badan, dan kelainan genetik.

4.    Moluskum kontagiosum

Ini adalah infeksi virus pada kulit yang umumnya terjadi pada anak-anak. Moluskum kontagiosum menyebabkan timbulnya papul (benjolan sewarna kulit) yang mirip dengan jerawat di area vagina, tidak nyeri, dan dapat hilang dengan sendirinya.

Moluskum kontagiosum disebabkan oleh infeksi virus pox. Penyakit ini dapat meluar melalui kontak langsung dengan penderita maupun berkontak dengan benda yang terkontaminasi. Meski begitu, penyakit ini hanya terjadi di kulit dan tidak menyerang organ-organ tubuh bagian dalam.

Itulah empat kondisi yang dapat menyebabkan munculnya jerawat di vagina. Jika Anda mengalami keluhan ini, jangan ragu untuk berkonsultasi secara langsung dengan dokter spesialis kulit dan kelamin. Dengan begini, jerawat di vagina bisa segera teratasi. Salam sehat!

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar