Sukses

Sering Terbangun saat Tidur? Waspada Alzheimer!

Gangguan seperti sering terbangun saat tidur kerap dihubungkan dengan alzheimer. Apa hubungan sering terbangun saat tidur dan alzheimer? Ini faktanya.

Alzheimer merupakan salah satu bentuk demensia (pikun) yang melibatkan memori, cara berpikir, dan perilaku. Penyakit ini berdampak besar terhadap independensi penderita. Ketidakmampuan untuk mandiri dalam kegiatan sehari-hari merupakan tantangan yang berat bagi penderita, termasuk keluarga.

Alzheimer ditandai dengan degenerasi sel otak secara progresif. Kondisi tersebut bukan merupakan bagian dari proses penuaan alami. Penyakit ini terjadi karena kelainan fungsi protein spesifik di sel otak, serta bisa terjadi sebagai kombinasi dari faktor genetik, gaya hidup, dan lingkungan.

Gejala awal Alzheimer adalah kehilangan memori, misalnya lupa mengenai berbagai kejadian atau percakapan yang baru dilakukan. Ada pula beberapa gejala lain yang khas untuk penyakit ini.

Namun, ternyata sebuah studi menemukan bahwa gangguan tidur, berupa sering terbangun, juga bisa menjadi gejala Alzheimer! Bagaimana kaitan di antara keduanya?

1 dari 3 halaman

Hubungan Alzheimer dan Sering Terbangun saat Tidur

Studi yang terbit di dalam jurnal JAMA Neurology mengungkapkan siklus tidur sering terganggu, kerap terbangun di malam hari, serta sering ngantuk saat siang hari, bisa menyebabkan penumpukan plak zat amyloid. Hal itu bisa berlaku pada orang dewasa dengan daya ingat sehat.

Yang perlu diwaspadai, penumpukan zat amyloid diperkirakan menjadi salah satu penyebab Alzheimer. Dalam studi tersebut, peneliti mempelajari siklus tidur 189 orang dewasa berusia rerata 66 tahun, yang sehat secara kognitif.

Artikel lainnya: 7 Penyebab yang Membuat Anda Susah Tidur atau Insomnia

Tak hanya itu, peneliti juga menganalisis otak para partisipan demi mencari amyloid plaque, yang dikaitkan dengan Alzheimer.

Hasilnya, ditemukan 50 partisipan yang menunjukkan adanya amyloid plaque. Ke-50 orang tersebut juga melapor kalau ritme sirkadian tubuhnya terganggu.

Penelitian lain yang dipublikasikan di Science Translational Medicine menemukan hal yang hampir serupa. Dari 119 orang berusia 60 tahun ke atas yang diteliti, 80 persen tidak memiliki masalah berpikir atau memori.

Namun, peneliti menemukan partisipan dengan fase “tidur dalam” yang lebih sedikit, berkaitan dengan peningkatan protein “tau” di otak.

Protein tau bisa menjadi penanda kemungkinan terjadinya penyakit Alzheimer. Protein yang sama juga berkaitan dengan kerusakan otak serta penurunan status mental.

Temuan ini menyimpulkan bahwa kualitas tidur yang lebih rendah pada orang-orang berusia dewasa bisa menjadi tanda bahaya risiko kemunduran kesehatan otak.

Studi-studi di atas tidak berarti penderita gangguan tidur yang buruk, sudah pasti akan menderita Alzheimer. Sebab, Alzheimer terjadi melibatkan kombinasi beberapa faktor risiko seperti genetik, riwayat keluarga, gaya hidup, serta lingkungan. Kondisi ini juga terkait dengan usia tua.

Temuan risiko dan penyebab sering terbangun saat tidur dapat menjadi penanda Alzheimer yang non-invasif dan mudah dikenali. Hal ini dapat meningkatkan kewaspadaan terjadinya penyakit Alzheimer pada orang-orang yang sudah berusia lanjut.

Artikel lainnya: Apa Saja 10 Jenis Gangguan Tidur Paling Umum?

2 dari 3 halaman

Hindari Penyebab Sering Terbangun saat Tidur Ini

Seperti yang telah disebutkan, sering terbangun dari tidur tidak serta merta menandakan Anda akan terkena alzheimer. Anda perlu juga untuk tahu, apa saja faktor penyebab sering terbangun saat tidur lainnya:

1. Diabetes

Penyakit diabetes memiliki gejala khas 3P yaitu poliuri (sering berkemih), polidipsi (sering haus), dan polifagi (sering lapar).

Untuk poliuri, keadaan ini sering terjadi pada malam hari. Dengan begitu penderita sering terbangun dari tidur malam untuk buang air kecil.

2. Sleep Apnea

Sleep apnea merupakan kondisi adanya henti napas (apnea) sesaat yang terjadi di tengah-tengah tidur malam hari. Kondisi ini memiliki berbagai faktor penyebab, salah satunya obesitas. 

Saat terjadi sumbatan jalan napas ketika tidur, terjadilah apnea. Kondisi ini amat memengaruhi kualitas tidur dan kebugaran penderita di pagi hari.

3. Insomnia

Insomnia merupakan kondisi seseorang sulit untuk jatuh tertidur atau sulit untuk tidur nyenyak di malam hari.

4. Restless Leg Syndrome (RLS)

Merupakan gangguan tidur yang menyebabkan munculnya sensasi seperti kesemutan atau menusuk di kaki, disertai urgensi untuk menggerakkannya selagi tidur.

5. Hipersomnia

Hipersomnia adalah kondisi untuk sulit menjaga tubuh tetap bangun di siang hari. Namun, penderita akan merasakan sulit tertidur di malam hari.

6. Parasomnia

Adanya perilaku yang tidak biasa selama tidur, seperti berjalan, berbicara, makan saat tidur.

Masih banyak lagi kondisi lain yang menyebabkan masalah sering terbangun saat tidur, selain Alzheimer. Apakah Anda termasuk orang-orang yang mengalami gangguan tidur tersebut?

Untuk mengetahui betul kondisi mana yang terjadi pada diri Anda, pemeriksaan lengkap oleh dokter sangat diperlukan.

Konsultasikan segala keluhan kesehatan bersama dokter kami melalui fitur Live Chat di aplikasi Klikdokter.

[HNS/JKT]

0 Komentar

Belum ada komentar