Sukses

Mengenal Aorta Dissection, Penyakit yang Diderita Dahlan Iskan

Dahlan Iskan mengungkapkan bahwa dirinya menderita aorta dissection. Penyakit apa itu?

Klikdokter.com, Jakarta Setelah lama tak berkabar, Dahlan Iskan mengejutkan warganet dengan cuitan yang diunggah di akun twitter pribadinya. Pria kelahiran 1951 ini menyebutkan bahwa dirinya menderita penyakit aorta dissection atau lebih dikenal sebagai diseksi aorta.

“Kalau ada yang bertanya Dahlan kemana beberapa bulan ini? Saya dirawat di salah satu RS karena menderita Aorta Dissection yang mengancam ke kematian dan sekarang saya menjadi manusia setengah bionic,” katanya di akun twitter @iskan_dahlan.

Mengenal aorta dissection

Aorta dissection alias diseksi aorta merupakan kondisi robeknya lapisan dinding pembuluh darah aorta, yang merupakan pembuluh darah terbesar di dalam tubuh. Penyakit ini dapat menyebabkan darah bocor dan keluar dari dinding pembuluh darah, sehingga berbagai organ dalam tubuh akan kekurangan pasokan darah.

Aorta dissection dapat merenggut nyawa penderitanya. Kondisi ini dapat terjadi karena penyakit tersebut dapat menyebabkan pembuluh darah aorta pecah sewaktu-waktu.

Studi mencatat bahwa setiap tahunnya, sebanyak 4 dari 100.000 orang menderita penyakit aorta dissection, dan hampir 50% di antaranya meninggal dunia. Penyakit ini banyak dialami oleh penderita hipertensi alias darah tinggi yang tidak mengontrol tekanan darahnya dengan saksama.

Kenali gejalanya 

Aorta dissection atau diseksi aorta memiliki gejala yang mirip dengan serangan jantung. Orang yang terkena penyakit ini umumnya mengeluhkan nyeri dada yang makin lama makin berat.

Sebagian penderita aorta dissection mendefinisikan sensasi nyeri dada yang terjadi bagaikan disayat pisau. Selain itu, penderita juga dapat mengalami keluhan sesak napas, pusing, bahkan tak sadarkan diri. Beratnya gejala yang dialami tergantung seberapa parah robekan aorta yang terjadi.

Dokter akan melakukan pemeriksaan CT-scan dada dan ekokardiografi untuk memastikan adanya robekan aorta, dan menilai luasnya robekan yang terjadi. Bila benar terjadi aorta dissection, penderita harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Alat untuk memonitor tekanan darah, irama jantung, dan pernapasan akan dipasang untuk memantau ketat kondisi pasien.

Tersedia dua jenis pengobatan yang dapat membantu mengatasi penyakit aorta dissection. Jenis yang pertama adalah pemberian obat beta bloker untuk menurunkan tekanan darah pasien dan memperlambat denyut jantung, sehingga robekan aorta tidak bertambah parah. Sedangkan jenis pengobatan yang kedua adalah dengan operasi penggantian pembuluh darah aorta.

Dua minggu pertama setelah pengobatan, pasien akan mengalami masa-masa kritis yang rentan berujung pada kematian. Bila pasien bisa bertahan, maka peluangnya untuk bisa bertahan hidup dan pulih kembali cukup besar.

Kiat untuk mencegah aorta dissection

Untuk mencegah terjadinya aorta dissection atau diseksi aorta, penderita hipertensi dianjurkan untuk selalu mengontrol tekanan darahnya dengan baik. Untuk diketahui, tekanan darah dianggap baik bila tekanan darah sistolik kurang dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik kurang dari 90 mmHg.

Agar tekanan darah terkontrol, beberapa hal yang perlu dilakukan meliputi:

  • Mengatur pola makan dengan baik. Banyak mengonsumsi makanan tinggi serat, membatasi garam, dan mengurangi asupan berlemak.
  • Melakukan latihan jasmani dengan teratur, setidaknya lima kali seminggu dengan durasi 30 menit per hari.
  • Mengonsumsi obat antihipertensi sesuai petunjuk dokter.
  • Kontrol ke dokter setiap 3-6 bulan sekali, atau sesuai dengan anjuran dokter.
  • Menghindari rokok dan paparan asap rokok

Aorta dissection alias diseksi aorta seperti yang dialami Dahlan Iskan merupakan penyakit berbahaya yang dapat merenggut nyawa. Segera terapkan gaya hidup sehat, agar penyakit ini tidak terjadi pada diri Anda.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar