Sukses

Cara Terbaik Memberikan Edukasi Seks kepada Anak

Tanggalkan rasa risih Anda sebagai orang tua, dan ketahui cara terbaik memberikan edukasi seks pada anak

Klikdokter.com, Jakarta Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, seks bukan topik yang umum dibicarakan dalam percakapan sehari-hari. Seks masih menjadi hal tabu, sehingga banyak orang tidak memperbincangkannya, apalagi dengan anak. Akhirnya, banyak orang tua tidak memberikan edukasi seks kepada anak.

Padahal, edukasi seks sangat penting diberikan sejak dini. Di era serba digital saat ini, anak bisa memperoleh informasi dari mana saja dan kapan saja, tidak terkecuali informasi mengenai seks.

Hal tersebut membuat anak rentan memperoleh informasi yang salah dan menyesatkan. Karena itu, banyak pakar menyebutkan bahwa pendidikan seks terbaik bagi anak berasal dari keluarga.

Tidak hanya itu, anak yang mendapat edukasi seks sejak dini dari orang tua akan memiliki perilaku seks yang sehat di masa depan, memiliki pemahaman yang baik tentang seksualitas, serta memiliki kedekatan personal dengan orang tua.

1 dari 3 halaman

Kiat memberikan edukasi seks kepada anak

Masalahnya, banyak orang tua yang kikuk, bingung, dan merasa risih ketika hendak membicarakan topik seks dengan anak. Nah, beberapa hal berikut mungkin dapat Anda lakukan, saat akan memberikan edukasi seks kepada anak:

1.    Awali dengan baik

Tidak banyak anak yang akan langsung bertanya perihal seks kepada orang tua, terutama anak yang menginjak usia remaja. Karena itu, orang tua harus mengambil inisiatif untuk memulai percakapan mengenai topik seks. Saat hendak memulai percakapan, bangun suasana hangat, akrab, dan terbuka dengan anak. Dorong anak agar tidak segan untuk bertanya kepada Anda.

2.    Identifikasi pengetahuan anak

Mulailah dengan mengajukan pertanyaan untuk mengetahui pandangan atau pemahaman anak mengenai seks. Misalnya, “Menurut kamu, bayi itu berasal dari mana?” atau “Menurut kamu, boleh tidak keluar kamar mandi tanpa pakai handuk?” dan pertanyaan lain yang serupa. Hal ini penting untuk mengetahui apakah informasi yang diterima anak sudah tepat atau belum.

3.    Koreksi bila terdapat informasi yang salah

Dengan sikap yang lembut dan sabar, koreksi segera bila ternyata apa yang anak utarakan adalah informasi yang salah.

4.    Selalu gunakan kalimat sederhana

Usahakan untuk menggunakan kalimat sederhana yang mudah dipahami anak. Saat menjelaskan sebuah proses, misalnya proses terjadinya kehamilan, jelaskan dengan ringkas dan sesuai dengan tingkat pemahaman anak.

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

5.    Gunakan media lain sebagai bantuan

Anak sering kali lebih mudah mengerti sesuatu saat menggunakan bantuan media lain, seperti gambar, poster, video edukatif, ataupun lagu. Saat ini, banyak tersedia ilustrasi yang memudahkan Anda menjelaskan topik seks kepada anak. Yang penting untuk diingat adalah selalu dampingi anak saat menggunakan media-media tersebut.

6.    Akui bila tidak tahu

Pendidikan seks tidak dapat selesai dalam satu atau dua momen. Hal ini berlangsung terus-menerus, seiring dengan perkembangan pemahaman anak. Bila ada sesuatu yang belum Anda ketahui, atau Anda belum menemukan cara untuk menjelaskan dengan baik kepada anak, jangan ragu untuk mengakuinya. Sampaikan bahwa Anda akan mencari informasi mengenai hal tersebut, dan segera memberitahukannya pada anak.

7.    Jangan tertawakan anak

Sesederhana apapun pertanyaan atau kalimat yang disampaikannya, jangan tertawakan anak. Saat Anda menertawakannya untuk kalimat yang mungkin tampak sepele, anak akan merasa tidak dihargai. Ini dapat membuatnya menjadi tertutup dan tidak ingin lagi bercerita kepada Anda.

8.    Tanamkan nilai moral yang baik

Saat memberikan edukasi seks, tanamkan pemahaman bahwa tubuhnya diciptakan baik dan sempurna oleh Tuhan, sehingga ia akan menghargainya, bertanggung jawab, dan memiliki pandangan positif terhadap anggota tubuhnya.

Memberikan edukasi seks kepada anak sangat penting, dan orang tua berperan besar dalam hal ini. Yakinkan anak bahwa Anda selalu ada bagi mereka dan dapat menjadi sumber informasi yang terpercaya, sehingga anak bisa selalu bersikap terbuka terhadap Anda.

[BA/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar