Sukses

5 Kiat Membesarkan Anak Menjadi Pribadi Mandiri

Memiliki anak yang tumbuh mandiri menjadi idaman para orang tua. Ini caranya mendidik anak jadi mandiri.

Klikdokter.com, Jakarta Dalam tahap perkembangan anak, dia membutuhkan orang tua sebagai tempat 'bergantung' sebelum menjadi mandiri. Misalnya saat masih bayi, anak bergantung pada orang tua untuk melakukan aktivitas dasar seperti pergerakan, membersihkan diri, dan kebutuhan gizi.

Seiring usia bertambah, anak akan menjadi lebih mandiri dalam hal melakukan aktivitas dasar. Namun anak tetap bergantung pada kasih sayang, perlindungan, arahan, serta dukungan Anda. Lalu di saat dewasa, anak (pada umumnya) sudah tidak lagi bergantung pada orangtua di semua aspek kehidupannya.

Sebagai orang tua, Anda tentu mendambakan anak tumbuh mandiri. Agar bisa membesarkan anak menjadi mandiri di masa depan, Anda dapat menerapkan beberapa kiat berikut ini:

1.     Berikan kesempatan anak menenangkan diri (untuk anak usia di atas 6 bulan)

Apa yang Anda lakukan, ketika anak menangis saat bangun dari tidur siang? Apakah Anda langsung menggendongnya? Jika ya, cobalah untuk tidak langsung menggendong anak ketika dia menangis.

Awalnya, Anda mungkin merasa tidak tega. Namun, berikan waktu perlahan. Misalnya, biarkan anak menangis selama 5 menit, lalu perlahan 10 menit, dan seterusnya. Lama-kelamaan anak akan belajar untuk 'menenangkan' dirinya sendiri. Namun pastikan semua kebutuhan dasarnya terpenuhi, seperti anak sudah menyusu dan kenyang, popoknya kering, serta lingkungan tidurnya aman dan nyaman.

2.     Biarkan anak asyik dengan aktivitasnya sendiri (untuk anak di atas 18 bulan)

Semakin usia bayi bertambah, perhatian yang harus orang tua curahkan tentu berkurang. Setelah berusia di atas 18 bulan-2 tahun, anak biasanya sudah mampu 'menyenangkan' dirinya sendiri dengan aktivitas atau permainan tertentu, tanpa Anda.

Ketika anak sudah terlihat asyik sendiri, cobalah seolah 'mengabaikannya' (namun tetap awasi anak) dengan melakukan aktivitas Anda sendiri, seperti membaca majalah atau melipat baju. Ketika anak mulai rewel, cobalah untuk tidak langsung mendiamkan anak dan tunggu beberapa saat.

3.     Minta anak membantu pekerjaan rumah (untuk anak di atas 3 tahun)

Salah satu kiat membesarkan anak yang mandiri adalah meminta anak untuk membantu pekerjaan rumah. Namun, Anda tetap perlu menyesuaikan dengan usia anak, serta mendampingi dan melatih anak.

Untuk anak usia 3 tahun, Anda dapat memintanya untuk membereskan mainan atau menumpuk bukunya yang sudah selesai dia baca. Lalu untuk anak yang lebih besar, mulai dari 6 tahun, minta anak untuk membersihkan tempat tidurnya atau membantu memasukkan bekalnya untuk sekolah.

4.     Berikan kesempatan anak memilih (untuk anak di atas 4 tahun)

Memberikan anak kesempatan untuk memilih akan membuat dia tumbuh menjadi pribadi mandiri. Contohnya, biarkan anak membuat keputusan tentang baju warna apa yang ingin ia kenakan hari ini. Dengan membiarkan anak mengambil keputusan sendiri dan tidak memaksakan kehendak Anda, anak juga akan belajar mengenai konsekuensi atas pilihan yang ia buat.

5.     Ajarkan anak untuk menabung (untuk anak di atas 7 tahun)

Menabung dan mengelola keuangan dapat menjadi cara agar anak tumbuh menjadi mandiri. Anak sering kali bersifat impulsif dan menginginkan suatu barang (atau mainan tertentu) tanpa memahami nilai dan manfaatnya. Mengajarkan anak menabung akan membuatnya lebih menghargai nilai suatu barang.

Minta anak untuk menyisihkan sebagian uang jajannya untuk menabung. Di saat anak menginginkan suatu barang atau mainan, dia bisa membelinya dari uang tabungannya yang sudah terkumpul.

Cara lainnya, Anda dapat memberikan anak 'hadiah', ketika ia berhasil mencapai prestasi tertentu. Tidak selalu hadiah bernilai materi, namun bisa berupa pujian bagi anak.

Anda bisa menerapkan kiat-kiat di atas dalam mendidik anak untuk tumbuh mandiri. Namun, Anda tentu saja bisa menyesuaikan kembali dengan sifat dan kondisi anak, serta kultur di keluarga Anda. Yang terpenting, Anda perlu selalu memperhatikan dan mendampingi setiap tahapan perkembangan anak.

[BA/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar