Sukses

Benarkah Infeksi Bakteri Sebabkan Kelahiran Prematur?

Infeksi bakteri dituding sebagai salah satu penyebab kelahiran prematur. Apa kata para ahli tentang hal ini?

Klikdokter.com, Jakarta Menjadi seorang ibu hamil merupakan perkara yang tidak mudah. Selain harus mengonsumsi makanan sehat setiap hari, ibu hamil juga dituntut untuk selalu menjaga dirinya agar tidak terserang infeksi bakteri. Ini karena infeksi bakteri disebut-sebut sebagai salah satu kondisi yang dapat menyebabkan kelahiran prematur.

Sebuah penelitian mengungkapkan, wanita hamil bisa melahirkan secara prematur apabila ditemukan bakteri dalam sistem reproduksinya. Penelitian yang dilakukan oleh Imperial College London ini mengambil sampel dari 250 wanita sehat dan 87 wanita yang mengalami ketuban pecah dini. Penelitian itu menyimpulkan, kelahiran prematur bisa terjadi karena adanya bakteri pada vagina.

“Studi ini adalah salah satu yang pertama menunjukkan bahwa hampir separuh wanita hamil yang mengalami ketuban pecah dini mengalami infeksi bakteri di bagian vaginanya,” kata salah satu peneliti di Imperial College London, Dr. David MacIntyre.

Salah satu bakteri yang dapat menyebabkan kelahiran prematur adalah lactobacillus. Bakteri ini juga diketahui dapat menyebabkan ibu hamil mengalami sepsis, yaitu suatu kondisi yang dapat mengancam keselamatan ibu dan janin dalam kandungan.

Belum terbukti

Sehubungan dengan penelitian di atas, Profesor Siobhan Quenby dari Royal College of Obstetricians and Gynecologists mengatakan bahwa studi-studi lanjutan masih sangat dibutuhkan untuk benar-benar memastikannya. Ini artinya para ahli masih belum dapat membuktikan bahwa infeksi bakteri pada ibu hamil dapat secara langsung menyebabkan kelahiran prematur.

Meski begitu, tak ada salahnya bagi ibu hamil untuk selalu waspada agar dirinya tidak mengalami kelahiran prematur. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memperkecil risiko tersebut, di antaranya:

1. Mencukupi kebutuhan gizi selama hamil

Selama hamil, seorang wanita membutuhkan asupan gizi yang lebih daripada biasanya. Oleh karena itu, ibu hamil dianjurkan untuk makan sedikit lebih banyak dengan komposisi yang seimbang.

Menurut dr. Fiona Amelia, MPH, beberapa makanan yang dapat dijadikan pilihan untuk dikonsumsi secara rutin selama hamil meliputi serealia dan polong-polongan, ikan seperti salmon, telur, yogurt, dan sayur-sayuran hijau.

2. Rutin periksa kandungan

Wanita hamil dianjurkan untuk memeriksakan kondisi kandungannya secara berkala ke dokter. Tindakan ini bertujuan agar segala sesuatu yang terjadi pada ibu hamil dapat terpantau dengan baik.

Tak hanya itu, dr. Suci Dwi Putri menyebutkan bahwa pemeriksaan yang dilakukan selama hamil juga dapat membantu sang ibu mempersiapkan kondisi fisik dan mental selama hamil dan menjelang persalinan.

3. Menghindari rokok dan alkohol

Tidak hanya menyebabkan kelahiran prematur, alkohol dan rokok juga dapat menyebabkan keguguran, janin meninggal di dalam rahim, bayi lahir cacat, dan gangguan perilaku pada payi. Oleh karena itu, sebaiknya Anda benar-benar menjaga diri dari alkohol dan rokok selama kehamilan.

4. Menjaga berat badan tetap ideal

Wanita yang mengalami kelebihan berat badan alias obesitas selama hamil berpotensi besar untuk terkena komplikasi kehamilan, salah satunya kelahiran prematur. Oleh karena itu, pastikan Anda selalu menjaga berat badan tetap ideal selama hamil dengan memperhatikan segala asupan yang dikonsumsi.

5. Menghindari paparan bakteri berbahaya

Ibu hamil dianjurkan untuk mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir secara rutin, khususnya setelah dari toilet, sebelum makan, dan sebelum memegang hidung, mulut, atau mata.

Di samping itu, ibu hamil juga disarankan untuk menggunakan masker ketika keluar rumah, menjaga kebersihan tubuh secara menyeluruh, dan tidak mengonsumsi segala jenis asupan yang bersifat mentah.

Oleh karena itu, selalu perhatikan kesehatan Anda selama hamil, agar tidak mengalami kelahiran prematur atau kondisi berbahaya lainnya. Segera periksakan diri Anda ke dokter jika merasa ada sesuatu yang tidak wajar dengan kehamilan.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar