Sukses

Waktu yang Tepat untuk SADARI, Periksa Payudara Sendiri

Kanker payudara dapat dicegah sedari dini dengan SADARI alias Periksa Payudara Sendiri.

Klikdokter.com, Jakarta SADARI atau pemeriksaan payudara sendiri merupakan cara mudah untuk mendeteksi adanya kanker payudara sejak dini. Metode ini dapat dilakukan sendiri di rumah sehingga selain mudah, bisa dijalankan di manapun dan kapanpun. Terutama untuk wanita karier yang sibuk, tetap dapat melakukan pemeriksaan ini di sela-sela kesibukan.

Dengan SADARI ini, setiap wanita menjadi peka akan kondisi payudaranya masing-masing. Tidak hanya kanker payudara, SADARI dapat mengetahui adanya benjolan, kista, atau kondisi abnormal lainnya di payudara Anda. 

Kemampuan SADARI untuk mendeteksi kanker payudara cukup baik, yaitu 20–30%. Tentunya jika menemukan kejanggalan, Anda dapat lebih cepat menemui dokter dan lebih cepat juga ditangani.

Kapan perlu melakukan SADARI?

SADARI sebaiknya dilakukan secara rutin oleh setiap wanita usia reproduktif (telah menstruasi). American Cancer Society merekomendasikan pemeriksaan ini dilakukan sejak seorang wanita berusia 20 hingga 40 tahun, setiap 3 tahun sekali.

Dokter menganjurkan pemeriksaan ini dilakukan beberapa hari setelah menstruasi selesai. Hal ini dikarenakan pada waktu tersebut, kondisi payudara dinilai paling optimal, yaitu tidak membengkak dan cukup lembut untuk diperiksa.

Bagaimana cara melakukan SADARI?

Dengan melakukan SADARI, Anda dapat melihat adanya perubahan pada payudara. Ini meliputi perubahan bentuk dan warna, adanya benjolan, perubahan pada putting, hingga adanya cairan dari puting.

Berikut cara untuk melakukan SADARI:

Gunakan cermin untuk melihat kondisi payudara. Lihat apakah payudara Anda simetris kiri dan kanan. Lalu adakah perubahan pada puting, misalnya puting tertarik ke dalam atau perubahan kulit payudara menyerupai kulit jeruk. Pemeriksaan ini dilakukan dengan posisi tangan yang diletakkan di samping tubuh.  

Setelah itu, angkat kedua tangan ke atas dan nilailah kembali payudara Anda. Letakkan kedua tangan di pinggang dan kembali cermati payudara Anda seperti langkah nomor 1. 

Angkat satu tangan dan periksa payudara di sisi tangan tersebut dengan tangan yang lainnya. Tekan payudara dari atas ke bawah, mulai dari sisi yang paling luar kemudian mengarah ke dalam dengan tiga jari yang dirapatkan. Rasakan apakah terdapat benjolan pada payudara tersebut. Ulangi untuk payudara sebelahnya. 

Tekan payudara ke arah puting dengan kedua tangan seperti memijat, dan lihat apakah ada cairan yang keluar. Pada posisi berbaring, letakkan bantal kecil di bawah bahu kanan, lengan kanan di bawah kepala. Periksa payudara kanan dengan tangan kiri dengan meratakan jari-jari secara mendatar untuk merasakan adanya benjolan. Periksa pula lipatan lengan, ketiak, dan batas luar payudara. 

Jika menemukan adanya kejanggalan pada payudara Anda, segeralah menemui dokter untuk diperiksa lebih lanjut. SADARI memang tidak dapat mencegah kanker payudara, tetapi dengan terdeteksi lebih awal akan memengaruhi prognosis pengobatan yang diberikan. Makin cepat diobati tentunya akan lebih baik.

Selain SADARI, setiap wanita di atas 35 tahun juga dianjurkan menjalani mamografi secara rutin. Mamografi adalah pemeriksaan payudara mengggunakan metode ultrasound. Pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan setiap 3 tahun, dan bagi mereka yang berusia di atas 50 tahun setiap satu tahun sekali.

Melakukan SADARI dan mamografi secara rutin akan membantu Anda terhindar dari momok kanker payudara serta ikut menurunkan angka kematian pada kanker payudara.

[RS/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar