Sukses

Pertolongan Pertama Bila Tersengat Ikan Pari

Tersengat ikan pari adalah kondisi darurat yang harus segera ditangani agar tak membahayakan nyawa. Bagaimana pertolongan pertamanya?

Klikdokter.com, Jakarta Memiliki bentuk tubuh yang pipih, lentur, dan terlihat seperti ‘terbang’ di dalam lautan, inilah yang menjadikan ikan pari sebagai salah satu hewan laut yang banyak dikagumi. Namun, di balik keindahannya, sengatan ikan pari bisa sangat berbahaya bagi manusia. Menteri Agama, Lukman Hakim Saifudin, baru saja mengalami kejadian tersengat ikan pari dan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Sengatan ikan pari juga umum dialami para penyelam, dan pernah dialami juga oleh pemburu buaya yang terkenal di dunia, Steve Irwin, pada bulan September 2016. Dikatakan oleh videografer yang menyaksikan saat serangan terjadi, ratusan sengatan ikan pari yang sangat fatal menyebabkan nyawa Steve tak tertolong.

Hal yang paling berbahaya dari ikan yang masih berkerabat dengan ikan hiu ini adalah bagian ekornya. Ekor ikan pari yang sangat tajam, mampu merobek jaringan tubuh manusia dengan luas dan dalam waktu yang cepat. Tak hanya tajam, melalui bagian ekornya, ikan pari akan mengeluarkan racun ke dalam jaringan tubuh manusia.

Racun ikan pari menyebabkan otot polos berkontraksi terus menerus, serta membuat sel dalam tubuh mati dalam waktu yang cepat. Oleh karena itu, jika seseorang tersengat ikan pari, ia harus mendapatkan pertolongan medis segera agar tak menimbulkan hal yang fatal.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

Sambil menunggu bantuan medis datang, berikut ini beberapa langkah pertolongan pertama yang perlu dilakukan jika tersengat ikan pari:

1.    Bersihkan luka dengan air

Saat masih berada di laut, segera bersihkan luka dengan air yang ada (dapat dibersihkan dengan air laut) dengan cara mengguyur luka dengan air. Tujuannya adalah untuk membersihkan luka dari duri dan fragmen tulang ikan pari yang tertinggal di dalam luka. Setelah itu, segera angkat korban dan pindahkan ke darat.

2.    Rendam luka dengan air panas

Sesampainya di darat, segera rendam luka dengan air panas. Namun, hati-hati jangan sampai air panas tersebut menyebabkan luka bakar. Suhu air yang disarankan adalah sekitar 40 derajat celcius.

Rendam luka dengan lama maksimal selama 90 menit. Merendam luka dengan air panas bertujuan untuk mematikan racun ikan pari dan mengurangi nyeri yang dirasakan oleh korban.

3.    Cuci luka dengan air dan sabun

Untuk mematikan bakteri, cuci luka dengan air mengalir dan sabun. Caranya, luka digosok secara perlahan dengan sabun, lalu bilas dengan air bersih yang mengalir. Bila ada perdarahan dari luka, tekan dengan kasa atau kain. Jangan menutup luka rapat-rapat karena bisa membuat infeksi berat bila masih ada kuman di dalam luka.

Setelah bantuan datang, tim medis akan memeriksa kondisi penderita, memasang infus, dan membebat luka agar tidak terjadi perdarahan terus menerus. Setibanya di rumah sakit, hal paling utama yang harus dilakukan adalah membersihkan luka, memberikan antibiotik dan antinyeri.

Antibiotik dapat dioleskan di luka atau dapat diberikan melalui suntikan, tergantung kondisi lukanya. Selain itu, imunisasi tetanus dan serum antitetanus umumnya juga akan diberikan.

Di rumah sakit juga akan dilakukan pemeriksaan foto rontgen atau CT-scan untuk mengetahui apakah masih ada partikel tubuh ikan pari yang tertinggal. Bila didapatkan masih ada partikel yang tertinggal (misalnya duri), tak jarang operasi dianggap diperlukan.

Setelah semua pertolongan gawat darurat sudah diberikan, korban sengatan ikan pari harus dirawat di rumah sakit, setidaknya selama tiga hari. Tujuannya adalah agar luka dapat diobservasi ketat oleh dokter.

Menyelam untuk menikmati keindahan ikan pari memang menyenangkan. Namun, hati-hati dan harus diketahui bahwa ikan pari bisa sangat berbahaya lewat sengatannya. Bila tersengat ikan pari, jangan pernah menganggapnya sebagai hal yang sepele. Segera panggil bantuan dan lakukan pertolongan pertama agar sengatan ikan pari tak menyebabkan komplikasi yang berbahaya.

(RN/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar