Sukses

Usia Ideal Anak untuk Mulai Diberikan Edukasi Seks

Agar tidak salah memahami tentang seksualitas, anak perlu edukasi seks sedini mungkin. Kapan usia yang tepat?

Klikdokter.com, Jakarta Meski sudah tahun 2018, sebagian besar kelompok masyarakat Indonesia masih saja menganggap seks menjadi hal yang tabu untuk diperbincangkan. Latar belakang budaya Timur membuat seks menjadi topik yang sebaiknya dihindari, dan sulit untuk dibicarakan dalam percakapan kasual.

Hal ini tampaknya juga dirasakan Anda sebagai orang tua, yang mana banyak dari Anda sering merasa gelisah dan risih ketika bersinggungan dengan topik ini.  Jika membicarakan seks saja masih dirasa risih, bagaimana memulai memberikan edukasi seks pada anak?

Pentingnya edukasi seks pada anak

Memberikan edukasi seks pada anak adalah hal yang sangat penting, apalagi kini anak hidup di era serba digital yang mana akses terhadap informasi tak terbatas. Perkembangan teknologi yang begitu pesat membuat anak dapat memperoleh informasi kapan saja dan dari mana saja dengan mudah, termasuk informasi mengenai seks. Karenanya, sebelum anak memperoleh informasi dari sumber yang salah dan merespons dengan pemahaman yang juga salah, orang tua harus mulai memberikan edukasi seks yang tepat sejak dini.

Edukasi seks pada anak memiliki berbagai manfaat seperti menanamkan perilaku seks yang sehat dan bertanggung jawab, menanamkan nilai-nilai moral yang baik, menolong anak memiliki pemahaman yang benar tentang seksualitas, serta membangun keterbukaan komunikasi antara orang tua dan anak, terutama mengenai topik seks.

Selain itu, tujuan yang tidak kalah penting dari pendidikan seks adalah mencegah anak menjadi korban “pedofilia” ataupun melakukan hubungan seks yang tidak bertanggung jawab di masa yang akan datang. Berbagai studi menunjukkan bahwa anak yang memiliki kedekatan dengan orang tua dan memperoleh edukasi seks sejak dini cenderung tidak melakukan hubungan seksual sebelum menikah.

1 dari 2 halaman

Kapan sebaiknya memulai edukasi seks pada anak?

Pada dasarnya, tidak ada kata terlalu cepat untuk memulai pendidikan seks bagi anak. Sejak bayi, anak akan menunjukkan ketertarikan pada anggota tubuhnya, termasuk area kemaluannya. Beberapa pakar perkembangan psikologi anak mengatakan, bahwa sejak usia 18 bulan, saat anak sudah mulai dapat diajak berkomunikasi dua arah, Anda dapat mulai memberikan edukasi seks.

Di usia tersebut anak umumnya menyadari adanya perbedaan jenis kelamin dan tampak tertarik dengan organ genitalnya. Hal ini terlihat saat anak sering memegang atau menggosok alat kelaminnya. Bila demikian, jangan cepat-cepat memarahinya. Beritahu anak bahwa itu adalah organ kemaluannya.

Sampaikan dengan menggunakan nama sebenarnya, seperti penis untuk anak laki-laki dan vagina untuk anak perempuan. Hindari menggunakan jargon atau sebutan yang lain untuk alat kelamin. Hal ini bertujuan agar anak mengerti bahwa alat kelaminnya merupakan bagian dari anggota tubuhnya, sehingga ia punya persepsi yang benar.  

Bagian penting dari edukasi seks anak di usia 0-3 tahun adalah sebagai penanaman rasa malu. Misalnya, saat hendak memandikan anak biasakan untuk selalu menutup pintu kamar mandi, buka pakaian anak di ruangan tertutup, dan ingatkan anak bila ia tampak mengangkat-angkat bajunya. Saat memandikan anak pun beritahu padanya bahwa anggota tubuh yang tertutup pakaian dalamnya tidak boleh disentuh oleh siapapun kecuali dirinya sendiri dan orang tuanya.

Gunakan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti, serta berusahalah untuk selalu jujur dan terbuka pada anak saat Anda membicarakan topik seks. Bila anak bertanya tetapi Anda belum mengetahui jawabannya, jangan malu untuk mengakuinya. Karena sejatinya, pendidikan seks berlangsung sepanjang waktu.

Nah, bagaimana, sudah siap memulai edukasi seks pada anak? Jangan lupa untuk selalu membangun komunikasi yang hangat dan akrab saat memulai edukasi seks pada anak. Untuk orang tua yang sudah berpengalaman dalam membicarakan topik seks bersama anak, silakan share di kolom komentar mengenai pengalaman Anda beserta kiat-kiatnya.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar