Sukses

Inilah 4 Alasan untuk Tidak Bunuh Diri

Bunuh diri tidak akan menyelesaikan masalah. Tindakan keji ini justru berpotensi mendatangkan segudang persoalan baru.

Klikdokter.com, Jakarta Tidak sedikit kasus bunuh diri yang terjadi akhir-akhir ini. Mulai dari masyarakat umum hingga kalangan artis dunia seperti Jonghyun SHINee dan Mark ‘Glee’ Salling, bahkan tak lepas dari perilaku berbahaya itu.

Salah satu alasan mengapa bunuh diri semakin sering dilakukan adalah karena tindakan tersebut diyakini sebagai satu-satunya solusi untuk keluar dari segudang masalah dalam hidup. Padahal, pada kenyataannya tidaklah demikian.

Secara logika, bunuh diri justru akan menciptakan masalah-masalah baru, misalnya membuat keluarga menanggung beban yang lebih berat, atau menciptakan aib di kalangan kerabat dan orang terdekat.

Sedangkan dari segi ilmiah, peneliti dari departemen peradilan pidana di Wayne State University, Detroit, Steven Stack, Ph.D., menyebutkan bahwa bunuh diri dapat mencetuskan keinginan orang lain untuk meniru tindakan keji tersebut.

Alasan untuk Tidak Bunuh Diri

Bunuh diri terbukti bukan solusi atas segala masalah dalam hidup. Oleh karena itu, seburuk apa pun kondisi yang sedang Anda hadapi saat ini, jangan pernah sekali-sekali berpikiran untuk memilih bunuh diri sebagai jalan keluarnya.

Adapun beberapa alasan yang membuat Anda sebaiknya tidak berkeinginan untuk mengakhiri hidup dengan cara bunuh diri. Berikut beberapa di antaranya:

1.    Bunuh diri merupakan bentuk dari rasa tidak bersyukur

Dilahirkan sebagai makhluk dengan derajat yang paling tinggi di dunia adalah anugerah terbesar yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itu, sebagai bentuk ucapan syukur atas hal tersebut, Anda harus benar-benar memanfaatkan setiap kesempatan yang ada selama hidup.

Anda mungkin tidak sadar bahwa di luar sana banyak orang yang ingin hidup layaknya diri Anda. Cobalah untuk melihat ke bawah lebih sering, agar bisa mengetahui bahwa banyak orang yang tidak seberuntung diri Anda.

2.    Banyak makhluk bergantung pada Anda

Terdapat sekitar 6,7 miliar populasi manusia di bumi ini. Tanpa disadari, sebagian dari populasi tersebut sangat bergantung pada diri Anda. Keluarga, kerabat, sahabat, dan kekasih Anda adalah beberapa di antaranya.

Apakah pernah terbesit di pikiran, apa yang akan mereka alami dan rasakan jika Anda mengakhiri hidup dengan cara bunuh diri? Sedih, depresi, stres, kehilangan atau lebih dari itu. Anda tentu tidak ingin membuat orang-orang tercinta merasakan hal-hal tersebut, bukan?

3.    Tidak ada yang dapat menggantikan sosok Anda

Seperti telah disinggung sebelumnya, Anda adalah sosok yang sangat dibutuhkan oleh sebagian orang. Jika Anda mengakhiri hidup dengan cara bunuh diri, sosok Anda tentu tidak akan tergantikan, apa pun alasannya.

Apa yang ‘menempel’ di diri Anda tidak akan pernah ditemukan pada orang lain. Karena pada dasarnya, manusia diciptakan dalam bentuk berbeda-beda; mulai dari wajah, postur tubuh, hobi, tingkah laku, hingga sifat yang dimiliki di dalam diri. Ingat, Anda terlalu berharga untuk mengakhiri hidup dengan cara bunuh diri.

4.    Banyak momen berharga yang menanti Anda di depan

Bunuh diri membuat Anda tidak bisa menikmati momen berharga yang menanti di depan. Meski saat ini Anda sedang diselimuti masalah yang datang silih berganti, bukan tidak mungkin di depan Anda akan merasakan kebahagiaan yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Selalu ingat pesan yang disampaikan oleh R.A Kartini, “Habis gelap, terbitlah terang.”

Tanamkan dalam hati dan pikiran bahwa bunuh diri merupakan tindakan keji, yang tidak akan memberikan solusi apa-apa. Hal ini justru dapat mendatangkan masalah-masalah baru yang bahkan lebih besar. Oleh karena itu, pastikan Anda tidak melakukan tindakan keji ini. Jangankan untuk melakukannya, Anda pun sebaiknya tidak berpikiran tentang mengakhiri hidup dengan cara bunuh diri sama sekali.

Hadapi setiap masalah yang ada dengan tegar dan lapang dada. Yakinkan diri bahwa Anda adalah sosok yang lebih besar dari masalah yang merintang di depan mata. Jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater, jika sempat terbesit di pikiran untuk bunuh diri.

(RH)

0 Komentar

Belum ada komentar