Sukses

Aplikasi Ini Bisa Mencegah Orang Bunuh Diri

Jika Anda menemui orang-orang yang bertendensi bunuh diri, beberapa aplikasi berikut dapat mencegah tindakan tersebut.

Klikdokter.com, Jakarta Mark Salling, salah satu pemeran serial TV “Glee” ditemukan bunuh diri dengan cara gantung diri di hutan, pada Selasa (30/01/2018) lalu. Ia tewas beberapa minggu sebelum dipenjara karena tersangkut kasus pornografi anak.  

Pada Agustus tahun lalu, Salling sempat mencoba bunuh diri dengan memotong kedua pergelangan tangannya. Rencananya, aktor AS ini dijadwalkan untuk dijatuhi hukuman pada 7 Maret 2018. Ia diperkirakan akan divonis penjara selama empat sampai tujuh tahun.

Meninggalnya Mark menambah daftar sederet artis yang mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Menurut data yang dikeluarkan oleh WHO, hampir 800.000 orang meninggal karena bunuh diri setiap tahun. Data tersebut juga menunjukkan bahwa bunuh diri adalah penyebab utama kedua dari kematian bagi kelompok usia 15 hingga 29 tahun.

Selain itu, data Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2015 mengungkapkan bahwa 78% kasus bunuh diri terjadi di negara yang berpenghasilan rendah dan menengah. Melihat betapa bahayanya masalah ini, upaya pencegahan harus segera dilakukan untuk mengurangi tindakan bunuh diri.

Kini, upaya pencegahan tersebut makin meluas dan mengikuti perkembangan teknologi. Tentunya ini berguna untuk memperluas jangkauan, sehingga lebih banyak orang mendapatkan edukasi dan konseling.

Berikut ini beberapa aplikasi pencegah bunuh diri bagi Anda yang ingin mengedukasi diri sendiri maupun merengkuh seseorang yang membutuhkan.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

Berikut ini beberapa aplikasi pencegah bunuh diri bagi Anda yang ingin mengedukasi diri sendiri maupun merengkuh seseorang yang membutuhkan:

1. Stay Alive

Aplikasi ini ditujukan untuk orang-orang yang berpikir ingin melakukan bunuh diri, atau mereka yang khawatir kalau teman atau keluarganya memiliki kecenderungan bunuh diri. Tak hanya itu, aplikasi ini juga dilengkapi dengan fitur safety plan, kiat-kiat agar tetap positif, serta latihan pernapasan yang dibimbing.

2. HELP Prevent Suicide

Aplikasi HELP Prevent Suicide memiliki pendekatan singkat dan sederhana. Tampilan awal dari aplikasi ini menempatkan nomor kontak dan informasi pencegahan bunuh diri. Selain itu, aplikasi ini juga memberikan peringatan mengenai bagaimana cara Anda mendapatkan bantuan saat berkeinginan untuk bunuh diri. Ada pula kontak crisis center dan nomor darurat untuk konseling.

3. MY3

Aplikasi ini bertujuan untuk membuat Anda terhubung dengan lingkaran inti dalam hidup Anda. MY3 akan meminta tiga nomor yang bisa dihubungi, seperti teman, keluarga, atau terapis Anda. Dengan begitu, ketika keinginan bunuh diri itu terlintas maka aplikasi ini membantu untuk menjangkau orang-orang tersebut.

Aplikasi pencegahan bunuh diri yang disebutkan di atas adalah contoh aplikasi yang dikembangkan di luar negeri. Sayangnya, aplikasi pencegahan bunuh diri di Indonesia belum terlalu banyak.

Namun, ada beberapa layanan konseling yang tersedia yang dapat membantu memecahkan masalah Anda, seperti:

1. Save Yourself

Organisasi nirlaba yang memiliki 8.000 anggota ini dapat ditemui di akun Line @vol7047h.

Nomor yang bisa dihubungi adalah 0812-8332-6501.

2. Sehat Jiwa

Aplikasi sehat jiwa merupakan wadah komunikasi, edukasi, serta informasi tentang kesehatan jiwa bagi masyarakat yang dikembangkan oleh Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza Kementerian Kesehatan RI.

Nomor yang dapat dihubungi adalah 119.

3. Into the Light

Into the Light Indonesia adalah komunitas pencegahan bunuh diri yang digerakkan oleh anak muda lintas identitas dengan pendekatan berbasis bukti ilmiah dan hak asasi manusia. Pelayanan yang diberikan adalah dalam bentuk edukasi, kampanye, penelitian, dan kerja sama dengan organisasi nasional dan internasional untuk kesehatan jiwa dan pencegahan bunuh diri.

Kontak yang bisa dihubungi adalah intothelight.email@gmail.com dan pendampingan.itl@gmail.com

4. LSM Jangan Bunuh Diri

LSM Jangan Bunuh Diri dapat dikontak melalui email janganbunuhdiri@yahoo.com dan telepon di 021 9696 9293.

Hal pertama yang harus Anda lakukan jika menemui seseorang yang ingin bunuh diri adalah hindari memberikan label negatif atas tindakannya. Seseorang yang ingin bunuh diri sedang mengalami masa kritis dalam hidupnya. Berikan perhatian dengan menjadi pendengar yang baik, agar ia merasa sedikit lebih tenang.

Seperti yang diketahui, bunuh diri kerap dilakukan secara diam-diam. Saat seseorang melontarkan keinginan untuk bunuh diri, segera kontak orang-orang terdekatnya atau temui yang bersangkutan. Jangan biarkan dirinya dalam keadaan seorang diri dalam waktu yang lama.

Jika Anda merasa memiliki gejala depresi dan keinginan untuk bunuh diri, jangan ragu untuk menghubungi psikolog atau psikiater agar dapat segera dibantu. Atau bisa juga dengan mengontak layanan konseling yang telah kami sebutkan.

[RS/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar