Sukses

Kiat Memilih Sashimi yang Sehat

Agar terhindar dari gangguan kesehatan, Anda perlu memilih sashimi yang enak sekaligus sehat.

Klikdokter.com, Jakarta Masakan khas Jepang, seperti sushi, sashimi, ramen, udon, dan lainnya memiliki daya tarik sendiri. Di antara semua itu, sashimi merupakan salah satu favorit banyak orang.

Sashimi adalah hidangan dari daging ikan mentah yang dipotong-potong. Namun tidak semua jenis ikan bisa digunakan sebagai bahan untuk membuat sashimi. Kadang, binatang laut lainnya, seperti cumi-cumi dan gurita juga bisa digunakan sebagai bahan utama.

Tidak hanya mempunyai rasa enak, sashimi juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh manusia. Pembuatan sashimi menggunakan bahan mentah yang masih segar. Di samping itu, tidak ada tambahan bumbu tertentu atau pewarna makanan pada sashimi yang dapat merugikan tubuh manusia.

Nutrisi yang terkandung di dalam sashimi juga sangat tinggi. Contohnya, salmon sashimi yang kaya akan asam lemak baik seperti omega-3 dan 6. Kandungan tersebut membantu dapat meningkatkan kesehatan jantung Anda. Di samping itu, sashimi kaya akan protein dan vitamin.

1 dari 2 halaman

Hati-hati dalam memilih sashimi

Meski bermanfaat bagi kesehatan tubuh, Anda tetap perlu hati-hati dalam memilih sashimi. Karena menggunakan bahan baku yang mentah, Anda harus lebih teliti dalam memilih dan memperhatikan bahan baku tersebut sebelum mengonsumsinya.

Berikut kiat untuk memilih sashimi yang sehat:

1.     Bermula dari pemilihan ikan

Karena sebagian besar sashimi menggunakan ikan sebagai bahan utama,  maka sangat penting untuk dapat memilih ikan yang segar dengan kualitas baik. Ada dua cara untuk melihat kualitas ikan.

Pertama, Anda dapat mencium baunya. Jika bau ikan sudah tidak enak seperti membusuk atau terlalu amis, jangan mengonsumsinya. Ikan yang memiliki kualitas baik hampir tidak memiliki bau.

Kedua, lihat mata ikan, apakah keruh atau masih jernih? Hindari memilih ikan yang warna matanya sudah keruh.

2.     Lihat potongan filet

Jika ikan sudah dalam bentuk filet, Anda masih dapat menilai dengan mencium bau dan melihat teksturnya. Jika tekstur ikan cenderung kering dan kusam, maka kemungkinan besar kualitas ikan sudah menurun.

Tekstur filet yang baik adalah tampak cerah dan sedikit lembap. Contohnya, ikan tuna yang masih segar memiliki warna kemerahan. Sedangkan kualitas ikan tuna yang sudah buruk memiliki warna yang cenderung merah muda.

3.     Lihat lemak

Jika sering memperhatikan ikan salmon, Anda akan melihat garis putih yang merupakan lemak. Semakin tebal garis putih yang ada, semakin sedikit ikan tersebut bergerak.

Sebagian besar ikan salmon berasal dari peternakan. Karena itu, hal ini dapat menjadi tanda, apakah peternakan ikan tersebut baik atau buruk?

Ikan yang dapat bergerak leluasa secara tidak langsung lebih banyak menggunakan otot-ototnya. Alhasil, tekstur daging yang ada menjadi lebih kencang dan mengandung sedikit lemak. Garis putih yang semakin tipis menandakan ikan tersebut berasal dari peternakan yang baik.

4.     Ikan ternak dan ikan liar

Jika bisa memilih antara ikan yang diternak atau ikan yang ditangkap di alam bebas, pilihlah ikan yang ditangkap di alam bebas. Mengapa? Seperti penjelasan sebelumnya, ikan di alam bebas lebih banyak bergerak dan cenderung lebih sehat, dibandingkan dengan ikan yang diternak di peternakan ikan.

Demikian tadi beberapa kiat dalam memilih sashimi yang sehat. Jadi sebelum mengonsumsi, Anda perlu memastikan bahwa sashimi yang tersaji di meja makan memiliki aroma dan tekstur yang baik.

[BA/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar