Sukses

Malas Pakai Bra, Amankah untuk Kesehatan Payudara?

Fungsi bra untuk payudara tak “sekeramat” yang Anda kira.

Klikdokter.com, Jakarta Apakah Anda termasuk penganut konsep “No Bra, No Problem” yang makin populer beberapa tahun belakangan ini? Baik karena alasan kemalasan (baca: kepraktisan) atau kenyamanan yang hakiki. Jika jawabannya ya, pernahkah Anda terpikir akan dampaknya terhadap kesehatan payudara?

Tren braless

Gerakan melepas bra atau braless bukanlah fenomena baru. Pada era 60-an, sekelompok feminis di Amerika Serikat menyerukan konsep ini sebagai simbol kebebasan dan penolakan atas pandangan tradisional terhadap femininitas.

Berpuluh tahun kemudian, para wanita millennial berbondong mengikuti jejak pendahulunya dan mengunggah video di YouTube dengan tajuk “Why I Don’t Wear a Bra”, untuk berbagi alasan mengapa mereka tidak memakai bra. Pertimbangannya pun beragam: ada yang politis seperti para feminis tersebut, tetapi ada pula yang melakukannya atas dasar kenyamanan dan bahkan kesehatan.

Banyak dari mereka mengutip penelitian tahun 2013 yang dilakukan oleh para periset Prancis, yang menemukan bahwa melepas jeratan bra dapat meningkatkan produksi kolagen dan memperkuat jaringan payudara, terutama pada wanita yang lebih muda.

Beberapa selebritas juga mengikuti tren braless ini, seperti Rihanna, Bella Hadid, dan Selena Gomez. Apakah mereka melakukannya untuk sekadar cari sensasi atau kenyamanan, entahlah. Namun yang pasti, kini sebagian wanita melihat perihal per-kutang-an sebagai pilihan, bukan lagi kewajiban.

1 dari 2 halaman

Dampak tak memakai bra

“Bra bisa sebabkan kanker payudara”, “Memakai bra dapat membuat payudara kendur”, “Tidak pakai bra bikin payudara turun”, dan sebagainya. Mitos-mitos seputar bra ini telah banyak beredar, dan barangkali familier bagi Anda. Meski faktanya, tidak ada pengaruh apa pun terhadap kesehatan dengan memakai atau tidak memakai bra.

“Kami belum menemukan bukti bahwa tidak memakai bra dapat berdampak buruk,” ungkap Patricia Geraghty, seorang praktisi perawat khusus kesehatan wanita asal California, kepada Healthline.

The American Cancer Society pun menyatakan, tidak ada bukti ilmiah yang mengindikasikan bahwa mengenakan bra dapat meningkatkan atau menurunkan risiko kanker payudara. Selain itu, anggapan bahwa memakai bra akan mencegah payudara kendur juga perlu dipertanyakan ulang.

Dikutip dari Health, Dan Mills, MD, wakil direktur American Society for Aesthetic Plastic Surgery menerangkan, “Bra dapat mengangkat payudara untuk memberi bentuk dan penampilan yang Anda inginkan, tetapi tidak bisa mencegah kekenduran yang disebabkan oleh usia dan gravitasi.” Lalu, bagaimana dengan push-up bra? 

Lagi-lagi, sejauh ini belum ada bukti. “Tidak ada data yang menunjukkan bahwa jenis bra tertentu seperti push-up bra dapat mencegah payudara turun,” ujar Mary Jane Minkin, MD, seorang profesor klinis kebidanan dan ginekologi di Yale University School of Medicine, dilansir Prevention. 

Namun, bukan berarti bra sama sekali tidak bermanfaat. Oleh para ahli kesehatan, pemakaian sports bra tetap direkomendasikan ketika berolahraga. Menurut laporan yang ditulis Livestrong, sports bra membantu meminimalkan pergerakan payudara saat beraktivitas fisik sehingga dapat mengurangi rasa sakit dan ketidaknyamanan.  

Berbahagialah jika Anda termasuk wanita yang malas memakai bra. Ternyata, payudara Anda akan baik-baik saja dengan atau tanpa bra. Meski untuk wanita berpayudara besar mungkin akan menimbulkan ketidaknyamanan atau bahkan nyeri, sehingga jika lebih suka mengenakan bra, silakan saja tak dilarang. Jadi, to bra or not to bra?

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar