Sukses

Waspadai Hal Ini Usai Operasi Usus Buntu

Perhatikan tanda dan gejala berikut ini usai operasi usus buntu.

Klikdokter.com, Jakarta Radang usus buntu (appendisitis) adalah peradangan atau infeksi pada usus buntu. Usus buntu merupakan bagian dari saluran pencernaan manusia yang umumnya berukuran kecil, dan terdiri dari jaringan yang memproduksi antibodi.

Usus buntu akan membengkak dan meradang saat terinfeksi, sehingga menimbulkan keluhan nyeri perut, terutama di sebelah kanan bawah. Sejauh ini, tindakan operasi usus buntu (appendektomi) adalah pilihan terbaik untuk mengatasi radang usus buntu, terutama pada keadaan darurat. Bila tidak dilakukan dengan segera, radang usus buntu akut dapat menimbulkan infeksi rongga perut yang lebih berat (peritonitis).

Sebenarnya, operasi usus buntu merupakan tindakan dengan risiko operasi yang cukup rendah. Akan tetapi sebagaimana tindakan medis lainnya, operasi usus buntu tetap berisiko menimbulkan komplikasi yang terjadi usai operasi. Beberapa komplikasi tersebut adalah:

1.    Infeksi luka operasi

Hal ini adalah komplikasi tersering dari tindakan operasi apapun. Umumnya luka operasi akan membaik dalam waktu 3-6 bulan. Namun pada beberapa kondisi, seperti perawatan luka yang tidak baik dan faktor nutrisi, luka operasi bisa mengalami infeksi. Gejalanya adalah luka operasi tampak kemerahan, bengkak, disertai keluarnya cairan kuning seperti nanah dan darah, kadang disertai demam.

2.    Abses (luka dalam) di area operasi

Abses adalah nanah yang berkumpul membentuk benjolan. Umumnya terdapat di luka sayatan. Benjolan tersebut bisa saja nampak dari luar dan bisa juga terdapat di dalam rongga perut. Gejalanya adalah demam tinggi, nyeri hebat, dan badan yang terasa lemah.

3.    Komplikasi lainnya yang jarang terjadi, seperti:

  • Ileus paralitik, dimana gerakan usus menjadi lambat, bahkan berhenti sama sekali. Gejalanya adalah nyeri perut, perut kembung dan semakin membesar, serta sulit buang angin.
  • Obstruksi usus. Pada kondisi ini, usus di sekitar area bekas operasi mengalami perlengketan dengan organ di sekitarnya, sehingga menjadi sumbatan (obstruksi) di saluran pencernaan. Gejalanya adalah nyeri perut yang hebat, susah buang air besar, mual disertai muntah hebat, dan pembesaran perut.

Setelah menjalani operasi usus buntu, Anda tentu mengharapkan pemulihan yang sempurna dan bisa beraktivitas seperti sediakala. Namun, Anda perlu tetap waspada akan beberapa kondisi di atas saat memulihkan diri usai operasi. Bila terlewatkan, Anda rentan mengalami risiko fatal.

Penanganan tiap komplikasi pun berbeda-beda, tergantung pada kondisi masing-masing pasien. Karena itu, penting bagi setiap pasien yang telah menjalani operasi usus buntu untuk kontrol rutin ke dokter yang melakukan tindakan operasi. Jangan ragu untuk meminta tenaga medis mengajari cara merawat luka operasi, agar Anda dapat melakukan perawatan luka operasi dengan tepat.

Ingat, selalu berdiskusi dengan dokter sebelum melakukan tindakan medis apapun merupakan langkah yang tepat. Bila mengalami gejala atau keluhan tertentu setelah tindakan tersebut, Anda perlu dan segera menghubungi tenaga medis.

[BA/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar