Sukses

Awas, Stres Bisa Picu Gangguan Kulit!

Gangguan kulit bisa muncul saat Anda stres. Ketahui lebih lanjut, agar Anda dapat lebih berhati-hati.

Klikdokter.com, Jakarta Setiap orang pasti pernah mengalami stres dalam hidup. Ketika stres melanda, semua sistem dalam tubuh akan merespon dengan cara yang berbeda-beda. Pada umumnya, bagian tubuh yang banyak terganggu akibat stres adalah sistem pencernaaan. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa stres juga bisa menimbulkan gangguan kulit?

Berikut ini adalah beberapa masalah yang bisa dialami kulit saat Anda merasa stres:

1. Mengalami psoriasis

Psoriasis adalah kondisi kulit yang memerah dan bersisik. Hal ini biasanya disertai dengan rasa gatal atau perih. Untuk mengatasi masalah kulit ini, Anda harus mengelola stres yang Anda alami. Meditasi adalah salah satu aktivitas menenangkan yang dipercaya dapat mengurangi kadar stres.

2. Munculnya jerawat

Saat stres muncul biasanya Anda akan memilih makanan yang kurang sehat. Asupan nutrisi yang buruk pada akhirnya juga bisa memengaruhi kondisi kulit. Beberapa makanan yang dikonsumsi saat stres ternyata terkait langsung dengan penyebab munculnya jerawat.

Terlebih, jika kulit Anda termasuk dalam kategori yang sensitif atau rentan terhadap jerawat, stres justru semakin memperburuk keadaan. Untuk mengatasi hal ini, para ahli dermatologi menyarankan Anda untuk berolahraga secara teratur, tidur tujuh sampai delapan jam dan rutin membersihkan wajah sebelum tidur.

3. Mengalami eksem

Eksem adalah kelainan kulit dengan ciri terdapat peradangan atau bengkak, kemerahan dan terasa gatal. Walaupun tidak menular, kelainan ini menyebabkan rasa tidak nyaman pada bagian kulit yang terkena. Penyebabnya memang belum dapat dipastikan, namun ada beberapa faktor risiko yang dapat memicu eksem, salah satunya adalah stres.

4. Mengalami penuaan dini

Sebuah penelitian mengungkapkan, penuaan dini pada kulit dapat terjadi lebih cepat karena stres. Meskipun demikian, ada hal lain yang berkontribusi pada penuaan kulit seperti epinephrine, norepinephrine dan kortisol yang dilepaskan saat stress dan ternyata dapat merusak struktur DNA.

Stres dan kulit adalah suatu ikatan yang sangat erat dan sangat sulit untuk dipisahkan. Penelitian menunjukkan, minimal 30% pasien penyakit kulit memiliki dasar masalah psikologis yang tidak tergali, pada kunjungan awal mereka ke dokter spesialis kulit.

Namun, pada kunjungan berikutnya, masalah psikologis tersebut umumnya dapat diketahui, sehingga dampaknya dapat sangat nyata dalam kemajuan penyembuhan masalah kulit.

Meskipun stres dapat memicu gangguan kulit, banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk mengembalikan kulit ke kondisi semula. Tiga pilar utama yang harus dilakukan adalah dengan cukup beristirahat, berolahraga, dan mengonsumsi makanan bernutrisi seimbang. Yuk, bebaskan diri dari stres dengan melakukan kegiatan yang menyenangkan.

[NP/ RVS]

2 Komentar