Sukses

5 Hal Aneh yang Terjadi pada Tubuh saat Anda Meninggal

Apa saja hal-hal aneh yang dialami tubuh saat Anda meninggal?

Klikdokter.com, Jakarta Kematian adalah sebuah misteri, begitu kata orang-orang. Namun tidak demikian bagi ahli forensik dan ilmuwan. Setidaknya mereka menemukan bahwa meskipun tubuh tidak lagi bergerak dan jantung berhenti berdetak, tak berarti kesadaran akan menguap begitu saja. Faktanya, Anda mungkin menyadari bahwa diri Anda sudah meninggal.

Dilansir Huffington Post, Dr. Sam Parnia dari Stony Brook University School of Medicine, New York, mengatakan bahwa walaupun fungsi otak secara keseluruhan telah berhenti, beberapa sel otak dapat memakan waktu berjam-jam untuk mati.

 Ini menjelaskan mengapa orang yang pernah mengalami pengalaman mendekati kematian (near-death experience), bisa menceritakan kembali percakapan antara dokter yang terjadi setelah mereka dinyatakan meninggal.  

Secara medis, kematian terjadi dalam dua tahap. Pertama adalah kematian klinis, berlangsung selama empat sampai enam menit sejak seseorang berhenti bernapas dan jantung tak lagi memompa darah. Selama fase ini, organ tubuh tetap hidup dan mungkin ada cukup oksigen di otak.

Sementara itu, tahap kedua dinamakan kematian biologis. Ketika ini terjadi, organ tubuh sudah tak berfungsi dan sel-sel mulai merosot. 

Lantas, apa saja yang terjadi pada tubuh saat Anda meninggal? Dikutip dari berbagai sumber, berikut lima hal yang akan dialami oleh tubuh Anda.

1 dari 3 halaman

Selanjutnya

1.    Tubuh berubah menjadi ungu

Anda pernah atau sering menonton serial CSI? Wajah jasad yang disorot mungkin selalu berwarna biru atau keunguan. Ini memang terjadi pada kehidupan nyata.

Mengapa bisa demikian? Begitu jantung berhenti memompa, darah Anda akan terkena gravitasi dan menetap di titik terendah pada tubuh. Keadaan yang disebut livor mortis ini akan membuat kulit berubah menjadi warna ungu tua.  

2.    Kentut dari mulut

Sel kekebalan tubuh akan berhenti bekerja saat Anda meninggal. Setelah beberapa hari, bakteri dari usus dan saluran pernapasan bagian atas menyerang aliran darah dan mulai menggerogoti darah serta jaringan Anda.

Pada waktu yang sama, bakteri ini akan mengeluarkan gas berbau busuk yang terjebak dalam usus dan perut Anda. Jika seseorang memberikan tekanan pada tubuh Anda atau memindahkannya, gas yang terpendam ini bisa keluar melalui pantat atau mulut. Dan baunya akan seperti kentut atau muntah.

3.    Kulit menyusut

Pernah mendengar bahwa rambut dan kuku Anda akan terus tumbuh setelah meninggal? Ini hanya mitos belaka. Yang sebenarnya terjadi adalah saat Anda meninggal, aliran darah otomatis berhenti sehingga kulit pun mulai kehilangan kelembapannya.

Kurangnya kelembapan ini menyebabkan kulit menyusut, yang pada gilirannya akan membuat kuku dan rambut Anda tampak lebih panjang.

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

4.    Berkedut

Ketika Anda meninggal, tubuh masih bisa membuat gerakan berkedut atau mengejang seiring transisi ke mode shutdown—bahkan jika Anda terlihat benar-benar mati.

Misalnya, saat seseorang terkena luka tembak di kepala, bisa saja batang otak atau sumsum tulang belakangnya tidak rusak secara keseluruhan. Hal inilah yang memungkinkan terjadinya beberapa kedutan saat proses kematian berlangsung.

5. Bersuara

Ternyata, suara masih bisa berfungsi saat Anda meninggal. Ketika dokter mencoba menyadarkan pasien, mereka akan memompa udara ekstra ke paru-paru dan perut. Namun, setelah Anda meninggal, udara itu masih dapat keluar, terutama jika dokter memberikan tekanan pada dada atau perut sembari menggerakkan tubuh Anda.

Dan karena udara mengalir melewati pita suara, Anda pun tetap dapat  mengeluarkan dengusan atau erangan.

Sangat wajar jika manusia takut akan kematian. Namun, dengan mengetahui prosesnya dan apa saja yang terjadi pada tubuh setelah meninggal, mungkin dapat membuat Anda lebih menerima dan tidak getir.

Jika Anda merasa memiliki tanatofobia, atau ketakutan berlebihan akan kematian, dan itu telah mengganggu kehidupan sehari-hari, jangan ragu untuk menemui terapis, psikolog, atau psikiater. Meski kondisi ini belum dianggap American Psychiatric Association sebagai kelainan, Anda tetap tidak boleh menyepelekannya karena tanatofobia ini sering kali terkait dengan gangguan kecemasan umum.

[RVS]

1 Komentar