Sukses

Kenali Gejala Difteri pada Orang Dewasa

Difteri adalah penyakit menular yang utamanya menyerang saluran pernapasan. Kenali gejalanya pada orang dewasa.

Klikdokter.com, Jakarta Difteri adalah suatu penyakit menular yang disebabkan bakteri, yaitu bakteri Corynebacterium diphteriae. Penularannya biasanya terjadi saat seseorang yang terinfeksi mengeluarkan sekret (misalkan saat batuk atau bersin) dan terhirup oleh orang lain. Kontak langsung dengan sekret dari hidung dan faring penderita difteri, atau luka pada kulit penderita juga berpotensi menyebabkan Anda tertular. Walaupun jarang, namun Anda bisa juga tertular setelah kontak dengan objek yang sudah terkontaminasi oleh seseorang dengan difteri.

Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko diri Anda untuk tertular penyakit ini. Di antaranya adalah karena Anda tidak mendapatkan vaksin difteri ataupun vaksinasi yang tidak lengkap, penurunan daya tahan tubuh, lingkungan tempat tinggal yang terlalu padat atau dengan sanitasi yang kurang, serta bepergian ke area yang mana difteri masih menjadi endemik.

Karena bisa menyebabkan kematian, penyakit difteri perlu mendapatkan perhatian khusus. Secara keseluruhan, angka kematian akibat penyakit difteri adalah 5-10%. Bagi Anda yang berusia lebih dari 40 tahun perlu lebih waspada karena angka kematiannya lebih tinggi (bisa mencapai 20%). Dengan angka kematian yang cukup mengkhawatirkan, tidak salah jika Anda merasa khawatir.

Mengenali gejala difteri

Gejala difteri yang paling sering dialami adalah pada saluran pernapasan dan kulit. Jika seseorang tertular difteri, bakteri yang masuk dalam tubuh akan menempel pada saluran pernapasan dan menghasilkan racun. Racun ini akan merusak jaringan sehat dalam saluran pernapasan. Dalam 2-3 hari, jaringan sehat yang mati dapat membentuk pseudomembran. Pseudomembran adalah suatu lapisan yang tebal dan berwarna abu-abu, yang dapat memenuhi area hidung dan tenggorokan. Akibatnya, Anda bisa mengalami kesulitan menelan dan bernapas.

Gejala difteri juga sering kali serupa dengan gejala flu seperti demam, nyeri tenggorokan, suara yang serak, batuk, sakit kepala, badan terasa lemas, kesulitan bernapas, serta keluarnya banyak lendir dari hidung (bisa berwarna kekuningan akibat pus atau bahkan bercampur darah). Difteri sering kali menyebabkan pembengkakan leher dan kelenjar getah bening pada area leher, menyebabkan penampilan khas yang dinamakan bull neck appearance (penampilan seperti leher sapi).

Racun yang dihasilkan bakteri Corynebacterium diphteriae dapat menyebar ke seluruh tubuh dan membuat masalah pada organ tubuh lainnya, terutama jantung dan sistem  saraf. Masalah yang ditimbulkan antara lain peradangan pada jantung, gangguan irama jantung, kelemahan otot, rasa baal, dan gangguan penglihatan.

Difteri dapat juga bermanifestasi pada kulit, menyebabkan lesi (keadaan jaringan yang abnormal pada tubuh) kemerahan yang nyeri. Lesi ini akan berubah menjadi ulkus, yaitu luka seperti borok, yang ditutupi membran berwarna abu-abu kecokelatan.

Dengan adanya peningkatan kejadian difteri, sudah sewajarnya banyak orang menjadi lebih was-was. Apalagi karena gejala difteri mirip dengan gejala flu sehingga kerap disepelekan. Beberapa gejala yang perlu mendapat perhatian khusus antara lain:

  • Nyeri tenggorokan yang parah dan ketidakmampuan menelan makanan
  • Pembengkakan leher
  •  Kesulitan bernapas
  • Nyeri dada
  • Rasa lemas atau baal yang ekstrem
  • Gejala yang muncul setelah paparan dengan seseorang yang terkena difteri
  • Demam pada orang yang memiliki gangguan sistem imun.

Penyakit difteri sangat berbahaya dan dapat menular ke siapa saja tanpa pandang bulu. Jika Anda mengalami satu atau lebih gejala di atas, jangan buang waktu untuk segera ke dokter.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar