Sukses

Bisakah Flu Unta Terjadi Berulang?

Penyakit flu unta ramai kembali dibicarakan. Cek kemungkinan berulangnya kembali penyakit ini.

Klikdokter.com, Jakarta Flu unta atau yang disebut dengan MERS (Middle East Respiratory Syndrome) merupakan penyakit yang berbahaya. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus MERS coronavirus yang sangat mematikan.

Seperti yang terdapat pada namanya, penyakit MERS ini awalnya ditularkan melalui unta. Hewan mamalia ini menjadi tempat bagi virus berkembang biak hingga akhirnya terjadi kontak dengan manusia. Kontak tersebutlah yang kemudian menjadi media virus tersebut berpindah ke tubuh manusia.

Penularan flu unta

Penularan awal dari penyakit ini berasal dari kontak terhadap air liur unta, urine, dan juga dari produk makanan yang berasal dari unta seperti susu dan daging. Setelah melewati masa inkubasi, penyakit ini akan mulai menunjukan gejalanya.

Awalnya, gejala yang dialami pasien adalah batuk, demam, radang tenggorokan, nyeri di otot dan juga sendi. Tetapi, dalam beberapa hari kondisi akan penderita akan semakin memburuk hingga membuat pasien demam tinggi, sesak napas dan bahkan bisa menyebabkan infeksi sistemik.

Pada saat pasien menunjukan gejala-gejala di atas, pada saat inilah risiko penularan semakin tinggi. Dari manusia ke manusia, penyakit ini bisa menular bila ada kontak yang dekat dengan pasien.

Virus yang ada akan tersebar melalui udara dan biasanya melalui batuk dari penderita. Oleh sebab itulah sangat mudah terjadi wabah penyakit MERS. Seperti yang terjadi di Korea Selatan pada tahun 2015, terdapat satu pasien yang menderita penyakit MERS sepulang dari Timur Tengah.

Dalam kurun waktu 3 bulan kemudian, sebanyak 186 kasus MERS baru muncul di Korea. Hal ini menunjukan bahwa penyakit MERS merupakan suatu penyakit yang serius dan dapat berdampak secara global.

Wabah MERS terulang

Di beberapa negara Timur Tengah seperti Arab Saudi, pada tahun 2013 sempat terjadi wabah penyakit MERS yang kemudian terulang lagi di tahun berikutnya.

Salah satu penyebabnya adalah karena belum ditemukannya vaksin untuk mencegah infeksi virus MERS-CoV ini. Akibatnya, begitu terjadi kontak dengan penderita MERS atau flu unta, penyakit ini langsung menular.

Sejauh ini belum ditemukan data atau laporan kasus mengenai  infeksi berulang MERS atau flu unta pada orang yang sama. Mengingat penyakit ini memiliki tingkat kematian yang tinggi hingga 40%, ada baiknya Anda fokus pada pencegahan awal.

Oleh sebab itu, perlu dilakukan pemeriksaan terhadap orang-orang yang mengalami gejala flu unta setelah bepergian ke daerah Timur Tengah. Tujuannya adalah agar dapat dilakukan evaluasi dan diagnosis awal, sehingga dapat mencegah penularan terhadap orang-orang sekitarnya.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar