Sukses

Ini Tandanya Anak Anda Kecanduan Gawai

Meski kecanduan gawai belum diklasifikasikan sebagai kelainan, waspadalah saat anak Anda mengalaminya.

Klikdokter.com, Jakarta Selain memberi manfaat positif pada kehidupan manusia, pesatnya perkembangan teknologi ternyata juga bisa berdampak negatif. Salah satu dampak yang sering terlihat adalah pada anak-anak. Banyak orang tua mengeluhkan tentang perubahan perilaku anaknya ketika mereka mulai kecanduan gawai.

Sebuah survei dari tahun 2016 yang dilakukan oleh Common Sense Media menemukan bahwa sebagian besar remaja sudah kecanduan gawai. Survei tersebut mengungkapkan bahwa 78 % remaja selalu memeriksa gawainya setiap jam, sedangkan 72 % diantaranya merasa terbebani untuk menanggapi setiap pesan yang masuk.

Selain itu, sebuah laporan dari Pew Research tahun 2015 menemukan bahwa 73 % anak berusia 13 sampai 17 tahun sudah memiliki gawai sendiri, dan 24 persennya mengatakan bahwa mereka selalu online setiap waktu.

Munculnya rasa cemas berlebihan

Kebiasaan untuk online setiap waktu ini memunculkan sebuah istilah yang dinamakan FoMO (Fear of Missing Out). Kondisi tersebut merupakan rasa cemas yang berlebihan karena belum mengetahui peristiwa menarik yang sedang terjadi di tempat lain.

Rasa cemas ini juga didasari ketika orang lain memiliki pengalaman yang lebih baik dari Anda. Hal tersebut biasanya dipengaruhi setelah Anda melihat unggahan di media sosial.

Hingga kini belum ada pengakuan dari dunia medis apakah kecanduan gawai bisa dikategorikan sebagai penyakit atau kelainan. Istilah ini mengacu pada perilaku obsesif kompulsif yang mengganggu jalannya aktivitas sehari-hari, seperti ketika Anda mengonsumsi narkoba.

Perlu peran orang tua

Untuk mengenali anak yang sudah kecanduan gawai, cobalah perhatikan mood anak ketika gawainya Anda sita. Apakah sang anak menjadi cemas, mudah marah atau melakukan kekerasan? Selain itu, apakah anak Anda banyak melewatkan acara-acara sosial karena menghabiskan waktu dengan gawainya?

Jika iya, dan hal ini dibarengi dengan terganggunya waktu tidur serta seringnya anak berbohong, maka tandanya anak Anda telah kecanduan.

Untuk mengatasi hal ini, peran orang tua sangatlah penting. Seorang anak tidak mampu membatasi penggunaan gawainya dan sulit untuk mengatur diri sendiri apabila tidak mendapat bimbingan dari orang tua. Berlibur bersama keluarga tanpa adanya jaringan internet adalah salah satu cara yang bisa Anda tempuh untuk mengurangi kecanduan gawai yang dialami anak Anda.

Seperti halnya belajar mengendarai sepeda, seorang anak baru bisa dilepas berkendara sendiri ketika ia sudah bisa menyeimbangkan tubuh saat mengayuh sepeda. Jadi, jangan biarkan anak ‘mengendarai’ gawai sendiri agar tak kecanduan gawai. Dan ingat, yang paling penting setiap orang tua juga harus menjadi contoh yang baik bagi anak-anaknya sendiri.

[NP/ RVS]

1 Komentar