Sukses

Rebus vs Kukus, Mana yang Lebih Sehat?

Cara memasak rebus atau kukus memang sama-sama sehat. Namun, manakah yang lebih baik?

Klikdokter.com, Jakarta Dalam memasak, metode pengolahan makanan tak boleh diabaikan. Apalagi bagi Anda yang ingin mulai menjalani pola hidup sehat. Ada beraneka ragam cara memasak, dan yang identik dengan makanan sehat adalah rebus dan kukus. Namun, mana di antaranya yang lebih bergizi?

Sayuran lebih baik dikukus

Memasak, jika tidak dilakukan dengan tepat, dapat menghilangkan beberapa nutrisi penting makanan. Misalnya, dalam pengolahan sayuran. Sayuran lebih baik dikukus ketimbang direbus agar nutrisinya tidak banyak hilang. Penelitian yang dilakukan oleh Zhejiang University di Cina membuktikan hal tersebut.

Dalam proses pengukusan brokoli, kandungan nutrisi (termasuk vitamin C dan folat) yang hilang, jauh lebih sedikit ketimbang dengan direbus. Selain itu, studi lain yang dipublikasikan di British Journal of Nutrition menyebutkan bahwa merebus akan menghilangkan kandungan nutrisi sayuran 50% lebih banyak dibandingkan dengan mengukusnya.

Namun, baik dikukus atau direbus sama-sama akan meningkatkan kandungan antioksidan yang ada di dalam sayuran dibandingkan jika dikonsumsi mentah, seperti dilansir Journal of Agricultural and Food Chemistry.

Penderita batu ginjal mesti hati-hati

Meski pengolahan sayuran dengan cara dikukus dianggap lebih sehat ketimbang direbus, dilaporkan dalam jurnal Journal of Agricultural and Food Chemistry bahwa penderita batu ginjal lebih baik mengonsumsi sayuran dengan cara direbus daripada dikukus.

Hal ini dikarenakan proses perebusan akan menghilangkan 87% kandungan oksalat yang ada di dalam sayuran, sementara metode pengukusan hanya membuang oksalat sebesar 53%. Untuk diketahui, makanan tinggi oksalat (seperti sayuran hijau, bit, ubi, dan kacang polong) dapat menaikkan risiko pembentukan batu ginjal.

Bagaimana dengan daging?

Tahukah Anda bahwa dalam memasak, kandungan protein di dalam daging akan makin banyak hilang seiring dengan makin tinggi suhu yang digunakan?

Misalnya, mengolah daging dengan suhu 40 0C akan menghilangkan protein sebanyak 9,7%. Sementara itu, jika suhunya 80 0C maka akan melenyapkan protein hingga 89,7%. 

Namun sayangnya, mengolah daging seperti ayam memang membutuhkan suhu yang tinggi. Karena jika tidak dimasak hingga matang, dagingnya rentan menimbulkan berbagai penyakit.

Saat merebus ayam misalnya, diperlukan suhu setidaknya 100 0C hingga ayam betul-betul matang dan layak dikonsumsi. Sedangkan jika dikukus 'hanya' membutuhkan suhu 76 0C hingga matang. Akan tetapi, banyak orang menganggap metode pengukusan ini tidak praktis karena membutuhkan waktu yang lama.

Lalu, bagaimana dengan Anda? Metode memasak rebus atau kukus yang akan Anda pilih untuk mengolah makanan?

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar