Sukses

Kenali Gejala Campak yang Kini Mewabah di Asmat

Penyakit campak masih mewabah di Asmat. Lalu, apa saja gejala campak yang penting untuk diketahui?

Klikdokter.com, Jakarta Korban jiwa akibat penyakit campak makin meningkat di Asmat, Papua. Hingga hari Sabtu (20/01/2018), tercatat oleh Tim Posko Kejadian Luar Biasa (KLB) bahwa 500 lebih anak menderita campak dan lebih dari 60 anak meninggal.

Saat ini, pemerintah terus berupaya untuk mengatasi mewabahnya campak di Asmat. Selain campak, banyaknya kasus gizi buruk juga memperparah kesehatan anak di sana. 

Sebenarnya, bagaimana gejala penyakit campak yang umum ditemui pada anak?

Waspada gejala campak

Campak disebabkan oleh virus, yaitu Morbilivirus. Anak dapat terinfeksi campak melalui kontak langsung dengan cairan yang keluar dari hidung atau tenggorokan, atau droplet yang menyebar di udara dari orang lain yang terjangkit campak. Setelah kontak dan terinfeksi, gejala umumnya muncul dalam satu hingga dua minggu.

Gejala awal yang timbul adalah demam tinggi. Demam ini biasa disertai gejala infeksi saluran pernapasan seperti batuk dan pilek. Selain itu, muncul juga gejala pada mata, yaitu mata kemerahan dan berair (konjungtivitis).

Dua hingga tiga hari setelah gejala ini mulai muncul, Anda dapat melihat adanya Koplik spot. Koplik spot adalah bercak putih kecil yang muncul pada bagian dalam pipi, biasanya pada area sekitar geraham atas.

Setelah timbul Koplik spot, sekitar 3–5 hari setelah gejala awal, akan mulai muncul bercak kemerahan. Bercak ini berwarna merah dan datar, akan muncul awalnya pada area muka dan garis rambut, lalu menyebar turun ke leher, badan, lengan, dan kaki. Setelah menyebar ke seluruh tubuh, bercak kemerahan ini dapat tampak menyatu satu dengan yang lainnya.

Kemunculan bercak kemerahan ini biasanya dibarengi demam tinggi, bisa mencapai hingga 400 C. Setelah beberapa hari umumnya demam akan mereda. Bercak kemerahan sendiri biasanya menghilang setelah 3–7 hari. Bercak kemerahan akan berubah warna menjadi kecoklatan dan kulit biasanya mengelupas.

Komplikasi dari campak lebih sering diderita anak yang berusia di bawah 5 tahun. Umumnya komplikasi ini berupa infeksi telinga dan diare. Namun, dapat juga terjadi komplikasi serius yang mengancam nyawa, seperti infeksi paru-paru (pneumonia) dan infeksi otak (ensefalitis).

Campak memang berpotensi menyebabkan masalah kesehatan serius, bahkan kematian, seperti yang telah terjadi di Asmat. Untungnya saat ini tersedia vaksin campak sehingga Anda dapat membantu melindungi anak maupun diri sendiri dari penyakit ini. Mari lakukan pencegahan sebelum terlambat!

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar