Sukses

Mana Lebih Efektif Atasi Sakit Kepala, Akupunktur atau Akupresur?

Baik akupunktur maupun akupresur bisa digunakan untuk mengatasi sakit kepala. Mana yang lebih manjur?

Klikdokter.com, Jakarta Akupunktur dan akupresur sudah lama dikenal sebagai metode pengobatan alternatif untuk mengatasi nyeri melalui stimulasi titik-titik yang disebut dengan acupoint. Untuk kasus sakit kepala, biasanya orang masih bimbang apakah lebih baik memilih metode akupunktur atau akupresur.

Sebuah studi terbaru di Kanada, membandingkan akupunktur dan akupresur untuk mencegah menstrual migraine (MM), yaitu migrain yang kemunculannya berhubungan dengan siklus haid. Migrain tergolong salah satu jenis sakit kepala tipe primer dengan ciri  khas berdenyut dan kerap terjadi di satu sisi kepala.

Sebanyak 18 partisipan wanita yang kerap mengalami MM mengikuti studi tersebut. Mereka dibagi ke dalam 3 kelompok, yaitu yang mendapatkan terapi akupunktur, terapi akupresur dan kelompok kontrol. Studi ini berlangsung selama 7 bulan.

Bulan pertama dilakukan observasi, kemudian tiga bulan berikutnya dilakukan pemberian terapi selama 3 kali dalam 1 siklus haid. Dengan demikian, masing-masing partisipan pada kelompok akupunktur dan akupresur mendapatkan total 9 kali terapi dalam 3 siklus haid. Selanjutnya, dilakukan evaluasi terapi selama tiga bulan terakhir.

Pada kelompok yang mendapatkan terapi akupunktur atau akupresur, ada 4 titik utama yang distimulasi. Lokasi keempatnya sama, yaitu LR3 (Taichong), LI4 (Hegu), SP6 (Sanyinjiao), dan GB20 (Fengchi).

Sebagian partisipan juga mendapatkan stimulasi pada beberapa titik tambahan, tergantung pada kemungkinan penyebab keluhan pasien sesuai teori ilmu kedokteran tradisional Tiongkok. Titik-titik tersebut yaitu ST36 (Zusanli), SP10 (Xuehai), KI3 (Taixi), dan LR2 (Xingjian).

Dari studi ini didapatkan bahwa kelompok yang mendapat terapi akupunktur dan akupresur mengalami penurunan jumlah hari migrain lebih dari setengahnya dibandingkan kelompok kontrol. Intensitas nyeri pun jauh berkurang dibandingkan kelompok kontrol.

Berdasarkan hal ini, disimpulkan bahwa baik akupunktur maupun akupresur sama-sama efektif untuk mencegah menstrual migraine. Hal yang sama pun berlaku untuk sakit kepala tipe primer selain migrain, seperti sakit kepala yang membuat otot tegang.

Sedangkan, untuk mengobati sakit kepala, akupunktur tetap lebih efektif karena beberapa titik dapat distimulasi sekaligus pada satu waktu. Ini membuat stimulasi lebih kuat dan aliran energi lebih baik. Karenanya, akupunktur bisa dipilih sebagai terapi lini pertama untuk sakit kepala. Efek sampingnya pun sangat kecil dan tidak ada yang berbahaya.

Meskipun demikian, akupresur bisa menjadi pilihan utama bagi Anda. Metode ini sangat aman, serta dapat dilakukan sendiri, kapan saja dan di mana saja. Biayanya pun lebih murah karena tidak memerlukan perlengkapan atau pelatihan tertentu yang formal.

Akupresur bisa dipelajari sendiri melalui berbagai buku, video edukasi atau orang yang berpengalaman.

Apapun metode yang Anda pilih, akupunktur dan akupresur sama-sama baik untuk mencegah dan mengatasi sakit kepala. Pada akhirnya, mana yang dipilih tergantung pada kenyamanan dan tujuan Anda menjalaninya. Selamat mencoba!

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar