Sukses

Kondisi Ini Tunjukkan Diet yang Anda Lakukan Salah

Bau mulut adalah salah satu gejala bahwa diet yang Anda lakukan tidak tepat. Cek penjelasannya.

Klikdokter.com, Jakarta Diet adalah salah satu cara yang banyak ditempuh oleh orang-orang yang ingin menurunkan berat badan. Akan tetapi, bagaimana cara mengetahui apakah diet yang Anda jalankan ini sehat atau tidak bagi tubuh?

Ternyata, tubuh manusia memiliki caranya sendiri dalam memberitahu Anda tentang dampak diet yang Anda jalani. Berikut ini merupakan arti dari berbagai “protes tubuh” sebagai reaksi terhadap diet yang Anda jalani.

1. Bau mulut berarti asupan makanan tidak cukup

Bau mulut bisa terjadi akibat proses metabolisme yang disebut ketosis. Ketika tubuh tidak memiliki cukup glukosa untuk energi, tubuh membakar lemak yang tersimpan sebagai gantinya, dan proses ini menghasilkan pembentukan asam yang disebut keton. Keton inilah yang bisa membuat napas mengeluarkan aroma busuk. Orang yang mengonsumsi makanan rendah karbohidrat lebih mungkin mendapatkan keton saat mereka bernapas.

Untuk mengatasi hal ini, Anda harus meningkatkan porsi makan untuk memenuhi kebutuhan energi yang dibutuhkan tubuh. Perlu diingat bahwa keton bukanlah satu-satunya penyebab bau mulut. Kopi, merokok, dan kesehatan gigi yang buruk juga berkontribusi membuat bau mulut tak sedap.

2. Rambut menipis berarti zat besi dalam tubuh rendah

Selain untuk memproduksi sel darah merah, zat besi juga berguna untuk menyimpan dan membawa oksigen ke dalam darah. Saat tubuh kekurangan zat besi, gejala yang akan terlihat adalah menipisnya rambut dan tubuh selalu merasa lesu. Untuk meningkatkan zat besi, Anda bisa mengonsumsi bayam, brokoli, buncis, kacang merah, dan daging merah.

3. Konstipasi berarti kurang minum air putih

Supaya aktivitas buang air besar dapat dilakukan secara teratur, yang Anda butuhkan adalah serat dan air. Ketika Anda mengalami konstipasi, tingkatkan asupan air sambil menambahkan beberapa makanan berserat tinggi seperti gandum, buah, dan kacang-kacangan dalam menu diet Anda.

4. Kelelahan berarti Anda terlalu banyak makan gula

Sering kali setelah makan banyak karbohidrat kompleks (misalnya seperti gula), tiba-tiba tubuh Anda terasa lesu dan kurang berenergi. Ini karena gula meningkatkan kadar insulin di dalam tubuh. Untuk menstabilkan energi, pilih makanan ringan yang dapat melepaskan energi secara perlahan, seperti pisang dan kacang-kacangan.

Mengatur pola makan memang penting demi kesehatan. Namun, untuk dapat meraih berat badan ideal dengan sehat, diet tidak bisa dilakukan secara sembarangan dan harus diimbangi dengan olahraga. Yang paling baik adalah berkonsultasi dengan ahli nutrisi untuk menyusun rencana diet yang cocok untuk kondisi tubuh Anda. Jangan sampai diet Anda hanya menjadi ajang menyiksa diri yang tak ada hasilnya!

[RN/ RVS]

 

0 Komentar

Belum ada komentar