Sukses

Rahasia Tidur Nyenyak di Pesawat

Tidur nyenyak saat berada di pesawat bukanlah sesuatu yang tak mungkin. Ikuti beberapa langkah berikut ini.

Klikdokter.com, Jakarta Mendapatkan tidur nyenyak di pesawat bukanlah perkara yang mudah, apalagi jika Anda sedang menempuh penerbangan jarak jauh dan duduk di kelas ekonomi. Menurut Jamie Zeitzer, profesor ilmu perilaku di Universitas Stanford, Amerika Serikat, perbedaan antara kelas ekonomi dan bisnis bukan hanya pelayanan dan perkara ruang gerak saja, tetapi juga pengaruhnya terhadap kondisi psikologis seseorang.

“Aspek psikologisnya benar-benar cukup besar. Bila Anda dapat secara fisik meregangkan tubuh dan pikiran Anda, hal tersebut itu akan membuat perbedaan besar,” kata Jamie seperti dilansir di laman BBC.

Bagi banyak wisatawan, terbatasnya ruang pribadi, udara yang kering, turbulensi, dan kebisingan adalah sejumlah faktor yang membuatnya sulit untuk tertidur. Namun, Jamie menegaskan bahwa hanya ada dua hambatan besar untuk membuat seseorang tertidur: stres dan rasa cemas.

“Ada tekanan sosial, yaitu Anda tidak punya tempat (yang luas), dan ada tekanan fisik dalam arti Anda ‘ditekan’ secara fisik hanya di tempat duduk Anda,” ungkap Jamie yang juga ahli dalam ritme sirkadian pada tubuh manusia.

Strategi tidur nyenyak

Demi mendapatkan tidur yang lebih nyenyak, Jamie menyarankan untuk tidak memikirkan hal-hal yang menyebabkan kecemasan secara berlebihan saat bepergian dengan pesawat. “Bila merasa khawatir, Anda tidak akan bisa tertidur,” Jamie menambahkan.

Selain itu, Anda juga bisa mengurangi kecemasan dengan melakukan pemetaan masalah atau membayangkan diri di tempat yang jauh dari sumber kecemasan. “Ini tentang melepaskan diri dari situasi klaustrofobia (ketakutan terhadap tempat-tempat sempit) yang Anda rasakan di pesawat,” terangnya.

Ada banyak cara untuk mengatasi kesulitan untuk tidur nyenyak ketika berada di dalam pesawat. Beberapa orang ada yang membawa bantal khusus dan headphone. Ada pula yang mengonsumsi suplemen melatonin, yaitu hormon alami yang memengaruhi siklus tidur. Untuk penggunaan suplemen melatonin ini, Jamie menyarankan untuk  berhati-hati karena belum banyak studi yang menjelaskan manfaat dari suplemen ini.

Dalam kondisi normal, posisi tubuh Anda ketika tidur adalah lurus. Tapi di dalam pesawat, Anda tidak mungkin mendapatkannya, kecuali Anda terbang di kelas bisnis. Yang bisa Anda lakukan adalah memundurkan sandaran kursi, sehingga tekanan di punggung tidak terlalu besar. Hal ini dapat membantu Anda untuk bisa tidur dengan nyanyak selama perjalanan. Selamat mencoba!

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar