Sukses

5 Kondisi Ini Bikin Urine Berbau Menyengat

Beberapa kondisi ini menyebabkan urine Anda memiliki aroma yang tidak sedap.

Klikdokter.com, Jakarta Banyak orang yang sudah tahu, warna urine memberi gambaran penting tentang kesehatan tubuh. Tapi, tahukah Anda bahwa aroma urine juga bisa demikian?Menurut seorang ahli urologi, Mr. Marc Laniado, pada umumnya urine tidak memiliki aroma tertentu. Namun pada kondisi-kondisi tertentu, urine bisa saja memiliki aroma yang tidak biasa. Berikut beberapa kondisi yang dimaksud:

1. Mengonsumsi makanan atau minuman tertentu

Tidak hanya memengaruhi aroma napas, makanan tertentu juga dapat memengaruhi aroma urine Anda. Beberapa makanan yang dimaksud, misalnya asparagus, kol, lobak, kembang kol, dan bawang putih. Tidak hanya makanan, jika Anda kecanduan kopi, maka aroma urine juga akan berbau seperti kopi.

2. Dehidrasi alias kekurangan cairan

Jika Anda mencium aroma amonia yang kuat pada urine, bisa jadi Anda sedang dehidrasi. Selain perubahan aroma, orang yang dehidrasi juga akan mengeluarkan urine dengan warna yang lebih gelap.

3. Pengaruh obat-obatan

Apakah Anda mengonsumsi antibiotik atau obat epilepsi? Jika ya, hal ini dapat membuat urine Anda memiliki aroma yang menyengat. Ini karena beberapa obat golongan sulfa, yang juga dikenal sebagai sulphonamides, bisa membuat aroma urine berbau busuk.

4. Penyakit tertentu

Penyakit infeksi saluran kemih (ISK) bisa menyebabkan urine berbau menyengat. Selain itu, orang dengan diabetes juga akan mengeluarkan urine dengan aroma yang agak manis. Jika Anda mengeluarkan urine dengan aroma seperti itu, ditambah adanya gejala-gejala lain, segera temui dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

5. Fistula di kandung kemih

Fistula merupakan lubang yang menghubungkan antar organ, dan terbentuk secara tidak normal. Kondisi ini bisa terjadi akibat peradangan di dalam tubuh ataupun cedera.Jika fistula terbentuk di dalam saluran kemih dan terhubung ke usus, urine yang dikeluarkan akan memiliki bau yang cenderung busuk.Mengetahui hal di atas, sebaiknya Anda mulai memerhatikan aroma urine dengan saksama. Jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter, khususnya jika perubahan warna urine terjadi bersamaan dengan rasa sakit, nyeri, atau keluhan lainnya.

[NB/ RVS] 

0 Komentar

Belum ada komentar