Sukses

Hati-Hati, Minuman Soda Bisa Tingkatkan Risiko Kanker

Minuman soda disebut-sebut dapat meningkatkan risiko kanker. Berikut ini adalah fakta medisnya.

Sudah tidak diragukan lagi jika minuman soda banyak digemari. Selain rasanya yang manis, minuman ini juga memberikan sensasi segar ketika Anda meminumnya. Karena itu, minuman ini sering kali menjadi pilihan untuk melepas dahaga di cuaca yang terik. 

Meskipun demikian, nyatanya minuman ringan tersebut memiliki dampak serius terhadap kesehatan. Hal ini telah dibuktikan oleh beberapa penelitian yang menyebutkan bahwa minuman soda dapat memicu berbagai jenis penyakit.

Bahkan kabarnya, minuman soda berhubungan dengan peningkatan risiko kanker. Apakah benar minuman soda menjadi penyebab kanker?

1 dari 3 halaman

Pengaruh Minuman Soda Terhadap Risiko Kanker

Hubungan antara minuman soda dan kanker sebenarnya masih menjadi perdebatan tersendiri di kalangan para peneliti dunia. Berikut beberapa temuan terkait minuman soda sebagai penyebab kanker: 

  • Kanker Usus Besar

Terdapat sejumlah studi yang menyebutkan bahwa konsumsi minuman soda tidak berhubungan dengan kanker usus besar (kanker kolon). Namun di lain pihak, ada pula beberapa penelitian lain yang menyatakan hal sebaliknya.

Jadi, bahaya minuman soda sebagai pemicu kanker kolon sebenarnya masih diperdebatkan. Oleh karena itu, penelitian lanjutan masih diperlukan untuk membuktikannya.

Artikel Lainnya: Manfaat dan Bahaya Minuman Bersoda bagi Kesehatan Tubuh Anda

  • Kanker Pankreas

Salah satu penelitian di Singapura yang dimuat dalam jurnal Cancer Epidemiology telah membuktikan bahwa mereka yang mengonsumsi minuman ringan lebih dari dua kali dalam seminggu berisiko mengalami kanker kelenjar pankreas.

Kadar gula yang tinggi dalam minuman soda ‘memaksa’ kelenjar pankreas untuk mengeluarkan insulin guna memetabolisme gula. Hal tersebut meningkatkan risiko kanker pankreas.

  • Kanker Darah dan Kanker Paru

Tidak hanya itu, zat pewarna dalam minuman soda, yakni 4-methylimidazole (4-MEI) rupanya berpotensi menyebabkan kanker.

Sebuah studi menyebutkan, zat 4-MEI yang menciptakan warna karamel atau kecokelatan pada minuman ringan dapat memicu terjadi kanker darah (leukemia) dan kanker paru.

Hasil penelitian yang dimuat dalam jurnal PLOS One tersebut menyatakan bahwa semakin gelap warna minuman soda, maka semakin tinggi kadar pewarna 4-MEI di dalamnya, sehingga risiko kanker yang diakibatkannya pun semakin tinggi.

Berbagai penelitian tersebut mendukung anggapan bahwa minuman soda menjadi penyebab kanker. Namun, sampai saat ini masih terus dilakukan berbagai penelitian ilmiah untuk mengetahui hubungan pasti antara minuman soda dan kanker.

Artikel Lainnya: Efek yang Timbul pada Gigi Jika Sering Minum Soda

2 dari 3 halaman

Minumlah Soda Sesuai Batasannya

Selain berisiko terhadap penyakit kanker, minum soda berlebihan juga memicu berbagai penyakit. Karena efek negatif tersebut, ada baiknya Anda memperhatikan batas minum soda per hari agar terhindar dari bahaya minuman soda.

Lalu, berapa batasan minum soda setiap harinya? Mengenai hal ini, sebelumnya Anda perlu mengetahui bahwa seseorang dianjurkan untuk tidak mengonsumsi gula lebih dari 50 gram per hari.

Sementara, dalam satu kaleng minuman soda mengandung 17 gram gula. Belum lagi, kandungan gula yang Anda dapatkan dari makanan dan minuman lain. 

Tingginya risiko konsumsi gula berlebih akibat minum soda perlu Anda cermati. Apalagi jika Anda ingin menjaga atau mencapai berat badan ideal. Sebaiknya Anda membatasi konsumsi minuman bersoda.

Meskipun pembuktian mengenai minuman bersoda sebagai penyebab kanker masih memerlukan penelitian lanjutan, tetap saja ada risiko kesehatan lainnya yang tidak bisa Anda sepelekan. 

Sebagai alternatif, konsumsilah air mineral, susu rendah lemak, atau jus buah alami tanpa gula. Dengan memilih asupan yang sehat, Anda dapat terhindar dari berbagai risiko penyakit berbahaya seperti kanker, obesitas dan diabetes di kemudian hari.  

Sayangi tubuh Anda dengan menjaganya selalu sehat agar Anda bisa menikmati hidup dengan bahagia. Pertanyaan seputar topik terkait atau masalah kesehatan lainnya bisa Anda tanyakan kepada dokter melalui layanan Live Chat 24 jam di aplikasi KlikDokter

[WA]

0 Komentar

Belum ada komentar