Sukses

Pentingnya Mengenali Bentuk BAB Bayi

Saat terjadi perubahan bentuk BAB atau feses bayi, banyak orang tua baru yang kebingungan. Tapi tenang, ini penjelasan macam bentuk BAB bayi untuk Anda.

Ada banyak hal yang bisa terjadi pada bayi. Hal-hal tersebut tak jarang mengejutkan orang tua baru hingga bikin mereka bingung dan juga panik. Salah satunya adalah ketika terjadi perubahan bentuk BAB bayi.

Misalnya, ketika bentuk feses bayi terlalu lunak ataupun agak keras. Sebatas apa sih feses bayi masih dianggap normal? Berikut ulasannya.

1 dari 2 halaman

Mengenal Macam-macam Bentuk BAB Bayi

Sebenarnya, normal atau tidaknya feses bayi bisa ditentukan dari beberapa hal, seperti usia, susu yang dikonsumsi (ASI atau susu formula), serta apakah bayi sudah mulai MPASI.

Nah, untuk membantu Anda, yuk kenali berbagai macam bentuk dan variasi warna feses bayi:

  • Feses Kental, Lengket, Berwarna Hijau Kehitaman

Bayi yang baru lahir  (berusia hingga beberapa hari) memiliki bentuk dan warna BAB yang berbeda, yakni memiliki konsistensi kental, lengket, dan berwarna hijau kehitaman.

Saat menemukan hal ini, tidak usah panik karena itu adalah normal. BAB bayi baru lahir disebut juga dengan mekonium memang berbeda.

Feses terdiri dari cairan ketuban, lendir, sel kulit, dan bahan-bahan lain yang ditelan bayi selama masih berada di dalam rahim.

  • Bentuk Feses karena Susu yang Dikonsumsi

Ya, susu yang dikonsumsi—apakah Asi atau susu formula—menyebabkan perbedaan bentuk BAB bayi.

Bayi yang mendapat ASI bisa memiliki berbagai warna feses yang berbeda, mulai dari kuning, hijau, hingga cokelat.

Frekuensi BAB bayi ASI umumnya bisa lebih sering, yakni 7 kali sehari. Teksturnya umumnya agak kental hingga cair dan berbiji.

Adapun bayi yang mendapat susu formula memiliki feses yang berwarna kuning hingga cokelat, dengan konsistensi seperti mentega atau selai kacang.

Frekuensi BAB bayi yang mendapat susu formula lebih jarang, tapi volumenya lebih banyak. Selain itu, bau fesesnya juga lebih menyengat dibandingkan bayi ASI.

Artikel Lainnya: Anak Susah Buang Air Besar? Atasi dengan Ini!

  • BAB Sangat Cair

Anda perlu berhati-hati apabila bentuk feses bayi sangat cair, apa pun warnanya. Apalagi jika frekuensinya sering, itu tandanya bayi Anda mengalami diare.

Diare yang tidak ditangani dengan cepat dan tepat dapat menyebabkan bayi dehidrasi.

Kondisi tersebut dapat berbahaya, apalagi bayi sangat rentan mengalami dehidrasi dibandingkan orang dewasa dan anak. Segera bawa bayi ke dokter saat alami diare.

  • Feses Keras dan Bulat-bulat

Bentuk feses bayi seperti ini menandakan si Kecil mengalami konstipasi atau sembelit. Hal ini dapat terjadi karena beberapa hal.

Hal ini bisa karena bayi mengalami intoleransi terhadap susu sapi atau susu kedelai, minum susu formula yang terlalu kental (kurang air), atau ketika bayi sedang mulai dikenalkan pada makanan padat. Konsultasikan ke dokter apabila hal ini tak membaik.

Bercak merah yang terdapat dalam feses dapat terjadi saat bayi mengonsumsi buah naga merah.

Hal tersebut memang wajar. Namun, bercak merah dapat pula berupa darah. Hal tersebut menunjukkan kemungkinan bayi mengalami alergi susu sapi, atau disentri.

Artikel Lainnya: Mengenali Tanda Sembelit pada Bayi

  • BAB Warna Putih atau Abu-abu

Ada satu lagi warna feses bayi yang harus diwaspadai oleh orang tua, yaitu jika BAB bayi berwarna putih atau abu-abu seperti kapur. Hal tersebut bisa jadi menandakan adanya sumbatan pada saluran empedu bayi.

Empedu adalah zat yang memberikan warna pada feses bayi. Adanya sumbatan pada saluran empedu mengakibatkan empedu tidak berada di dalam feses. Apabila menemukan hal tersebut, segeralah bawa bayi kepada dokter.

  • Warna Feses Hitam Kehijauan

Bayi yang berusia 6 bulan ke atas umumnya dianjurkan dokter untuk diberikan suplementasi zat besi, terutama bagi yang berisiko kekurangan zat besi.

Perubahan bentuk BAB bayi pun wajar saja terjadi. Umumnya, warna feses bayi berubah menjadi hitam kehijauan.

  • BAB Bayi Berlendir

Adanya lendir pada feses bayi dapat menandakan dia menelan terlalu banyak saliva atau lendir ketika batuk berdahak. Lendir pada BAB juga dapat berarti si Kecil mengalami infeksi saluran cerna, yang kemungkinan berupa disentri (apalagi jika ditemukan juga bercak merah darah di feses).

Segera bawa ke dokter saat si Kecil mengeluarkan feses dengan campuran lendir, darah, disertai nyeri perut dan demam.

Itu adalah sekilas mengenai berbagai jenis bentuk BAB bayi yang perlu diketahui. Apabila masih memiliki keraguan, Anda dapat berkonsultasi langsung dengan dokter.

Masih punya pertanyaan mengenai feses bayi yang normal dan jenis BAB bayi lainnya? Yuk, konsultasi secara online di aplikasi KlikDokter.

(HNS)

0 Komentar

Belum ada komentar