Sukses

Pilih Nasi Merah atau Nasi Putih?

Konsumsi nasi merah identik dengan pola makan mereka yang tengah berusaha menurunkan berat badan. Baca fakta lebih lanjut di sini!

Klikdokter.com, Jakarta Nasi merah sudah biasa dijadikan alternatif makanan pokok pengganti nasi putih. Bahkan nasi merah dianggap sebagai bahan pangan utama bagi mereka yang sedang berdiet atau yang semakin peduli pada pola hidup sehat.

Pada prinsipnya, nasi merah memiliki sejumlah perbedaan dengan nasi putih dari segi kandungan gizi, di antaranya:

Makronutrien

Beras merah dianggap sebagai salah satu jenis beras yang paling bernutrisi, karena proses produksinya tanpa melalui pembuangan kulit.

Satu cangkir beras merah mengandung sekitar 218 kalori, 45.8 gram karbohidrat, 4.5 gram protein, 1.8 gram lemak, dan 3.5 gram serat. Sedangkan dengan porsi yang sama, beras putih mengandung 242 kalori, 53.2 gram karbohidrat, 4.4 gram protein,  0.4 gram lemak, dan 0.6 gram serat.

Itu artinya, beras merah memiliki kandungan serat yang lebih tinggi tapi dengan kalori yang lebih rendah jika dibandingkan dengan beras putih.

Vitamin

Beras merah merupakan sumber thiamine, niacin, dan vitamin B6 yang baik. Pada satu porsi beras merah terkandung 0.2 mg thiamine, 2.6 mg niacin, dan 0.3 mg vitamin B6.

Beberapa produk beras putih yang dijual di pasaran kini menambahkan vitamin B yang umumnya hilang pada masa pengolahan. Vitamin B dibutuhkan tubuh untuk menjaga kesehatan kulit dan rambut.

Mineral

Setiap porsi beras merah juga mengandung 86 mg magnesium (22% dari anjuran asupan harian) dan 150 mg fosfor (15% dari anjuran asupan harian). Sedangkan beras putih hanya memiliki 24 mg magnesium dan 69 mg fosfor.

Magnesium bermanfaat untuk menjaga fungsi imunitas, jantung, dan saraf. Sementara fosfor dibutuhkan untuk menjaga kesehatan fungsi ginjal, tulang, dan gigi.

Lalu mengapa konsumsi nasi merah lebih dianjurkan dibandingkan nasi putih? Berdasarkan sebuah studi  yang dimuat di International Journal of Food Science and Nutrition tahun 2006, mereka yang makan beras merah memiliki kadar gula darah yang lebih rendah setelah  makan jika dibandingkan dengan beras putih.

Ini karena indeks glikemik beras merah adalah 55, lebih rendah dibandingkan dengan beras putih yang 86. Indeks glikemik itu sendiri merupakan suatu ukuran yang menunjukkan kemampuan makanan untuk meningkatkan kadar gula di dalam darah.

Indeks glikemik yang rendah mengindikasikan makanan tersebut lebih sehat dan aman dikonsumsi penderita diabetes. Ini karena adanya kandungan serat polifenol dan phytic acid yang lebih tinggi pada beras merah.

Semakin rendah indeks glikemik bahan makanan, semakin lama bahan tersebut dicerna dan semakin lambat meningkatkan kadar gula darah. Membuat Anda kenyang lebih lama dan membuat tubuh terasa tetap bertenaga juga lebih lama.

Dengan mengganti konsumsi nasi putih Anda dengan nasi merah, menurut penelitian yang diterbitkan di Archives of Internal Medicine tahun 2011, Anda dapat mengurangi risiko terkena masalah diabetes.

Pertanyaan berikutnya, apakah nasi merah dapat menurunkan berat badan? Berkat kandungan kalori yang lebih rendah namun dengan kandungan serat yang lebih tinggi, nasi merah dapat membantu Anda dalam penurunan berat badan.

Dibandingkan dengan nasi putih, nasi merah memang dapat membuat Anda lebih cepat kenyang. Anda pun jadi tidak makan berlebihan.

Tapi ingat ya, mengonsumsi nasi merah saja setiap hari tidak serta-merta membuat Anda jadi langsing. Untuk menurunkan berat badan, Anda perlu membatasi kalori yang masuk dan membakar kalori lebih banyak melalui pola hidup aktif dan olahraga teratur.

(RH)

0 Komentar

Belum ada komentar