Sukses

Inilah Penyebab Anda Kecanduan Gula

Anda merasa kecanduan gula? Cek penyebabnya di bawah ini.

Klikdokter.com, Jakarta Semua orang pasti menyukai sesuatu yang manis, entah itu biskuit, permen atau minuman. Akan tetapi, kerap kali orang lupa bahwa mengonsumsi sesuatu yang manis seperti gula secara berlebihan adalah penyebab utama dari obesitas dan penyakit metabolik. Lantas, apakah yang menyebabkan seseorang menjadi kecanduan gula?

Pada beberapa orang, mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung gula sudah menjadi rutinitas harian. Pada akhirnya, mengurangi konsumsi gula adalah sebuah usaha yang sulit untuk dilakukan.

Sistem penghargaan di otak

Makanan manis erat kaitannya dengan sistem penghargaan yang ada di otak yang disebut sistem dopamin mesolimbik. Saat Anda mengonsumsi sesuatu yang manis, sel saraf pada otak akan  melepaskan dopamin sebagai respon terhadap sesuatu yang menyenangkan.

Kokain, amfetamin dan nikotin adalah beberapa jenis narkoba yang dapat memengaruhi sistem otak ini. Jadi, narkoba dan gula sama-sama mengaktifkan sistem penghargaan yang sama di otak.

Rangkaian reaksi kimia pada otak ini juga dapat dipengaruhi oleh makanan yang lezat, berhubungan seks dan berinteraksi secara sosial. Saat Anda mengaktifkan sistem ini, maka Anda memiliki keinginan untuk melakukan hal yang sama secara berulang kali.

Menurut Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM 5) terdapat berbagai masalah yang muncul apabila Anda kecanduan suatu zat tertentu. Meski sudah tahu terdapat risiko yang akan mengancam kesehatan, seseorang yang sudah kecanduan akan terus mengonsumsinya.

Akibat konsumsi gula berlebih

Konsumsi gula yang berlebihan bisa menyebabkan sejumlah masalah serupa dengan kecanduan lainnya.  Meski belum ada bukti konkret yang menghubungkan gula dengan sistem kecanduan pada manusia, tetapi berbagai studi dengan menggunakan tikus menunjukkan adanya kemungkinan itu.

Perlu Anda ketahui, dopamin memiliki peran penting di otak untuk mengarahkan perhatian pada hal-hal yang menyenangkan namun hanya membangkitkan hasrat secara sesaat. Jadi, ketika perhatian Anda tertuju pada kue atau coklat, hal ini tidak selalu menandakan bahwa Anda sedang lapar.

Yang perlu menjadi perhatian adalah jika Anda terbiasa mengonsumsi sesuatu yang manis, maka hal ini akan menjadi kebiasaan normal yang Anda lakukan sehari-hari.  

Menyingkirkan gula dari keseharian adalah sesuatu tidak mudah. Karena begitu banyak makanan yang diproses pun menggunakan gula. Bahkan, makanan cepat saji pun mengandung gula yang tersembunyi dalam komposisinya. Agar tak kecanduan gula, batasi konsumsi gula Anda mulai saat ini.

[NP]

0 Komentar

Belum ada komentar